Oknum Satpol PP Jual Barang Bukti Besi Bekas Billboard ke Tukang Las

Kompas.com - 14/06/2021, 19:17 WIB
Ketahuan menjual besi bekas billoard yang menjadi barang bukti pelanggaran ijin reklame, oknum Satpol PP di Magetan justru pergi diklat ke Surabaya. KOMPAS.COM/SUKOCOKetahuan menjual besi bekas billoard yang menjadi barang bukti pelanggaran ijin reklame, oknum Satpol PP di Magetan justru pergi diklat ke Surabaya.

MAGETAN, KOMPAS.com –  Oknum Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur ketahuan menjual besi bekas billboard yang menjadi barang bukti pelanggaran izin reklame.

Kepala Satpol PP Kabupaten Magetan Rudy Hartono membenarkan adanya oknum yang menjual barang bukti pelanggaran izin reklame tersebut.

Namun, berdasarkan pengakuan pelaku, barang tersebut sudah dikembalikan.

“Pengakuannya ada beberapa (dijual),  tapi sudah dikembalikan semuanya,” ujarnya Senin (14/06/2021).

Baca juga: Viral, Video Petugas Kafe Dipukul, Pelaku Tak Terima Ditegur Saat Menyanyi dengan Suara Sumbang

Rudy menambahkan, saat ini pihaknya belum meminta keterangan pada anggotanya itu.

Sebab, saat ini oknum tersebut sedang menjalani diklat di Surabaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau oknumnya saat ini lagi mengikuti diklat di Surabaya. Kita akan klarifikasi internal dulu,” imbuhnya.

Rudy pun mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah besi bekas billboard yang sempat dijual oknum Satpol PP itu kepada salah satu tukang las di Magetan.

Baca juga: Hanya Tersedia 16 Menit untuk Menyelamatkan Diri jika Tsunami Mengempas Pantai Selatan Blitar

Pihaknya masih akan melakukan inventarisasi besi barang bukti pelanggaran izin reklame yang menumpuk di belakang kantor Satpol PP.

Menurutnya besi-besi tersebut telah dua tahun lebih menumpuk di belakang kantor Satpol PP, bahkan menjadi sarang ular.

“Akhir Bulan Januari 2021 saya datang sudah numpuk disitu. Ularnya banyak di situ,” ucapnya.

Satpol PP Magetan rencananya akan melakukan pembinaan khusus kepada anggotanya yang menjual besi bekas billboard tersebut.

Baca juga: Aksi Tawuran dan Pemukulan Pegawai Kafe di Lamongan, Polisi: Kenapa Ada Live Music Saat Pandemi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bisa Berjualan Selama PPKM Darurat, PKL di Tegal Kibarkan Bendera Putih

Tak Bisa Berjualan Selama PPKM Darurat, PKL di Tegal Kibarkan Bendera Putih

Regional
Keluarga Ini Berupaya Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Polisi Turun Tangan

Keluarga Ini Berupaya Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Polisi Turun Tangan

Regional
Mobilitas Tinggi Jadi Penyebab Melonjaknya Kematian akibat Covid-19 Selama PPKM Darurat di Madiun

Mobilitas Tinggi Jadi Penyebab Melonjaknya Kematian akibat Covid-19 Selama PPKM Darurat di Madiun

Regional
Stok Vaksin Aman, Dinkes Gunungkidul Kejar Target 4.000 Dosis dalam Sehari

Stok Vaksin Aman, Dinkes Gunungkidul Kejar Target 4.000 Dosis dalam Sehari

Regional
Insentif Tenaga Kesehatan Jember Capai Rp 52 Miliar, Kepala Daerah yang Tak Bayar Terancam Dicopot

Insentif Tenaga Kesehatan Jember Capai Rp 52 Miliar, Kepala Daerah yang Tak Bayar Terancam Dicopot

Regional
Ridwan Kamil: Kasus Covid-19 di Jabar Sudah Melandai, tapi Tak Turun Sepenuhnya

Ridwan Kamil: Kasus Covid-19 di Jabar Sudah Melandai, tapi Tak Turun Sepenuhnya

Regional
Sepekan di Zona Oranye, Kota Ambon Kembali ke Zona Merah Covid-19

Sepekan di Zona Oranye, Kota Ambon Kembali ke Zona Merah Covid-19

Regional
Hendak Menikah, Pemuda di Lombok Kaget Mantan Pacar Datang Minta Dinikahi, Begini Akhirnya

Hendak Menikah, Pemuda di Lombok Kaget Mantan Pacar Datang Minta Dinikahi, Begini Akhirnya

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Bantul Capai 890 Kasus, Kebanyakan Tak Dirawat di RS

Angka Kematian Covid-19 di Bantul Capai 890 Kasus, Kebanyakan Tak Dirawat di RS

Regional
Viral, Pemuda di Lombok Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Istri Pertama: Saya Bisa Apa, Namanya Takdir

Viral, Pemuda di Lombok Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Istri Pertama: Saya Bisa Apa, Namanya Takdir

Regional
Pemuda di Lombok Ini Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Begini Kisahnya

Pemuda di Lombok Ini Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Begini Kisahnya

Regional
Bupati Ade Yasin Ungkap Ketersediaan Stok Vaksin di Kabupaten Bogor Menipis

Bupati Ade Yasin Ungkap Ketersediaan Stok Vaksin di Kabupaten Bogor Menipis

Regional
Cinta Nenek Prapti, Menjaga Sang Adik hingga Renta, Sakit dan Tinggal di Kamar Sempit Berdua

Cinta Nenek Prapti, Menjaga Sang Adik hingga Renta, Sakit dan Tinggal di Kamar Sempit Berdua

Regional
Cerita Andik Ditemukan Tewas dengan Tubuh Mengering di Warung Kosong, Diduga Meninggal Lebih dari 10 Hari

Cerita Andik Ditemukan Tewas dengan Tubuh Mengering di Warung Kosong, Diduga Meninggal Lebih dari 10 Hari

Regional
Terharu, Akhirnya Sukadi Tukang Becak Dapat Bantuan Sosial Tunai: Sejak Ganti RT Dibantu, Alhamdulilah...

Terharu, Akhirnya Sukadi Tukang Becak Dapat Bantuan Sosial Tunai: Sejak Ganti RT Dibantu, Alhamdulilah...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X