Lakukan Operasi Selama 4 Jam, Polisi Tangkap 281 Orang Diduga Preman di Semarang

Kompas.com - 13/06/2021, 19:10 WIB
Ilustrasi penangkapan. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANIlustrasi penangkapan.

KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menangkap 281 orang diduga preman hingga juru parkir liar karena dinilai meresahkan warga.

Mereka dijaring di sejumlah titik di Kota Semarang, seperti terminal, pasar, tempat wisata, dan simpang-simpang jalan.

"Pagi tadi mulai dari pukul 09.00 sampai sekitar pukul 13.00 WIB kami melaksanakan operasi premanisme di wilayah Kota Semarang," ujar Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Semarang AKBP Recky, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Dalam operasi penindakan aksi premanisme ini, polisi menyita berbagai barang bukti, seperti uang tunai sebesar Rp 1.840.000, 48 bendera pengatur lalu lintas, papan stop, peluit, dan sejumlah alat lainnya yang dipakai sewaktu mereka beraksi di lapangan.

"Adapun dari hasil operasi, ada sebanyak 281 orang yang diamankan, seperti juru parkir liar, Pak Ogah, pengamen, anak jalanan kemudian preman-preman di pasar dan tukang palak, tukang peras berhasil kita amankan," tutur Recky di Markas Polrestabes Semarang.

Usai ditangkap, mereka dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk didata dan diberi pembinaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi khusus untuk yang ada kaitanya dengan pelanggaran hukum seperti pungutan liar (pungli) dan parkir liar akan tetap kita proses secara hukum," ucap Recky.

Baca juga: Kapolda NTT Berantas Premanisme, Razia Preman Pelabuhan hingga Terminal Bus

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala Dinkes Magetan Gugur Setelah Terpapar Covid-19

Kepala Dinkes Magetan Gugur Setelah Terpapar Covid-19

Regional
Ratusan Orang Menerobos RSUD Kota Mataram untuk Jemput Paksa Jenazah Diduga Covid-19

Ratusan Orang Menerobos RSUD Kota Mataram untuk Jemput Paksa Jenazah Diduga Covid-19

Regional
Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Regional
Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Regional
Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Regional
Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Regional
Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Regional
Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Regional
Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Regional
Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Regional
Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Regional
Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Regional
Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Regional
5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X