Diduga Jadi Pabrik Narkoba, Rumah Kontrakan di Perumahan Kota Tasikmalaya Digerebek BNN

Kompas.com - 12/06/2021, 15:09 WIB
Petugas BNN RI dan Kepolisian masih memeriksa rumah kontrakan yang diduga pabrik narkoba jenis pil koplo atau trihexyphenidyl di Perumahan Bumi Resik Indah, Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/6/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPetugas BNN RI dan Kepolisian masih memeriksa rumah kontrakan yang diduga pabrik narkoba jenis pil koplo atau trihexyphenidyl di Perumahan Bumi Resik Indah, Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/6/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah kontrakan di Perumahan Bumi Resik Indah Blok A Nomor 3 dan 5 Jalan Kantor Pertanahan Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (12/6/2021).

Rumah kontrakan tersebut diduga menjadi pabrik narkoba dan memproduksi pil Y atau Trihexyphenidyl yang termasuk golongan IV narkotika.

Baca juga: Empat Kades di Jember Ditangkap Polda Jatim karena Kasus Narkoba, Bupati: Sedih dan Prihatin

Pil Y adalah obat terlarang pil koplo jenis baru yang jika dikonsumsi akan menimbulkan teler selama tiga hari.

Pil diduga dipakai untuk penenang pasien gangguan jiwa.

"Bahan yang tadi di dalam rumah kontrakan itu pil Y atau Trihexyphenidyl kata petugasnya," jelas Maman (47), salah seorang saksi mata yang ikut menyaksikan penggerebekan, Sabtu pagi.

Baca juga: Rohmiati Kaget, Uang Rp 64 Juta di Tabungannya Ludes, ATM Dicuri dan Dikuras oleh Sales

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dalam rumah tersebut, terdapat kamar khusus yang langsung disegel dan diperiksa oleh petugas.

Kamar berisi mesin dan serbuk yang diduga sebagai bahan pembuatan narkoba berjenis pil tersebut.

Namun, sampai sekarang belum ada keterangan resmi dari BNN Pusat terkait hasil penggerebekan rumah yang diduga pabrik narkoba ini.

Baca juga: Uang Tabungan Rp 64 Juta Ludes Dikuras Sales, Korban Baru Sadar Setelah 1 Bulan, Ini Ceritanya

 

Adapun, penggerebekan rumah kontrakan di Perumahan Bumi Resik Indah Blok A Nomor 3 dan 5 Jalan Kantor Pertanahan Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat itu dilakukan pada Sabtu (12/6/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.

Penggerebakan ini menjadi rentetan historis produksi narkoba di Tasikmalaya.

BNN RI sebelumnya menggerebek sebuah pabrik sumpit rumahan di Kampung/Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dijadikan pabrik jutaan pil PCC jenis Zenith dan pil Carnophen pada Selasa (26/11/2019) lalu.

Pantauan Kompas.com di lokasi, petugas BNN RI dan Kepolisian tak berseragam masih memeriksa sebuah rumah bercat hijau yang tak jauh dari gerbang perumahan pinggir Jalan Pertanahan, Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Mereka terlihat keluar masuk rumah tersebut seusai penggerebekan..

Rumah kontrakan di perumahan tersebut diketahui baru diisi selama hampir 1,5 oleh sepasang pria dan wanita yang mengaku sebagai suami istri asal Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

"Kami juga kaget, soalnya rumah itu hampir selama 1,5 tahun diisi oleh pria dan wanita berumur sekitar 39 tahunan dan mengaku sebagai suami istri. Malahan, istrinya sering ke warung ke sini Pak, kesehariannya mereka tak menutup diri, jadi kami tak curiga," jelas Apeng (52), Ketua RT setempat kepada wartawan, Selasa siang. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Jam Jalan Kaki ke Kiwirok, 35 Personel Satgas Nemangkawi 4 Kali Terlibat Kontak Senjata dengan KKB

30 Jam Jalan Kaki ke Kiwirok, 35 Personel Satgas Nemangkawi 4 Kali Terlibat Kontak Senjata dengan KKB

Regional
Wisata Alam Sendang Seruni di Banyuwangi, Dialiri 7 Sumber Mata Air

Wisata Alam Sendang Seruni di Banyuwangi, Dialiri 7 Sumber Mata Air

Regional
Mengaku Pegawai Honorer BPK, Tersangka Penipuan Masker: Saya Terpaksa, Takut Kena Hukuman Berat

Mengaku Pegawai Honorer BPK, Tersangka Penipuan Masker: Saya Terpaksa, Takut Kena Hukuman Berat

Regional
PTM Terbatas di SMP Negeri 5 Yogyakarta Hanya 3 Jam, Satu Mata Pelajaran 30 Menit

PTM Terbatas di SMP Negeri 5 Yogyakarta Hanya 3 Jam, Satu Mata Pelajaran 30 Menit

Regional
Diduga Depresi gara-gara Ibunya Meninggal, Kakak Tusuk Adik hingga Tewas, lalu Coba Bunuh Diri

Diduga Depresi gara-gara Ibunya Meninggal, Kakak Tusuk Adik hingga Tewas, lalu Coba Bunuh Diri

Regional
Jokowi Tepati Janji, 90 Ton Jagung Seharga Rp 4.500 Per Kilogram Tiba di Blitar

Jokowi Tepati Janji, 90 Ton Jagung Seharga Rp 4.500 Per Kilogram Tiba di Blitar

Regional
Wajah Keraton Dalam Pemanfaatan Tanah di Yogyakarta (3)

Wajah Keraton Dalam Pemanfaatan Tanah di Yogyakarta (3)

Regional
Oknum Polisi Diduga Terlibat Penambangan Ilegal dan Sebabkan Kebakaran

Oknum Polisi Diduga Terlibat Penambangan Ilegal dan Sebabkan Kebakaran

Regional
Gubernur Viktor Sebut Capaian Vaksin Covid-19 di NTT Baru 27 Persen

Gubernur Viktor Sebut Capaian Vaksin Covid-19 di NTT Baru 27 Persen

Regional
3 Pencuri Besi Rel Kereta Api Diringkus, 2 di Antaranya Masih Pelajar

3 Pencuri Besi Rel Kereta Api Diringkus, 2 di Antaranya Masih Pelajar

Regional
Cerita Rahmad, Petugas Penyapu Jalan, Honor Seret Saat Pandemi, Bertahan Hidup dari Bansos Dermawan

Cerita Rahmad, Petugas Penyapu Jalan, Honor Seret Saat Pandemi, Bertahan Hidup dari Bansos Dermawan

Regional
Penemuan Mayat “Mr X” di Kulon Progo, Pengungkapan Identitas Masih Terkendala, Ini Penyebabnya

Penemuan Mayat “Mr X” di Kulon Progo, Pengungkapan Identitas Masih Terkendala, Ini Penyebabnya

Regional
Kadinkes Meranti Simpan 3.000 Alat Rapid Test Kemenkes di Klinik Pribadi, lalu Dijual Seharga Rp 150.000

Kadinkes Meranti Simpan 3.000 Alat Rapid Test Kemenkes di Klinik Pribadi, lalu Dijual Seharga Rp 150.000

Regional
Patok Harga hingga Rp 26 Juta, Empat Penjual Obat Terapi Covid-19 di Atas HET Dibekuk Polisi

Patok Harga hingga Rp 26 Juta, Empat Penjual Obat Terapi Covid-19 di Atas HET Dibekuk Polisi

Regional
Polres Karimun Gelar Operasi Patuh Seligi 2021, Ini Sasarannya

Polres Karimun Gelar Operasi Patuh Seligi 2021, Ini Sasarannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.