Kapolda Babel: 3 Polda dan Mabes Polri Buru Awak "Kapal Hantu" dan Pemberi Dana

Kompas.com - 15/06/2021, 21:56 WIB

BANGKA, KOMPAS.com - Nakhoda dan awak kapal hantu atau kapal tanpa nama yang dicegat helikopter polisi di laut Bangka Barat  Kepulauan Bangka Belitung hingga kini masih buron alias belum ditemukan.

Polisi Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan dan Polda Lampung untuk melakukan penangkapan.

"Tetap dicari termasuk pemilik dan penyandang dana operasional kapal ini," kata Kepala Polda Bangka Belitung Irjen Anang Syarif Hidayat di Dermaga Polairud Air Anyir Bangka, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Sudah 6 Bulan Satgas Covid-19 Babel Tak Punya Anggaran, Ini Penjelasan Pemprov

Cerita kapolda: heran "kapal hantu" kabur saat didekati anggotanya

Pada kesempatan itu, Anang meninjau kondisi kapal hantu yang telah berhasil dibawa dari kawasan hutan bakau Tanjung Jati, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Anang menuturkan, pihaknya sempat heran karena kapal dengan enam mesin tempel tersebut langsung kabur saat didatangi petugas.

Bahkan nakhoda kapal nekat menambah kecepatan dan menabrakkan kapalnya ke hutan bakau.

"Artinya ini memang ada yang patut dicurigai sehingga terus dilakukan penyelidikan," kata Anang.

Baca juga: Evakuasi Kapal Hantu Butuh 4 Hari dan 31 Petugas dari Mabes Polri, Ditpolair, dan Den Gegana

3 polda dan Mabes Polri buru awak "kapal hantu"

Selain melibatkan kesatuan dari tiga polda, permintaan bantuan penyelidikan juga dilayangkan ke Mabes Polri.

Diperkirakan ada empat penumpang yang terdiri dari satu nakhoda dan tiga awak di kapal itu.

Sementara terkait dugaan adanya barang bawaan yang dibuang ke laut saat proses pengejaran kata Anang telah dicari melibatkan nelayan setempat.

Namun hingga kini belum ditemukan.

Peluang untuk mendapatkan barang tersebut dinilai kecil karena kondisi air laut yang keruh serta kemungkinan sudah rusak dan hancur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Mutun: Daya Tarik, Harga tiket, dan Rute

Pantai Mutun: Daya Tarik, Harga tiket, dan Rute

Regional
Jelang Kunjungan Wapres ke Kaimana Papua Barat, Razia Malam Ditingkatkan

Jelang Kunjungan Wapres ke Kaimana Papua Barat, Razia Malam Ditingkatkan

Regional
Pil Ekstasi Berlogo Kuda Ferarri Beredar di Balikpapan, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Pil Ekstasi Berlogo Kuda Ferarri Beredar di Balikpapan, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Regional
Mahasiswa di Jember Nyaris Bunuh Diri karena 'Overthinking', Ini Pentingnya Edukasi Kesehatan Mental

Mahasiswa di Jember Nyaris Bunuh Diri karena "Overthinking", Ini Pentingnya Edukasi Kesehatan Mental

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 November 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 November 2022

Regional
Petani Gula Jawa di Pegunungan Kulon Progo Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa Cianjur

Petani Gula Jawa di Pegunungan Kulon Progo Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa Cianjur

Regional
Formasi Rekrutmen Guru P3K di Jateng Tak Sesuai Kebutuhan, Pemerintah Pusat Pakai Dapodik Lama

Formasi Rekrutmen Guru P3K di Jateng Tak Sesuai Kebutuhan, Pemerintah Pusat Pakai Dapodik Lama

Regional
Ilegal Masuk Indonesia, 8 Warga Timor Leste Dideportasi dari NTT, Ada Guru dan Pelajar

Ilegal Masuk Indonesia, 8 Warga Timor Leste Dideportasi dari NTT, Ada Guru dan Pelajar

Regional
Pemprov Jateng Minta Pegawai Honorer Tidak Dihapus Pusat, Begini Alasannya

Pemprov Jateng Minta Pegawai Honorer Tidak Dihapus Pusat, Begini Alasannya

Regional
Mloko Sewu: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Mloko Sewu: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Santri Tewas Diduga Dianiaya Seniornya di Sragen, Orangtua: Kami Ingin Tahu Sebab Kematiannya

Santri Tewas Diduga Dianiaya Seniornya di Sragen, Orangtua: Kami Ingin Tahu Sebab Kematiannya

Regional
Tari Jepen: Asal, Gerakan, dan Properti

Tari Jepen: Asal, Gerakan, dan Properti

Regional
Gubernur NTT Cabut Pergub Pengelolaan Taman Nasional Komodo, Tarif Masuk Rp 3,7 Juta Batal?

Gubernur NTT Cabut Pergub Pengelolaan Taman Nasional Komodo, Tarif Masuk Rp 3,7 Juta Batal?

Regional
Ribuan Warga Kupang Antre Minyak Tanah, Berdesakan, Bergelantungan, hingga Nyaris Ricuh

Ribuan Warga Kupang Antre Minyak Tanah, Berdesakan, Bergelantungan, hingga Nyaris Ricuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Dicekik Sang Istri hingga Tewas, Dipicu Pertengkaran Rumah Tangga

Kronologi Sopir Ambulans Dicekik Sang Istri hingga Tewas, Dipicu Pertengkaran Rumah Tangga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.