Setelah Gempa M 6,1, 16 Gempa Susulan Guncang Maluku Tengah

Kompas.com - 16/06/2021, 19:37 WIB
Warga di Desa Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah memilih mengungsi ke pegunungan setelah gempa 6,1 magnitudo mengguncnag wilayah tersebut, Rabu (16/6/2021) DOK WARGAWarga di Desa Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah memilih mengungsi ke pegunungan setelah gempa 6,1 magnitudo mengguncnag wilayah tersebut, Rabu (16/6/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Sebanyak 16 gempa susulan mengguncang kabupaten Maluku Tengah usai gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah tersebut, Rabu (16/6/2021).

“Sampai malam ini sudah terjadi 16 kali gempa susulan di Maluku Tengah,” kata Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon, Herlambang Hudha kepada Kompas.com saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu malam.

Baca juga: Semua Warga di Sini yang Rumahnya di Pesisir Pantai Sudah Naik ke Gunung Semua...

Dari 16 gempa susulan yang terjadi di wilayah itu, gempa paling besar berkekuatan magnitudo 4,3.

Menurut Herlambang, belasan gempa susulan itu terjadi karena masih ada energi yang dikeluarkan dari dalam bumi setelah gempa utama terjadi.

“Secara teori itu kan gempa besar itu dia akan terus mengeluarkan energi gempa,” ujarnya.

Menurutnya, selama masih ada energi gempa dan tekanan dari dalam bumi maka gempa susulan masih terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena masih ada tekanan jadi sampai posisi yang pas kembali jadi dia membutuhkan keseimbangan,” ungkapnya.

Gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Maluku Tengah diketahui merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi itu memiliki mekanisme pergerakan sesar turun.

Gempa yang dirasakan sangat kuat getarannya itu ikut merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Tehoru.

Baca juga: Bupati Maluku Tengah: Kami Sudah Perintahkan Warga yang Tinggal di Pinggir Pantai Mengungsi

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan rumah-rumah warga yang rusak.

Akibat gempa tersebut, warga desa di pesisir Kecamatan Tehoru dan sekitarnya memilih mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari potensi tsunami.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panen Lele Berujung Maut, 2 Orang Tewas Tertimpa Tembok, lalu Tenggelam di Kolam

Panen Lele Berujung Maut, 2 Orang Tewas Tertimpa Tembok, lalu Tenggelam di Kolam

Regional
Windy Raih Perunggu Olimpiade, Ridwan Kamil Siapkan Bonus Rp 300 Juta

Windy Raih Perunggu Olimpiade, Ridwan Kamil Siapkan Bonus Rp 300 Juta

Regional
Saksikan Penyaluran Bansos ke Seniman, Kang Emil Sebut Saat Ini Tidak Ada Pilihan Ideal

Saksikan Penyaluran Bansos ke Seniman, Kang Emil Sebut Saat Ini Tidak Ada Pilihan Ideal

Regional
Zona Merah Covid-19, Makassar dan Tana Toraja Terapkan PPKM Level 4 Mulai 26 Juli

Zona Merah Covid-19, Makassar dan Tana Toraja Terapkan PPKM Level 4 Mulai 26 Juli

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Juli 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juli 2021

Regional
RSL Asrama Haji dan Rusunawa II Beroperasi, Walkot Maidi Harap BOR di Madiun Turun

RSL Asrama Haji dan Rusunawa II Beroperasi, Walkot Maidi Harap BOR di Madiun Turun

Regional
Cerita Pilu Bilal Meninggal Dalam Sunyi di Atas Becaknya, Mengeluh Sakit, Tenyata Positif Covid-19

Cerita Pilu Bilal Meninggal Dalam Sunyi di Atas Becaknya, Mengeluh Sakit, Tenyata Positif Covid-19

Regional
Minibus Pecah Ban Tabrak Pembatas Jalan Tol Cipularang, 2 Orang Tewas

Minibus Pecah Ban Tabrak Pembatas Jalan Tol Cipularang, 2 Orang Tewas

Regional
Cerita Bocah 3,5 Tahun Tewas di Tangan Ayah Kandung, Dipukul hingga Terhempas ke Dinding

Cerita Bocah 3,5 Tahun Tewas di Tangan Ayah Kandung, Dipukul hingga Terhempas ke Dinding

Regional
Agar Bisa Beroperasi 100 Persen, Ada Perusahaan di Karawang Berubah Jadi Sektor Kritikal

Agar Bisa Beroperasi 100 Persen, Ada Perusahaan di Karawang Berubah Jadi Sektor Kritikal

Regional
Seorang Balita Dipukuli Ayahnya hingga Tewas gara-gara Menangis Ingin Buang Air Kecil, Ini Ceritanya

Seorang Balita Dipukuli Ayahnya hingga Tewas gara-gara Menangis Ingin Buang Air Kecil, Ini Ceritanya

Regional
Pura-pura Jadi Polisi, Komplotan Ini Ternyata Incar Motor Korban, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Buron

Pura-pura Jadi Polisi, Komplotan Ini Ternyata Incar Motor Korban, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Buron

Regional
Buka 2.500 Hektar Lahan Suaka Margasatwa untuk Sawah, Pria Ini Ditangkap di Kontrakan

Buka 2.500 Hektar Lahan Suaka Margasatwa untuk Sawah, Pria Ini Ditangkap di Kontrakan

Regional
Masuk Kriteria PPKM Level 4, Satgas Covid-19 Nunukan Tunggu Arahan Kemendagri

Masuk Kriteria PPKM Level 4, Satgas Covid-19 Nunukan Tunggu Arahan Kemendagri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X