Kondisi Terkini RS di Bandung Raya: Tempat Tidur Pasien Covid-19 hingga Nakes Terbatas

Kompas.com - 18/06/2021, 15:16 WIB
Seorang tenaga kesehatan dengan pakaian pelindung diri lengkap berpose sebelum memberikan makanan kepada pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/07). ANTARA FOTO/Raisan Al FarisiSeorang tenaga kesehatan dengan pakaian pelindung diri lengkap berpose sebelum memberikan makanan kepada pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, Jawa Barat, Senin (13/07).

BANDUNG, KOMPAS.com - Jumlah pasien Covid-19 di Bandung meningkat pasca-Lebaran. Hal ini membuat rumah sakit berupaya menambah tempat tidur.

"Tempat tidur untuk pasien Covid-19 di saya (Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak/RSKIA) ada 100. Sekarang penuh, beberapa hari terakhir ini BOR (tingkat keterisian kamar) selalu di atas 90 persen," ujar Direktur Utama RSKIA Kota Bandung, Taat Tagore saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Tenda Vaksinasi di GBLA Bandung Roboh akibat Hujan Es dan Angin

Bahkan hari ini, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSKIA ada yang waiting list enam pasien. Mereka menunggu kamar yang kosong.

"Kondisinya jauh berbeda dengan sebelum Lebaran. BOR kita saat itu sekitar 30 persen. Akhir Mei melonjak," tutur Taat.

Untuk mengatasi melonjaknya pasien Covid-19, pihaknya berjuang menambah 50 tempat tidur. Ia berharap, penambahan bisa terealisasi Senin (21/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemkot Bandung Galang Dana Rp 416 Juta dari ASN untuk Palestina

Penambahan ruangan ini terkendala sumber daya manusia (SDM).

Sebab stok tenaga kesehatan (Nakes) terbatas, sedangkan rumah sakit juga berlomba mendapat tambahan nakes.

"SDM-nya rebutan. Perawat, dokternya, susah (mendapatkannya). Rada terbatas stoknya," ungkap dia.

Nakes yang ada sekarang, terus berjuang keras. Secara tidak langsung, jam kerja mereka bertambah seiring bertambahnya pasien.

Misal, mau tidak mau, dokter yang menangani harus mau menerima konsultasi malam-malam. Bahkan ada beberapa nakes yang terpapar Covid-19, tapi situasinya masih terkendali.

Hal serupa diungkapkan Plh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSHS, dr Yana Akhmad Supriatna. Ia mengatakan, angka BOR saat ini menunjukkan lampu kuning.

Karena itu pihaknya berusaha meningkatkan kapasitas kamar tidur. Namun ada problem yang paling penting yaitu tenaga kesehatan.

Pihaknya saat ini membutuhkan tambahan relawan nakes.

Karena itu, manajemen RSHS berupaya berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan relawan nakes.

Yakni mengusulkannya ke Pemprov Jabar, pusat, dan perekrutan relawan nakes dengan biaya rumah sakit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Ketua MUI Labura Ditangkap

Terduga Pembunuh Ketua MUI Labura Ditangkap

Regional
2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan, Danlanud Merauke Pastikan Proses Hukum Berjalan dan Janji Rawat Korban

2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan, Danlanud Merauke Pastikan Proses Hukum Berjalan dan Janji Rawat Korban

Regional
Cerita Dede, Susah Cari Penumpang Angkutan Umum Sejak PPKM, Kini Gunakan Pinjaman demi Bertahan Hidup

Cerita Dede, Susah Cari Penumpang Angkutan Umum Sejak PPKM, Kini Gunakan Pinjaman demi Bertahan Hidup

Regional
Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Regional
Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19  di Wonogiri

Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19 di Wonogiri

Regional
2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke,  Danlanud: Saya Minta Maaf

2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Danlanud: Saya Minta Maaf

Regional
Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Regional
Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Regional
Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Regional
Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Regional
Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Regional
Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Regional
Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Regional
Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Jenazah Ditemukan di Drainase

Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Jenazah Ditemukan di Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X