Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Kompas.com - 19/06/2021, 06:00 WIB
Lukisan cat air di atas kertas berjudul The Hero karya perupa Bali I Made Sutarjaya dipamerkan pada pameran Jejak Putra Sang Fajar di Perpustakaan Bung Karno, Kota Blitar 18-23 Juni KOMPAS.COM/ASIP HASANILukisan cat air di atas kertas berjudul The Hero karya perupa Bali I Made Sutarjaya dipamerkan pada pameran Jejak Putra Sang Fajar di Perpustakaan Bung Karno, Kota Blitar 18-23 Juni

BLITAR, KOMPAS.com - Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 18-24 April 1955 menyisakan jejak sejarah mengenai sapu tangan Presiden Soekarno dan delegasi rakyat Nigeria.

Sebagaimana dikisahkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, pada konferensi yang dihadiri oleh 29 negara dari Benua Asia dan Afrika itu, Presiden Soekarno sempat memberikan cendera mata berupa sapu tangan kepada delegasi rakyat Nigeria.

Menurutnya, pemberian sapu tangan itu seperti simbol atau pertanda akan terwujudnya impian rakyat Nigeria, yaitu tercapainya kemerdekaan Nigeria dari dominasi Inggris lima tahun setelah Konferensi Asia-Afrika.

"Selembar sapu tangan yang dihadiahkan kepada perwakilan Nigeria menjadi simbol. Dan negara pertama di Afrika yang merdeka setelah Konferensi Asia-Afrika adalah Nigeria," ujar Syarif kepada Kompas.com di sela kunjungannya ke Perpustakaan Bung Karno di Kota Blitar, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: 4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Pemilik Bantah Dagangannya Disebut Mengandung Bahan Berbahaya

Konferensi Asia-Afrika dilatarbelakangi kegelisahan negara-negara dunia ketiga atas ketegangan yang terjadi selama periode Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet juga antara Amerika Serikat dengan China.

Dalam Konferensi Asia-Afrika, Presiden Soekarno menyampaikan pidato.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa bagiannya, memotivasi negara-negara di Asia dan Afrika yang belum merdeka untuk melepaskan diri dari dominasi negara lain.

Soekarno dalam pidato berjudul Let A New Asia and Africa Be Born (Biarkan Asia dan Afrika Baru Terlahir) itu juga menegaskan bahwa kolonialisme belum menghentikan penindasannya karena kolonialisme hanya berganti wajah dalam bentuk lain termasuk penjajahan ekonomi (imperialisme ekonomi).

Syarif mengatakan, mungkin bukan selembar sapu tangan itu yang benar-benar membakar semangat rakyat Nigeria untuk memperjuangkan kemerdekaannya.

Menurut Syarif, pidato panjang Bung Karno jugalah yang menebalkan semangat para pemimpin rakyat Nigeria hingga akhirnya kemerdekaan Nigeria tercapai.

Baca juga: Memotret Sisi Hidup Bung Karno yang Tak Tercatat Sejarah, 29 Perupa Cat Air Pamerkan 31 Karya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Solidaritas di Tengah Pandemi, Warga Banyuwangi Sediakan Lapak Saling Berbagi di 4 Lokasi

Solidaritas di Tengah Pandemi, Warga Banyuwangi Sediakan Lapak Saling Berbagi di 4 Lokasi

Regional
Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Ini Profil Akidi Tio sebagai Pengusaha Asal Aceh Timur

Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Ini Profil Akidi Tio sebagai Pengusaha Asal Aceh Timur

Regional
Mengeluh Dadanya Sesak, Pria yang Telah Menginap 1,5 Bulan di Hotel Ini Ditemukan Meninggal

Mengeluh Dadanya Sesak, Pria yang Telah Menginap 1,5 Bulan di Hotel Ini Ditemukan Meninggal

Regional
'Terima Kasih Pak Babin, Tak Biarkan Kami Meninggal Saat Isoman'

"Terima Kasih Pak Babin, Tak Biarkan Kami Meninggal Saat Isoman"

Regional
Banjarmasin PPKM Level 4, Wali Kota: Tak Usah Arogan, Kita Semua Lagi Susah

Banjarmasin PPKM Level 4, Wali Kota: Tak Usah Arogan, Kita Semua Lagi Susah

Regional
Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda: Dengarnya Saja Kaget

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda: Dengarnya Saja Kaget

Regional
Serukan Demo Copot Presiden Jokowi, Mahasiswa Ditangkap Polisi, Ungahannya Disebut Sebar Ujaran Kebencian

Serukan Demo Copot Presiden Jokowi, Mahasiswa Ditangkap Polisi, Ungahannya Disebut Sebar Ujaran Kebencian

Regional
Cerita Ibu Rambu Berkeliling Salurkan Bantuan untuk Warga Isoman Saat Bayinya Sudah Tidur

Cerita Ibu Rambu Berkeliling Salurkan Bantuan untuk Warga Isoman Saat Bayinya Sudah Tidur

Regional
165 Liter BBM Hendak Diselundupkan ke Timor Leste Lewat Jalur Tikus

165 Liter BBM Hendak Diselundupkan ke Timor Leste Lewat Jalur Tikus

Regional
Gempa M 6,5 Guncang Tojo Una-una Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,5 Guncang Tojo Una-una Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Vaksinasi Dosis Kedua Belum Capai 10 Persen, Ini Kata Wakil Bupati Banyumas

Vaksinasi Dosis Kedua Belum Capai 10 Persen, Ini Kata Wakil Bupati Banyumas

Regional
Satgas Covid-19 Jatim: Banyak Pasien Meninggal Dunia Saat di UGD

Satgas Covid-19 Jatim: Banyak Pasien Meninggal Dunia Saat di UGD

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Juli 2021

Regional
Hampir Lulus, Dokter Residen Obstetri UGM Meninggal karena Covid-19

Hampir Lulus, Dokter Residen Obstetri UGM Meninggal karena Covid-19

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Juli 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Juli 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X