7.227 Pengungsi Masih Bertahan di Perbukitan, BPBD Maluku Tengah: Mereka Trauma dengan Gempa

Kompas.com - 18/06/2021, 14:37 WIB
Sejumlah warga masih mengungsi dan tinggal di tenda darurat, di negeri Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (17/6), paska diguncang gempa dengan magnitudo 6.1 pada 16 Juni 2021. (HO/BPBD Malteng) ANTARA/BPBD MALUKU TENGAHSejumlah warga masih mengungsi dan tinggal di tenda darurat, di negeri Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (17/6), paska diguncang gempa dengan magnitudo 6.1 pada 16 Juni 2021. (HO/BPBD Malteng)

KOMPAS.com - Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah Abdul Latif Key mengatakan, 7.227 warga Kecamatan Tehoru masih bertahan di lokasi pengungsian.

Mereka masih trauma dengan gempa berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Malukku Tengah pada Rabu (16/6/2021).

"Ribuan warga mengungsikan diri di dataran lebih tinggi karena masih trauma dengan gempa," kata Abdul Latif seperti dikutip dari Antara, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, sebagian warga memilih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak akibat gempa.

Baca juga: Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Kasatpol PP Surabaya: Mereka Tidak Sabar Antre, Ingin Duluan

Para pengungsi itu berasal dari empat negeri atau desa, yakni Yaputi, Tehoru, Saunulu, dan Haya.

Berdasarkan data yang diterima dari lapangan, tercatat 432 kepala keluarga yang terdiri dari 2.018 jiwa asal Negeri Yaputi yang mengungsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, 129 kepala keluarga yang terdiri dari 758 jiwa dari Desa Tehoru, dan 310 kepala keluarga yang terdiri dari 1.336 jiwa dari Desa Saunulu.

"Data ini masih bersifat sementara karena tim BPBD masih terus menginventarisasi di lapangan, baik jumlah pengungsi maupun rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa," katanya.

 

Imbau warga segera pulang ke rumah

BPBD bersama TNI dan Polri terus mengimbau warga yang rumahnya tidak rusak dan berada di lokasi aman agar pulang.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa terpal selimut serta makanan siap saji kepada para pengungsi.

Namun, karena jumlah bantuan terbatas, BPBD telah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta tambahan.

Baca juga: Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Kami Butuh Tenda dan Selimut, Itu yang Paling Penting...

Untuk kerusakan, Abdul Latif menyebutkan, sebanyak 225 rumah dari empat desa rusak dengan kategori ringan hingga berat.

"Kami hanya mendata jumlah rumah dan fasilitas umum yang rusak, sedangkan menyangkut tingkat kerusakannya akan dianalisa dan diputuskan oleh Dinas Pekerjaan Umum," katanya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Regional
Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Regional
Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Regional
Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Regional
Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Regional
Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Regional
7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

Regional
Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Regional
Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat 'Hauling' Batubara

Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat "Hauling" Batubara

Regional
Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Regional
Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Regional
Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Regional
Sertifikat Tanahnya Digandakan dan Dipakai Jaminan Utang, Warga Nganjuk Adukan Oknum Perangkat Desa ke Polisi

Sertifikat Tanahnya Digandakan dan Dipakai Jaminan Utang, Warga Nganjuk Adukan Oknum Perangkat Desa ke Polisi

Regional
Kecepatan Kereta di Cirebon Bertambah, Perhatikan Penyesuaian Jadwal

Kecepatan Kereta di Cirebon Bertambah, Perhatikan Penyesuaian Jadwal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.