Pemerintah Pangkas Bibit Ayam Pedaging, Peternak Ayam Petelur di Blitar Protes

Kompas.com - 11/06/2021, 09:26 WIB
Puluhan perwakilan peternak ayam petelur melakukan unjuk rasa memrotes keluarnya surat edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dinilai merugikan peternak ayam petelur, Kamis (10/6/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIPuluhan perwakilan peternak ayam petelur melakukan unjuk rasa memrotes keluarnya surat edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dinilai merugikan peternak ayam petelur, Kamis (10/6/2021)

 

Surat edaran itu ditujukan kepada perusahaan-perusahaan pembibitan ayam pedaging atau produsen DOC.

Perwakilan peternak ayam petelur yang lain, Rofi Asifun, menjelaskan, sebenarnya persoalan ini lebih kepada pelanggaran dalam pelaksanaan pemotongan produksi sesuai surat edaran.

Jutaan butir telur calon bibit ayam pedaging yang terkena pemangkasan produksi bibit ayam, ujarnya, seharusnya tidak masuk ke pasaran.

Namun praktiknya, ujar Rofi, jutaan telur itu mengalir ke pasar telur secara ilegal karena pengusaha pembibitan ayam pedaging tidak mau rugi.

Masalah berlanjut karena telur bibit ayam pedaging itu dijual di bawah harga di pasaran, yakni Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kilogram.

"Yang kami tahu setiap ada kebijakan pemotongan produksi bibit ayam pedaging, harga telur di pasar jatuh. Maka yang kami lakukan adalah memrotes kebijakan itu," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ambulans Bawa 250 Dosis Vaksin Covid-19 Terguling di Blitar

Para peternak, ujarnya, sebenarnya sadar kebijakan tersebut tidak berpengaruh pada harga telur di pasar jika telur bibit ayam pedaging tidak "bocor" ke pasar telur.

Namun, tambahnya, para peternak ayam petelur tidak tahu harus melayangkan protes ke siap terkait mengalirnya telur ayam pedaging ke pasar.

Para peternak ayam petelur menduga ada permainan antara perusahaan pembibitan ayam pedaging dengan pihak tertentu yang selalu mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemangkasan produksi bibit ayam pedaging.

Terjadi insiden kecil di tengah berlangsungnya audiensi di Pendopo Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar tersebut, yaitu puluhan peternak yang tidak sabar menunggu berlangsungnya audiensi tiba-tiba membentangkan spanduk dan melakukan orasi serta meneriakkan yel-yel penolakan pada surat edaran itu.

Suryono dan Rofi berjanji akan kembali melakukan protes jika kebijakan yang membelit peternak ayam petelur tersebut tidak segera dicabut.

Provinsi Jawa Timur merupakan produsen telur ayam terbesar di tingkat nasional, di dalamnya, Kabupaten Blitar adalah produsen telur ayam terbesar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hal Soal Sekapuk, Desa Miliarder di Gresik yang Dulu Tertinggal, Kini Miliki 5 Mobil Mewah yang Dibeli Tunai

5 Hal Soal Sekapuk, Desa Miliarder di Gresik yang Dulu Tertinggal, Kini Miliki 5 Mobil Mewah yang Dibeli Tunai

Regional
Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Regional
Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Regional
'Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup...'

"Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup..."

Regional
Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Regional
Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Regional
Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Regional
Resmi Milik Kabupaten Lamongan, Apa Ciri Khas Soto Lamongan?

Resmi Milik Kabupaten Lamongan, Apa Ciri Khas Soto Lamongan?

Regional
Gubernur Viktor Usulkan Pembangunan Lab Kesehatan Hewan untuk Tangani Flu Babi Afrika di NTT

Gubernur Viktor Usulkan Pembangunan Lab Kesehatan Hewan untuk Tangani Flu Babi Afrika di NTT

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu di Jepara Dibunuh Anak Kandungnya | Pakaian Bekas dari Timor Leste Diselundupkan ke Indonesia

[POPULER NUSANTARA] Ibu di Jepara Dibunuh Anak Kandungnya | Pakaian Bekas dari Timor Leste Diselundupkan ke Indonesia

Regional
Ganjar Pranowo Soroti Klaster PTM Purbalingga: yang Tidak Lapor, Bubarkan!

Ganjar Pranowo Soroti Klaster PTM Purbalingga: yang Tidak Lapor, Bubarkan!

Regional
Di Balik Kasus Perusakan Batu Nisan Pemakaman Muslim di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polisi

Di Balik Kasus Perusakan Batu Nisan Pemakaman Muslim di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Sultan Jamaludin dari Angling Dharma Pandeglang Bangun 30 Rumah Warga, Gubernur Wahidin: Pemda Ribuan

Sultan Jamaludin dari Angling Dharma Pandeglang Bangun 30 Rumah Warga, Gubernur Wahidin: Pemda Ribuan

Regional
Polisi Sebut Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar yang Dicuri Teller Sudah Diganti Pihak Bank

Polisi Sebut Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar yang Dicuri Teller Sudah Diganti Pihak Bank

Regional
Foto-foto Perumahan Angling Dharma Pandeglang yang Sempat Heboh Dikira Kerajaan

Foto-foto Perumahan Angling Dharma Pandeglang yang Sempat Heboh Dikira Kerajaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.