Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Kompas.com - 13/06/2021, 14:14 WIB
Ilustrasi garis polisi. THINKSTOCKIlustrasi garis polisi.

KOMPAS.com - Seorang ayah di Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, bernama Khairil Anwar (57), tewas diduga dibunuh oleh anaknya, Irwasnyah (27), Kamis (10/6/2021). Korban tewas dengan posisi tangan dan kaki terikat di dalam kamarnya.

Humas Polres Asahan Iptu Maraden mengatakan, dari keterangan tetangga belakang rumah korban berinisial NE (46) bahwa ia sempat mendengar korban berteriak minta tolong sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Detik-detik Penggerebekan Kampung Narkoba di Sumsel, 18 Orang Diamankan 2 di Antaranya DPO

Namun, saat itu, lanjutnya, saksi tidak berani keluar karena suaminya sedang tidak di rumah.

Kata Mareden, usai membunuh korban, pelaku membuat sandiwara dengan cara mengacak-acak barang yang ada di kamar korban seolah-olah ayahnya menjadi korban perampokan.

"Pelaku mengacak-acak isi lemari korban agar diduga sebagai kasus perampokan," kata Maraden saat dihubungi lewat pesan WhatsApp, Jumat (11/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pria Terikat Lakban Ditemukan Tewas di Kamar oleh Anaknya, Korban Diduga Dirampok

Kepada polisi, pelaku mengaku sakit hati kepada ayahnya karena disebut anak tak berguna.

Bukan itu saja, pelaku juga mengaku tidak pernah dibantu dalam perekonomian oleh sang ayah.

"Motif pelaku menghabisi nyawa korban karena sakit hati dikatakan anak tidak berguna. Dia merasa kecewa karena tidak pernah dibantu dalam hal ekonomi oleh korban," ungkapnya.

Baca juga: Usai Aniaya Driver Ojol hingga Tak Sadarkan Diri, Pelaku lalu Bakar Jasad Korban Pakai Daun Kering

Sebelumnya diberitakan, Warga Dusun II, Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dihebohkan dengan tewasnya Khairil Anwar (57) di rumahnya dengan posisi tangan dan kaki terikat lakban, Kamis (10/6/2021).

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Irwansyah (27), yang saat itu hendak memberikan sarapan kepada ayahnya yang tinggal sendirian di rumah.

Saat itu, Irwansyah hendak pergi ke Medan pukul 05.30 WIB. Sebelum berangkat, ia lantas singgah ke rumah ayahnya yang berjarak 500 meter untuk memberikan sarapan.

Baca juga: Pria yang Tewas dengan Tangan dan Kaki Terikat Ternyata Dibunuh Anak Kandung

Namun, saat itu ia melihat ternyata ayahnya sudah dalam keadaan tewas dengan tangan dan kaki terikat lakban.

Setelah adanya kejadian itu, polisi pun kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

Hasilnya, ternyata pelaku yang membunuh korban adalah anaknya sendiri, yakni Irwansyah.

"Dari hasil penyelidikan sementara mengarah ke arah satu orang pelaku yang bukan lain adalah anak kandung dari korban sendiri. Sudah didapat keterangan bahwa terduga pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap korban (Khairil Anwar)," kata Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Pelaku Perempuan Mengaku Ketagihan Seks, Sepekan Bisa Berhubungan Badan dengan 5 Pria Berbeda

 

(Penulis Kontributor Medan, Dewantoro | Editor Aprillia Ika, David Oliver Purba)/Tribunnews.com



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Giliran Minum Miras Terlewatkan, Cekcok Antar Teman Berujung Maut

Gara-gara Giliran Minum Miras Terlewatkan, Cekcok Antar Teman Berujung Maut

Regional
Gara-gara Sampah Bekas Minuman Terbang ke Pekarangannya, Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar secara Sadis

Gara-gara Sampah Bekas Minuman Terbang ke Pekarangannya, Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar secara Sadis

Regional
Pemkab Lamongan Akhirnya Kantongi Hak Paten Soto Lamongan dan Nasi Boranan

Pemkab Lamongan Akhirnya Kantongi Hak Paten Soto Lamongan dan Nasi Boranan

Regional
Nginap di Rumah Orang Rimba, Nadiem Makarim Dihadiahi Kaus Bertuliskan 'Kami Ingin Bisa Membaca dan Menulis'

Nginap di Rumah Orang Rimba, Nadiem Makarim Dihadiahi Kaus Bertuliskan "Kami Ingin Bisa Membaca dan Menulis"

Regional
Kronologi Balita Tewas Tersengat Listrik, Tarik Bola Lampu yang Menyala Saat Ibu Ganti Baju

Kronologi Balita Tewas Tersengat Listrik, Tarik Bola Lampu yang Menyala Saat Ibu Ganti Baju

Regional
Diduga akibat Korsleting Saat Isi Daya Listrik Ponsel, 10 Rumah Semi Permanen di Bandung Terbakar

Diduga akibat Korsleting Saat Isi Daya Listrik Ponsel, 10 Rumah Semi Permanen di Bandung Terbakar

Regional
Kota Blitar PPKM Level 3 di Instruksi Mendagri, Wali Kota: Sesuai Rilis Bu Gubernur, Kita di Level 2

Kota Blitar PPKM Level 3 di Instruksi Mendagri, Wali Kota: Sesuai Rilis Bu Gubernur, Kita di Level 2

Regional
Pamit Naik ke Gunung Merapi, Warga Kalitengah Lor Sleman Hilang

Pamit Naik ke Gunung Merapi, Warga Kalitengah Lor Sleman Hilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 September 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 September 2021

Regional
Viral, Video Talut di Banjarnegara Ambrol Saat Dipukul dengan Telapak Tangan

Viral, Video Talut di Banjarnegara Ambrol Saat Dipukul dengan Telapak Tangan

Regional
Izin Premier Oil di Perairan Aceh Tidak Diketahui Pemda, Ini Penjelasan SKK Migas

Izin Premier Oil di Perairan Aceh Tidak Diketahui Pemda, Ini Penjelasan SKK Migas

Regional
Baginda Jamaludin Bangun 30 Rumah Angling Dharma di Pandeglang untuk Warga Miskin Tanpa Diminta

Baginda Jamaludin Bangun 30 Rumah Angling Dharma di Pandeglang untuk Warga Miskin Tanpa Diminta

Regional
Masyarakat Adat Bersitegang dengan Petugas dan Aparat di Lokasi Pembangunan Waduk Lambo

Masyarakat Adat Bersitegang dengan Petugas dan Aparat di Lokasi Pembangunan Waduk Lambo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.