Alasan Sopir Truk Tronton Kabur Usai Tabrak Mahasiswa hingga Tewas: Takut Dihakimi Massa

Kompas.com - 11/06/2021, 15:39 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.(SHUTTERSTOCK) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi kecelakaan lalu lintas.(SHUTTERSTOCK)

KOMPAS.com - Seorang sopir truk tronton berinisial DP (52) menyerahkan diri ke Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota pada Jumat (11/6/2021).

DP merupakan sopir truk tronton yang kabur setelah menabrak seorang mahasiswa bernama Yairus Markos Lanikari (21) hingga tewas pada Kamis (10/6/2021).

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Herman Yohanes, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Kasat Lantas Polres Kupang Kota AKP Andri Aryansyah membenarkan, DP telah menyerahkan diri.

Baca juga: Anggota TNI yang Pukul Karyawan SPBU Jadi Tersangka, Ditahan di Denpom Kupang

"Dia menyerahkan diri tadi," kata Andri kepada Kompas.com, Jumat.

Andri menuturkan, setelah insiden kecelakaan itu, DP mengaku bersembunyi di bawah kolong kendaraan yang parkir di salah satu gudang di sekitar lokasi kejadian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasannya, DP takut dihakimi massa karena telah menabrak seseorang hingga tewas.

Setelah merasa aman, DP yang merupakan warga Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang itu menyerahkan diri ke Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Regional
Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Regional
Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Regional
Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Regional
62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

Regional
Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Regional
Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

Regional
Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Regional
Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Regional
Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Regional
Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Regional
Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X