Bupati Solok Ngamuk dan Kirim 3 Pimpinan Puskesmas yang Tutup UGD Pukul 5 Sore ke Pelosok

Kompas.com - 17/06/2021, 08:37 WIB
Bupati Solok Epyardi Asda (kanan) mengamuk karena menemukan UGD Puskesmas ditutup, Sabtu (12/6/2021) Foto: ScreenshootBupati Solok Epyardi Asda (kanan) mengamuk karena menemukan UGD Puskesmas ditutup, Sabtu (12/6/2021)

KOMPAS.comBupati Solok Epyardi Asda mengatakan akan memutasi tiga orang pimpinan Puskesmas Tanjung Bingkung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ke daerah pelosok untuk memberikan efek jera.

Sanksi diberikan karena puskesmas itu menolak memberikan pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD) kepada korban kecelakaan dengan alasan jam dinas sudah telah selesai.

Baca juga: Diamuk Bupati Solok gara-gara UGD Tutup Jam 5 Sore, 3 Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok

Tiga orang pimpinan puskesmas yang terdiri dari kepala puskesmas, kepala tata usaha, dan satu dokter, itu dipindahkan ke Pantai Cermin, Hiliran Gumanti, dan X Koto.

Baca juga: Bupati Solok Ngamuk Tahu UGD Puskesmas Tolak Korban Kecelakaan karena Tutup Pukul 05.00 Sore

"Lokasinya jauh di pelosok. Ini sebagai efek jera kepada mereka. Untuk gantinya sementara kita kirim dari dinas kesehatan," kata Epyardi, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/6/2021).

Sedangkan petugas kesehatan yang membuat surat pernyataan tidak mau bekerja di luar jam dinas diberi peringatan keras.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan Bupati Solok Epyardi Asda mengamuk ke Yuliarni, Kepala Puskesmas Tanjung Bingkung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.

Epyardi yang melakukan inspeksi mendadak menemukan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas itu sudah tutup saat pukul 17.00 WIB.

Epyardi melakukan sidak ke puskesmas itu karena mendapat laporan UGD Puskesmas Tanjung Bingkung menolak memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami kecelakaan.

"Jadi pada Jumat (11/6/2021) ada kecelakaan di dekat puskesmas. Saat korban dibawa ke puskesmas ditolak dengan alasan sudah di luar jam kerja," kata Epyardi.

Kompas.com mencoba mengonfirmasi perihal kejadian itu ke Kepala Puskesmas Tanjung Bingkung Yuliarni. Namun, Yuliarni enggan memberikan pernyataan. (Penulis Kontributor Padang, Perdana Putra | Editor Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sudah Periksa 4 Saksi Teror Bom Molotov di LBH Yogyakarta

Polisi Sudah Periksa 4 Saksi Teror Bom Molotov di LBH Yogyakarta

Regional
Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Regional
20 Ton Jagung Bantuan dari Jokowi Tiba di Gudang Pakan Milik Suroto di Blitar

20 Ton Jagung Bantuan dari Jokowi Tiba di Gudang Pakan Milik Suroto di Blitar

Regional
Dihantam Pandemi dan PPKM Level 4, Penerimaan Pajak di Bangka Justru Melesat

Dihantam Pandemi dan PPKM Level 4, Penerimaan Pajak di Bangka Justru Melesat

Regional
Kebijakan Ganjil Genap Berlaku di Jalan Malioboro Mulai Hari ini

Kebijakan Ganjil Genap Berlaku di Jalan Malioboro Mulai Hari ini

Regional
Limbah Hitam di Teluk Lampung, Pakar Lingkungan Sarankan Penelusuran Sumber Pencemaran Segera Dilakukan

Limbah Hitam di Teluk Lampung, Pakar Lingkungan Sarankan Penelusuran Sumber Pencemaran Segera Dilakukan

Regional
Kisah di Balik Sukses Leani Ratri di Paralimpiade Tokyo: Pernah Kecelakaan hingga Patah Kaki dan Tangan, 3 Bulan Diobati Ayah Sendiri

Kisah di Balik Sukses Leani Ratri di Paralimpiade Tokyo: Pernah Kecelakaan hingga Patah Kaki dan Tangan, 3 Bulan Diobati Ayah Sendiri

Regional
Anggota Satpol PP yang Cekik Warga Saat Penertiban PKL di Bogor Akan Diberi Sanksi

Anggota Satpol PP yang Cekik Warga Saat Penertiban PKL di Bogor Akan Diberi Sanksi

Regional
Bupati: Kalau Mau Fair PPKM Banyumas Sudah Level 2

Bupati: Kalau Mau Fair PPKM Banyumas Sudah Level 2

Regional
Kantor Dindagkop UKM Blora Digeledah, Diduga Terkait Pungli Pasar Cepu

Kantor Dindagkop UKM Blora Digeledah, Diduga Terkait Pungli Pasar Cepu

Regional
Buntut Kecelakaan Bus Karyawan RSUD Semarang, Pengawasan Obyek Wisata di Gunungkidul Ditingkatkan

Buntut Kecelakaan Bus Karyawan RSUD Semarang, Pengawasan Obyek Wisata di Gunungkidul Ditingkatkan

Regional
Menhub Temukan 4 Pekerja Migran dari Malaysia Kembali ke Indonesia Tanpa Dites PCR

Menhub Temukan 4 Pekerja Migran dari Malaysia Kembali ke Indonesia Tanpa Dites PCR

Regional
Dugaan Korupsi Bantuan 3.000 Alat Rapid Test, Kadinkes di Riau Ditangkap Polisi

Dugaan Korupsi Bantuan 3.000 Alat Rapid Test, Kadinkes di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Trafo Hotel di Balikpapan Meledak Lukai 4 Pekerja, Berawal dari Bangkai Tikus

Trafo Hotel di Balikpapan Meledak Lukai 4 Pekerja, Berawal dari Bangkai Tikus

Regional
Air Irigasi Jadi Merah karena Pembuangan Limbah, 6 Orang Diperiksa

Air Irigasi Jadi Merah karena Pembuangan Limbah, 6 Orang Diperiksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.