Ambil Paket Permen Mengandung Ganja, WN Jerman Ditangkap

Kompas.com - 14/06/2021, 16:22 WIB
Konferensi pers penangkapan WN Jerman berinisial DC (30). Dia diamankan polisi dan petugas Pabean Kalbagtim atas kepemilikan permen mengandung THC, senyawa turunan ganja. Dok.Humas Polda KaltaraKonferensi pers penangkapan WN Jerman berinisial DC (30). Dia diamankan polisi dan petugas Pabean Kalbagtim atas kepemilikan permen mengandung THC, senyawa turunan ganja.

TANJUNG SELOR, KOMPAS.com –Polisi bersama Tim Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) menangkap seorang warga negara (WN) Jerman berinisial DC (30) karena diduga menyelundupkan permen yang mengandung senyawa turunan ganja.

DC ditangkap di depan Kantor Pos Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Rabu (9/6/2021).

"Saat itu, target sedang mengambil paket dari Inggris. Paket berisi permen mengandung THC (tetrahydrocannabinol) atau senyawa ganja," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Utara Kombes Pol Budi Rachmat saat dihubungi, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Bawa 44 Kilogram Ganja yang Terbungkus Baju Bekas, Seorang Sopir Ekspedisi Ditangkap

Ada 16 bungkus permen bermacam-macam warna diduga mengandung THC seberat 747,48 gram yang diamankan dalam penangkapan tersebut.

Budi Rachmat menjelaskan, DC adalah WN Jerman kelahiran Inggris yang baru menetap di Bulungan selama satu tahun.

DC merupakan tenaga ahli lahan gambut yang dipekerjakan oleh salah satu instansi pemerintah setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari pengakuan tersangka, permen-permen tersebut untuk konsumsi sendiri. Sejak masih bersekolah menegah atas, dia sudah mengonsumsi senyawa ganja. Katanya untuk obat insomnia yang dia derita, kalau sudah mengonsumsi itu, dia baru bisa tidur," jelasnya.

Baca juga: Cerita Karyawan JNE Gagalkan Pengiriman Ganja Berkedok Asam Gelugur

Kepada polisi, DC mengaku sudah tiga kali memesan barang yang sama dan mengirimkannya ke Bulungan.

Pesanan pertama dikirim dalam bentuk coklat batangan. Sementara paket kedua dan ketiga dikemas dengan bentuk permen warna-warni.

"Tersangka tidak memiliki rekomendasi medis dari instansi kesehatan, dan tidak memiliki legalitas untuk mengonsumsi itu," sebut Budi.

Baca juga: Pakai Ganja Sebagai Penenang, WN Inggris dan Kekasihnya di Bali Ditangkap Polisi

"Kita sangkakan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 127 Ayat (1) Huruf a, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Peraturan menteri kesehatan Nomor 50 tahun 2018," sambungnya.

Selain barang bukti 16 bungkus permen yang mengandung THC, polisi juga menyita ponsel dan paspor milik DC.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Lengkap TM Korban Pinjol, Utang Rp 2,6 Juta Cair 50 Persen, Telat Sehari Sudah Diteror 'Debt Collector', Akhirnya Depresi

Cerita Lengkap TM Korban Pinjol, Utang Rp 2,6 Juta Cair 50 Persen, Telat Sehari Sudah Diteror "Debt Collector", Akhirnya Depresi

Regional
Seekor Anak Jerapah Lahir, Satwa Penghuni Mazoola Lamongan Bertambah

Seekor Anak Jerapah Lahir, Satwa Penghuni Mazoola Lamongan Bertambah

Regional
Buntut Bentrok Simpatisan Silat dan Warga di Lamongan, Polisi dan TNI Gelar Patroli

Buntut Bentrok Simpatisan Silat dan Warga di Lamongan, Polisi dan TNI Gelar Patroli

Regional
Pasang Pelat Motor 'Aku Masih Sayang Kamu', Pengendara Ini Santai Berkeliaran di Jalan Raya

Pasang Pelat Motor "Aku Masih Sayang Kamu", Pengendara Ini Santai Berkeliaran di Jalan Raya

Regional
Seekor Monyet Masuk Auditorium Kampus Unej, Petugas Kesulitan Mengevakuasi

Seekor Monyet Masuk Auditorium Kampus Unej, Petugas Kesulitan Mengevakuasi

Regional
Jadi Tersangka, 2 Karyawan Pinjol di Pontianak Bertugas Memaki Nasabah yang Menunggak

Jadi Tersangka, 2 Karyawan Pinjol di Pontianak Bertugas Memaki Nasabah yang Menunggak

Regional
Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Regional
Mahasiswi di Yogyakarta Diduga Bunuh Diri di Kamar Kos, Sempat Keluhkan Stres Banyak Tugas Kuliah

Mahasiswi di Yogyakarta Diduga Bunuh Diri di Kamar Kos, Sempat Keluhkan Stres Banyak Tugas Kuliah

Regional
'Blok Santri' Lapas Kelas II A Karawang Diresmikan Jadi Pesantren di Hari Santri Nasional

"Blok Santri" Lapas Kelas II A Karawang Diresmikan Jadi Pesantren di Hari Santri Nasional

Regional
Ditangkap Bawa Barang Senilai Rp 15,3 Miliar, 2 Sopir Travel Ini Mengaku hanya Diupah Rp 1 Juta

Ditangkap Bawa Barang Senilai Rp 15,3 Miliar, 2 Sopir Travel Ini Mengaku hanya Diupah Rp 1 Juta

Regional
Anak Usia di Bawah 12 Tahun kembali Diperbolehkan Naik Kereta Api di Madiun, Begini Syarat-Syaratnya.  

Anak Usia di Bawah 12 Tahun kembali Diperbolehkan Naik Kereta Api di Madiun, Begini Syarat-Syaratnya.  

Regional
Mensos Risma Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Kagum dengan Perjuangannya Mengusir Belanda

Mensos Risma Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Kagum dengan Perjuangannya Mengusir Belanda

Regional
BPBD Kabupaten Malang Sebut Belum Ada Kerusakan akibat Gempa

BPBD Kabupaten Malang Sebut Belum Ada Kerusakan akibat Gempa

Regional
Harapan Gubernur Riau di Hari Santri Nasional, Ponpes Lahirkan Santripreneur

Harapan Gubernur Riau di Hari Santri Nasional, Ponpes Lahirkan Santripreneur

Regional
Kunjungi Ponpes di Jatim, Menteri Nadiem Cerita Pengalaman Pernah Menginap di Pesantren Saat Remaja

Kunjungi Ponpes di Jatim, Menteri Nadiem Cerita Pengalaman Pernah Menginap di Pesantren Saat Remaja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.