Penyekatan Suramadu Dinilai Mendiskriminasi Warga Madura, GAS Jatim Akan Demo Pemkot Surabaya

Kompas.com - 16/06/2021, 21:34 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Warga Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan Jawa Timur (GAS Jatim) bakal menggelar aksi demonstrasi di kantor Pemerintah Kota Surabaya pada Kamis (17/6/2021) besok.

Hal itu dilakukan merespons kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkait kegiatan screening dan tes antigen di pos penyekatan Jembatan Suramadu.

Bob Hasan selaku korlap aksi mengatakan, kebijakan Pemkot Surabaya melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu diskriminatif.

"Jadi, penyekatan di Jembatan Suramadu kami nilai sebagai bentuk diskriminasi terhadap warga Madura. Kalau ada penyekatan untuk kebaikan Kota Surabaya, harusnya daerah lain yang berbatasan dengan Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik, harus dilakukan penyekatan juga," kata Bob Hasan dikonfirmasi, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Viral, Video Pengendara Motor Tagih Surat Hasil Swab Petugas Penyekatan Suramadu, Ini Kata Polisi

Ia mendesak Pemerintah Kota Surabaya dan Polda Jatim untuk meninjau dan mengevaluasi ulang kebijakan screening dan tes antigen di pos penyekatan Suramadu.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar diizinkan membawa massa sebanyak 50 orang untuk menggelar aksi di Surabaya.

"Mudah-mudahan aksi kita bisa didengar. Kalau tidak didengarkan, kita akan bawa massa besar-besaran pada hari Senin. Jika perlu kita bawa ke ranah hukum," ujar dia.

Baca juga: Screening dan Swab Antigen di Pos Penyekatan Suramadu Difokuskan bagi Pengendara yang Masuk Arah Bangkalan

 

Antrean pengendara motor terjadi di akses keluar Jembatan Suramadu, Minggu (06/06) akibat penyekatan dan tes antigen acak di lokasi itu.ANTARA FOTO Antrean pengendara motor terjadi di akses keluar Jembatan Suramadu, Minggu (06/06) akibat penyekatan dan tes antigen acak di lokasi itu.
Rencana GAS Jatim mendemo Pemkot Surabaya ini segera direspons oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Madura Asli (Madas), Sulaiman Darwis.

Ia mengaku menyayangkan adanya aksi tersebut.

Apalagi, narasi yang diembuskan adalah masyarakat Madura terdiskriminasi dengan adanya kegiatan screening dan tes antigen di Jembatan Suramadu.

Padahal, kata dia, kebijakan yang dilakukan Pemkot Surabaya merupakan sebuah bentuk perhatian terhadap warga Madura, agar lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan bisa ditekan dan tidak menyebar luas ke daerah-daerah lainnya di Jawa Timur.

"Kalau menurut saya dan teman-teman di sini bukan diskriminasi, tapi justru ini (penyekatan) membantu masyarakat Madura," ujar Sulaiman.

Baca juga: 4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Ini yang Ditemukan pada Makanan

Hal itu dibuktikan karena pihaknya turun langsung membantu petugas gabungan untuk memantau dan memberikan pengertian kepada masyarakat yang melintas di pos penyekatan Suramadu. 

"Kami ormas Madas berani bilang seperti itu, karena (penyekatan) memang membantu. Makanya kami hadir di sini," kata dia.

"Teman-teman tiap hari piket di sini (pos penyekatan Suramadu) bukan apa, kami takutnya warga yang agak emosi. Kalau kita dengan persuasif dengan persaudaraan dengan bahasa Madura kita. Jadi justru kita hadir di sini membantu mencegah penyebaran virus corona baru dari Bangkalan," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indeks Pembangunan Manusia di Banten: Tertinggi Tangsel, Terendah Lebak

Indeks Pembangunan Manusia di Banten: Tertinggi Tangsel, Terendah Lebak

Regional
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Anggaran Covid-19 di Kepulauan Aru

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Anggaran Covid-19 di Kepulauan Aru

Regional
Kasus Bentrokan Warga di Maluku Tenggara,  Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Kasus Bentrokan Warga di Maluku Tenggara, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Tega Cabuli Keponakan Berusia 10 Tahun, Seorang Pria di Wonogiri Ditangkap Polisi

Tega Cabuli Keponakan Berusia 10 Tahun, Seorang Pria di Wonogiri Ditangkap Polisi

Regional
Pelaku Pemerkosaan di Kos-Kosan Ditangkap, Tersangka Nonton Film Porno Setiap Kali Jalankan Aksinya

Pelaku Pemerkosaan di Kos-Kosan Ditangkap, Tersangka Nonton Film Porno Setiap Kali Jalankan Aksinya

Regional
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Direndam Banjir Rob, Pegawai Pelabuhan Diangkut Transportasi Darurat

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Direndam Banjir Rob, Pegawai Pelabuhan Diangkut Transportasi Darurat

Regional
Acara 'Ngunduh Mantu' Kaesang-Erina di Solo, 12 Kereta Kencana dan 28 Kuda Disiapkan untuk Kirab

Acara "Ngunduh Mantu" Kaesang-Erina di Solo, 12 Kereta Kencana dan 28 Kuda Disiapkan untuk Kirab

Regional
Soal Pemkab Purwakarta Punya Utang Rp 28 M, Dedi Mulyadi Siap Berikan Seluruh Aset jika Diperlukan

Soal Pemkab Purwakarta Punya Utang Rp 28 M, Dedi Mulyadi Siap Berikan Seluruh Aset jika Diperlukan

Regional
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Papua di Kupang Dibubarkan Ormas

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Papua di Kupang Dibubarkan Ormas

Regional
Diperiksa soal Kasus Dugaan Korupsi Internet Desa, Mantan Wabup Flores Timur Dicecar 24 Pertanyaan

Diperiksa soal Kasus Dugaan Korupsi Internet Desa, Mantan Wabup Flores Timur Dicecar 24 Pertanyaan

Regional
Korupsi Dana Zakat Rp 1,1 Miliar, Bendahara Baznas Bengkulu Selatan Jadi Tersangka

Korupsi Dana Zakat Rp 1,1 Miliar, Bendahara Baznas Bengkulu Selatan Jadi Tersangka

Regional
Warga Tambak Lorok Semarang Kembali Diterjang Banjir Rob, Anak Sekolah Harus Diantar dengan Perahu Darurat

Warga Tambak Lorok Semarang Kembali Diterjang Banjir Rob, Anak Sekolah Harus Diantar dengan Perahu Darurat

Regional
Cincin Akik Nyangkut di Jari Warga, Pelepasan Dibantu Damkar Selama 2 Jam

Cincin Akik Nyangkut di Jari Warga, Pelepasan Dibantu Damkar Selama 2 Jam

Regional
Sebanyak 126 Meninggal, Brebes Catat Kasus Kematian Ibu dan Anak Tertinggi Se-Jateng Sepanjang 2022

Sebanyak 126 Meninggal, Brebes Catat Kasus Kematian Ibu dan Anak Tertinggi Se-Jateng Sepanjang 2022

Regional
Usai Karaoke dan Tenggak Miras, Warga Klaten Tewas di Hotel Semarang

Usai Karaoke dan Tenggak Miras, Warga Klaten Tewas di Hotel Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.