Petani Karet Selundupkan 25 Kg Sabu Dibungkus Teh Cina, Dituntut Hukuman Mati

Kompas.com - 11/06/2021, 17:08 WIB
Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan Khaidirman. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan Khaidirman.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menuntut terdakwa Taufik Hidayat (47) dengan hukuman mati lantaran kedapatan telah menyelundupkan sabu sebanyak 25 kilogram pada 10 Februari 2021 lalu.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam sidang virtual yang digelar di Pengadilan Negeri Palembang pada Kamis (10/06/2021) kemarin.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan Khaidirman mengatakan, tuntutan hukuman terberat tersebut dijatuhkan JPU lantaran tak ada hal yang meringankan dari terdakwa Taufik.

Bahkan, perbuatan Taufik yang telah menyelundupkan sabu sebanyak 25 kilogram dapat berdampak buruk bagi generasi muda dan tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

"Pertimbangannya tidak ada hal yang meringankan, sehingga kita mengenakan terdakwa pasal 114 ayat 2 Undang-undang narkoba dengan hukuman mati," kata Khaidirman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (11/06/2021).

Baca juga: Cerita Penyelundupan 25 Kg Sabu dari Sebatik ke Balikpapan, Diangkut Perahu Cepat Selama 4 Hari

Khaidirman menjelaskan, dalam kasus tersebut Taufik bekerja sebagai kurir yang membawa sabu. Bahkan terdakwa diupah Rp 15 juta untuk mengantarkan sabu ke kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah sidang tuntutan berlangsung, proses selanjutnya akan dilakukan sidang dengan agenda pembelaan atau pleidoi pada kamis pekan depan.

"Harapan kami vonis yang dijatuhkan hakim sama dengan tuntutan JPU," ujarnya.

Baca juga: Datang dari Surabaya ke Medan Jemput 25 Kg Sabu, Surur Tewas Ditembak Polisi

Sebelumnya, Taufik Hidayat (47) seorang petani karet yang tercatat sebagai warga Desa Kota Baru, Kecamatan Penulak Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan lantaran kedapatan membawa sabu sebanyak 25 kilogram.

Penangkapan Taufik berlangsung di Jalan Lintas, Kelurahan Balai Agung, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan pada Rabu (10/2/2021) kemarin sekitar pukul 16.15WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Regional
Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Regional
Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Regional
Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Regional
62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

Regional
Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Regional
Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

Regional
Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Regional
Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Regional
Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Regional
Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Regional
Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X