Warga Berlomba-lomba Gali Emas sampai Picu Perkelahian, Tambang Ilegal Ini Ditutup

Kompas.com - 17/06/2021, 08:08 WIB
suasana penutupan tambang emas ilegal Sekotong, Lombok Barat Humas Polres Lombok Baratsuasana penutupan tambang emas ilegal Sekotong, Lombok Barat

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Polisi Sektor Sekotong, Polres Lombok Barat, menutup pertambangan emas ilegal yang berada di Desa Buwun Mas, Lombok Barat, dikarenakan memicu konflik antar warga.

Penertiban dan penutupan tambang emas ini, dilakukan oleh Jajaran Polsek Sekotong,  bersama tokoh masyarakat setempat.

Selain memicu perselisihan antarwarga, tambang ini juga dinilai merusak lingkungan.

Tambang ilegal tersebut dikabarkan sempat mendulang hasil emas yang cukup banyak beberapa minggu terakhir.

Baca juga: Update Gempa 6,1 Magnitudo di Maluku Tengah, 143 Rumah Warga Rusak

Banyak warga berlomba-lomba ingin menggali emas di lokasi tersebut sehingga terjadi perkelahian rebutan tempat.

“Agar ini tidak terjadi lagi, diambil tindakan tegas, namun tetap mengedepankan cara humanis, dengan menggandeng dan berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, untuk dilakukan penertiban dan penutupan penambangan,” kata Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta, Rabu (16/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada warga, Kade menuturkan, kegiatan penambangan ini tanpa izin, sangat berpotensi memicu terjadinya gejolak antar para penambang yang berujung perselisihan.

“Tentunya ini merugikan masyarakat itu sendiri, sehingga penutupan dilakukan dengan memasang police line terhadap lokasi yang penambangan emas tanpa izin, sehingga tidak boleh ada aktivitas penambangan lagi di lokasi ini,” ujar dia.

 

Selain itu, untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas di lokasi ini, Kapolsek Sekotong bersama para tokoh masyarakat Sekotong menghimbau kepada penambang untuk meninggalkan lokasi dan menghentikan aktivitas penambangan.

Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengakui bahwa ada ketegangan antarwarga yang ingin menggali emas karena berebut lokasi tambang.

"Tambang emas rakyat ini memang ilegal, mungkin luasnya sekitar 10 are. Kabarnya, dua minggu yang lalu di lokasi itu sempat cair, sehingga diketahui masyarakat banyak, dan terjadi gesekan konflik," kata Rochidi.

Baca juga: 2 Menit Setelah Gempa di Maluku Tengah Muncul Tsunami, Ini Penyebabnya

Akibat perselisihkan tersebut, kata dia, ada warga yang mengalami luka sehingga harus dilarikan ke Puskesmas.

"Kemarin itu kan ada yang sampai luka-lukanya karena berselisih," kata Rochidi.

"Ini kan sudah lumrah terjadi, jika ada lubangnya yang dianggap cair, maka warga akan banyak ke sana, inilah yang kemudian jadi rebutan, dan berpotensi menjadi konflik," kata Rochidi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Regional
Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Regional
21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

Regional
Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Regional
Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Regional
Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

Regional
Jelang Musim Hujan, Begini Upaya Wali Kota Eri Cahyadi Hadapi Ancaman Banjir di Surabaya

Jelang Musim Hujan, Begini Upaya Wali Kota Eri Cahyadi Hadapi Ancaman Banjir di Surabaya

Regional
Tak Terima Ditegur, Remaja Putus Sekolah di Jepara Tusuk Ibu Kandung hingga Tewas

Tak Terima Ditegur, Remaja Putus Sekolah di Jepara Tusuk Ibu Kandung hingga Tewas

Regional
Perampokan dan Pembunuhan Pemilik Toko Emas di Bandung Diduga Tanpa Rencana

Perampokan dan Pembunuhan Pemilik Toko Emas di Bandung Diduga Tanpa Rencana

Regional
Anak di Bawah 12 Tahun di Surabaya Boleh Masuk Mal, Pedagang Bisa Jualan sampai Jam 24.00 WIB

Anak di Bawah 12 Tahun di Surabaya Boleh Masuk Mal, Pedagang Bisa Jualan sampai Jam 24.00 WIB

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang Positif Covid-19 Diisolasi Terpusat, Ini Alasan Dinkes

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang Positif Covid-19 Diisolasi Terpusat, Ini Alasan Dinkes

Regional
Cabor Eksebisi PON XX Papua Dimulai, Panggung Pertandingan E-Sport Tuai Pujian

Cabor Eksebisi PON XX Papua Dimulai, Panggung Pertandingan E-Sport Tuai Pujian

Regional
PPKM Riau Turun ke Level 2

PPKM Riau Turun ke Level 2

Regional
Rp 66 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas dan Pengadaan Baju ASN Madiun Dialihkan untuk Tangani Covid-19

Rp 66 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas dan Pengadaan Baju ASN Madiun Dialihkan untuk Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.