Mayat Dibakar di Pinggir Jalan Ternyata Dibunuh karena Masalah Asmara

Kompas.com - 17/06/2021, 17:48 WIB
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan dan Direskrum Polda Sulsel, Kabid Dokkes serta Ka Labfor Polda Sulsel melakukan konferensi pers dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti atas kasus pembunuhan dengan cara dibakar di Kabupaten Maros. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOKapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan dan Direskrum Polda Sulsel, Kabid Dokkes serta Ka Labfor Polda Sulsel melakukan konferensi pers dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti atas kasus pembunuhan dengan cara dibakar di Kabupaten Maros.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pembunuhan Rian (20) yang mayatnya ditemukan di pinggir jalan Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ternyata berlatar belakang masalah asrama.

Hal itu terungkap setelah polisi menangkap delapan dari sembilan orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan ini.

Mereka adalah MA(19), DAS(19), FS(16), H (23), AP(19), TH(22), AI(17), dan MAN (16).

"Motif pembunuhan itu karena salah seorang pelaku, MA cemburu dan sakit hati karena korban mempunyai hubungan sesama jenis dengan lelaki lain," kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Mayat Dibakar di Pinggir Jalan Teridentifikasi, Jenazahnya Diambil Keluarga

Kasus ini terungkap setelah polisi menelusuri akun media sosial korban. Dari sana diketahui, pelaku berinisial MA berkomunikasi sebelum pembunuh terjadi.

MA mengajak korban bertemu dalam salah satu hotel di Kota Makassar. Korban dikelabui dengan ajakan pergi berwisata ke Kawasan Malino, Gowa, Sulawesi Selatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setiba di hotel pada Selasa (8/6/2021), korban dianiaya.

Menurut pengakuan pelaku, penganiayaan berlangsung selama beberapa hari hingga korban meninggal dunia pada Kamis (10/6/2021).

"Pada hari Kamis (10/6/2021) sekitar pukul 06.00 Wita, korban meninggal dunia. Mengetahui hal tersebut, para pelaku berencana membawa mayat korban ke Sulawesi Tengah. Karena masalah biaya dan jauhnya lokasi, para pelaku memutuskan membuang mayat korban di Camba, Kabupaten Maros, Jumat (11/6/2021) sekitar pukul 04.00 Wita," jelas Merdisyam.

Baca juga: Diduga Ada Sindikat Perdagangan Anak di Balik Pembunuhan yang Korbannya Dibakar

Untuk membawa korban ke Maros, sembilan orang ini menyewa satu unit mobil.

Dalam perjalanan mereka membeli dua liter bensin yang digunakan untuk membakar korban.

"Setiba di Kampung Tompo Ladang Mallawa Maros, para pelaku membuang mayat korban di pinggir jalan dan membakarnya," ujar Merdisyam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KKB Bunuh dan Lecehkan Nakes, Ini Respons Gubernur Papua

KKB Bunuh dan Lecehkan Nakes, Ini Respons Gubernur Papua

Regional
Pakai Topeng, 2 Pelaku Sempat Sapa Siswa Sebelum Rusak Sekolah di Kupang, Ini Kronologinya

Pakai Topeng, 2 Pelaku Sempat Sapa Siswa Sebelum Rusak Sekolah di Kupang, Ini Kronologinya

Regional
Awas, Orang Terdekat Bisa Jadi Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Awas, Orang Terdekat Bisa Jadi Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Regional
Sedang 'Touring' Menuju Bali, Moge Pengendara Ini Terbakar di Jalur Wisata Bromo

Sedang "Touring" Menuju Bali, Moge Pengendara Ini Terbakar di Jalur Wisata Bromo

Regional
BMKG: Gelombang Ekstrem Setinggi 6 Meter Ancam Perairan Sukabumi hingga Yogyakarta

BMKG: Gelombang Ekstrem Setinggi 6 Meter Ancam Perairan Sukabumi hingga Yogyakarta

Regional
Kantornya Dilempar Molotov, LBH Yogyakarta: Kami Tak Takut

Kantornya Dilempar Molotov, LBH Yogyakarta: Kami Tak Takut

Regional
Teringat Adegan Film Luar Negeri Saat Kunjungi Desa Nglobo di Blora, Mendes PDTT: Itu Texas-nya Indonesia

Teringat Adegan Film Luar Negeri Saat Kunjungi Desa Nglobo di Blora, Mendes PDTT: Itu Texas-nya Indonesia

Regional
Suroto Minta Maaf, Jokowi Berterimakasih

Suroto Minta Maaf, Jokowi Berterimakasih

Regional
Sering Merecoki Pedagang Saat PPKM, Wali Kota Salatiga: Saya Minta Maaf 'Ngoprak-oprak' Menyuruh Pulang

Sering Merecoki Pedagang Saat PPKM, Wali Kota Salatiga: Saya Minta Maaf 'Ngoprak-oprak' Menyuruh Pulang

Regional
Detik-detik TNI Gadungan Ditangkap, Bentak Tentara, Brevet Salah Tempat dan Bingung soal NRP Prajurit

Detik-detik TNI Gadungan Ditangkap, Bentak Tentara, Brevet Salah Tempat dan Bingung soal NRP Prajurit

Regional
Kronologi Diamankannya Tentara Gadungan oleh Anggota TNI, Berawal dari Curiga

Kronologi Diamankannya Tentara Gadungan oleh Anggota TNI, Berawal dari Curiga

Regional
Digeruduk Emak-emak Usai Bertemu Jokowi di Istana, Suroto: Sabar, Janji Presiden Akan Datang Minggu Ini

Digeruduk Emak-emak Usai Bertemu Jokowi di Istana, Suroto: Sabar, Janji Presiden Akan Datang Minggu Ini

Regional
Polisi Temukan Pecahan Botol, Diduga dari Molotov yang Dilempar ke Kantor LBH Yogyakarta

Polisi Temukan Pecahan Botol, Diduga dari Molotov yang Dilempar ke Kantor LBH Yogyakarta

Regional
Ini Sosok Ali Kalora Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Tewas dalam Kontak Senjata, Kerap Menyamar Jadi Warga Lokal

Ini Sosok Ali Kalora Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Tewas dalam Kontak Senjata, Kerap Menyamar Jadi Warga Lokal

Regional
Honor 8 Bulan Tak Kunjung Dibayar, Petugas Vaksinator di Pulau Buru Mogok Kerja

Honor 8 Bulan Tak Kunjung Dibayar, Petugas Vaksinator di Pulau Buru Mogok Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.