[POPULER NUSANTARA] Penemuan Mayat Wanita Hamil di Septic Tank | Bocah SD Kirim Surat untuk Minta Jambu

Kompas.com - 11/06/2021, 06:30 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - SA (25) menghilang sejak 21 Mei 2021. Karena telah lama hilang, keluarga curiga kalau SA meninggal dunia.

Padahal, perempuan asal Perumahan Griya Sakti di Jalan Garuda Sakti KM 9, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, itu tengah mengandung.

Dugaan keluarga SA benar. Wanita yang sedang hamil 7 bulan itu ditemukan tewas terkubur di septic tank di depan rumahnya.

Berita populer lainnya adalah seputar tindakan anak sekolah dasar (SD) yang mengirimkan surat kepada pemilik rumah untuk meminta buah jambu mawar.

Cara yang dilakukan bocah tersebut menyentuh hati pemilik rumah, Yulia Wulandari.

Oleh si bocah, surat itu ditempelkan di pagar rumah Yulia. Di dalam suratnya, bocah tersebut menanyai soal boleh tidaknya dirinya meminta jambu mawar milik Yulia.

Berikut adalah berita-berita yang menjadi sorotan pembaca Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Penemuan mayat wanita hamil berawal dari mimpi

Jasad SA (25) dievakuasi petugas kepolisian setelah ditemukan terkubur di depan rumahnya di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (8/6/2021).KOMPAS.com/IDON Jasad SA (25) dievakuasi petugas kepolisian setelah ditemukan terkubur di depan rumahnya di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (8/6/2021).

SA (25) yang menghilang sejak 21 Mei 2021, ditemukan tewas terkubur di dalam septic tank di depan rumahnya.

Penemuan mayat wanita hamil ini bermula dari mimpi kakak kandung korban. Di dalam mimpinya, kakak SA melihat korban berada di depan rumah.

Keluarga kemudian memutuskan untuk mencari SA di rumahnya di Jalan Garuda Sakti KM 9, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

Mereka tak menemui seorang pun di rumah. Keluarga lalu berinisiatif menemui Muhammad Junaidi, tukang gali lubang yang juga anak buah suami SA.

"Dia (Junaidi) bilang di rumah tidak ada apa-apa, cuma disuruh (suami korban) gali lubang septic tank depan rumah. Kami yakin korban dibunuh," ucap adik ipar korban, Cipto, Selasa (8/6/2021).

Saat gundukan di depan rumah digali, keluarga menemukan jenazah SA.

Baca selengkapnya: Detik-detik Kakak Temukan Adiknya yang Hamil 7 Bulan Tewas Terkubur di Septic Tank Depan Rumah

 

2. Bikin terkesan, bocah SD tulis surat untuk minta jambu

Cuplikan video TikTok viral soal anak yang meminta jambu di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cuplikan video TikTok viral soal anak yang meminta jambu di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yulia Wulandari, perempuan yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini dibikin terkesan oleh tindakan seorang anak SD.

Bocah tersebut menempelkan surat di pagar rumah Yulia.

Di dalam suratnya, dia menanyakan soal boleh tidaknya dirinya meminta jambu mawar kepunyaan Yulia.

"Permisi saya anak SD, maaf saya boleh enggak minta jambu mawarnya. Ciri: warnanya kuning, bulat, daunnya panjang, baunya harum, kalau sudah gantung di pagar,” tulis si bocah.

Yulia kemudian memasukkan jambu mawarnya ke tas plastik dan meletakkannya di pagar sesuai permintaan anak SD itu.

Sore harinya, mereka bertemu.

"Saya tidak sempat bertanya banyak, kayaknya dia buru-buru banget. Senang banget anaknya sopan, baik, senang bangetlah ketemu dia," ujar Yulia, Selasa (8/6/2021).

Baca selengkapnya: Kisah di Balik Secarik Surat Bocah SD Minta Jambu Mawar ke Tetangga

3. Kurir paket tularkan Covid-19, satu desa lockdown

Ilustrasi lockdown karena virus coronaShutterstock Ilustrasi lockdown karena virus corona

Puluhan warga di pedukuhan di Desa Gantungan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terpapar Covid-19.

Akibatnya, dukuh tersebut harus di-lockdown.

"Tujuannya mengurangi aktivitas keluar masuk pedukuhan dan dalam rangka pemantauan yang isoman. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal dr. Sarmanah.

Ia menyampaikan, meningkatnya persebaran virus corona di dukuh itu diduga disebabkan oleh terpaparnya seorang warga yang bekerja sebagai kurir.

"Dari laporan bermula seorang warga yang bekerja pengantar paket positif Covid-19, yang ternyata menularkan ke istrinya yang hamil," tuturnya, Rabu (9/6/2021).

Sarmanah mengatakan, mayoritas warga yang positif Covid-19 mengalami gejala ringan, sehingga mereka melakukan isolasi mandiri atau tidak sampai dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Puluhan Warga Terpapar Covid-19 dari Kurir Paket, Satu Pedukuhan di Kabupaten Tegal Lockdown

 

4. Saat Gubernur Sumsel turun tangan ganti kerugian ojol

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, saat menengahi para driver Ojol di salah satu gerai cepat saji di Palembang, Rabu (9/6/2021).Tangkapan Layar Instagram Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, saat menengahi para driver Ojol di salah satu gerai cepat saji di Palembang, Rabu (9/6/2021).

Para pengemudi ojek online (ojol) di Palembang, Sumatera Selatan, yang sudah mengantre lama untuk memenuhi order BTS Meal dari pelanggan, mendadak kesal.

Mereka menyebut, order tersebut dibatalkan sepihak oleh pihak McDonald’s selaku tempat penjualan BTS Meal.

Saat melintas di dekat gerai tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turun dari mobil dinasnya. Dia terkejut karena banyaknya kerumunan di tempat itu.

Usai mendengar keluhan pengemudi ojol, Herman mengatakan bakal mengganti kerugian mereka.

"Yang dibatalkan berapa, rata-rata orderan kalian berapa. Kamu nyari rezeki tempat lain dulu nanti aku ganti. Sudahlah, jadilah kamu kuganti Rp 50 ribu satu orang," kata dia, Rabu (9/6/2021).

Herman kemudian meminta para pengemudi ojol untuk membubarkan diri agar tidak membuat kerumunan.

Baca juga: Gubernur Sumsel Turun Tangan Ganti Kerugian Driver Ojol akibat Order BTS Meal Dibatalkan Sepihak

5. Bermula dari diklakson, pemotor rusak mobil di Bandara YIA

Aksi perusakan mobil dalam area Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Polisi menahan satu terduga pelaku.DOKUMENTASI POLRES KP Aksi perusakan mobil dalam area Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Polisi menahan satu terduga pelaku.

Mobil Xenia hitam AB 1534 QG yang dikemudikan Rahmad Jati Kurniawan mengalami pecah kaca usai dilempar batu di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Pelakunya diduga adalah DF (22), seorang mahasiswa asal Sumatera Selatan.

Usai peristiwa itu, DF ditangkap Aviation Security (Avsec) atau Sekuriti Bandara YIA dan kemudian diserahkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Temon.

“Kami (Polsek Temon) tengah menangani kasus perusakan pada kaca mobil di Bandara YIA,” terang Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana, Kamis (10/6/2021).

Kejadian ini bermula saat DF mendahului mobil Rahmad dari sisi kanan, lalu mendadak belok kiri tepat depan mobil.

Rahmad lantas membunyikan klakson lama. Hal ini diduga membuat pelaku marah.

Baca juga: Tersinggung Diklakson, Pemotor Rusak Mobil di Bandara YIA

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Tegal; Kontributor Palembang, Aji YK Putra; Kontributor Yogyakarta Dani Julius Zebua | Editor: David Oliver Purba, Michael Hangga Wismabrata, Dony Aprian, I Kadek Wira Aditya,Teuku Muhammad Valdy Arief)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Shalatkan Almarhum Pemilik Batik Danar Hadi Solo, Jenazah Tetap di Mobil

Warga Shalatkan Almarhum Pemilik Batik Danar Hadi Solo, Jenazah Tetap di Mobil

Regional
Saat Kades di Klaten Curhat soal Bansos ke Ganjar

Saat Kades di Klaten Curhat soal Bansos ke Ganjar

Regional
Ketagihan Nyabu dan Main Game Online, 3 Pemuda Nekat Gasak Gelang Emas di Rumah Warga

Ketagihan Nyabu dan Main Game Online, 3 Pemuda Nekat Gasak Gelang Emas di Rumah Warga

Regional
10 Terdakwa Kasus Bola Sabu Lolos dari Hukuman Mati, Jaksa Ajukan Kasasi

10 Terdakwa Kasus Bola Sabu Lolos dari Hukuman Mati, Jaksa Ajukan Kasasi

Regional
Kreativitas Lurah di Kediri Tangani Covid-19, Bangun Kesadaran Masyarakat dengan Lomba Berhadiah

Kreativitas Lurah di Kediri Tangani Covid-19, Bangun Kesadaran Masyarakat dengan Lomba Berhadiah

Regional
Duduk Perkara Polsek Nimboran Dibakar Massa, Berawal dari Anggota Polisi Lumpuhkan Pelaku Pemalakan

Duduk Perkara Polsek Nimboran Dibakar Massa, Berawal dari Anggota Polisi Lumpuhkan Pelaku Pemalakan

Regional
Dihubungi Menteri via Video Call, Penjual Cilok: Saya Sangat Terharu dan Bahagia

Dihubungi Menteri via Video Call, Penjual Cilok: Saya Sangat Terharu dan Bahagia

Regional
Pita Hitam Tersemat di Lengan Kanan Saat Melepas Sang Pejuang Garda Terdepan

Pita Hitam Tersemat di Lengan Kanan Saat Melepas Sang Pejuang Garda Terdepan

Regional
Terkejut Anaknya Gigit Wafer Pemberian Bercampur Potongan Silet, Orangtua Lapor Polisi

Terkejut Anaknya Gigit Wafer Pemberian Bercampur Potongan Silet, Orangtua Lapor Polisi

Regional
Polemik Sumbangan Rp 2 Triliun dari Anak Akidi Tio hingga Polisi Beda Pernyataan

Polemik Sumbangan Rp 2 Triliun dari Anak Akidi Tio hingga Polisi Beda Pernyataan

Regional
Sekolah yang Nekat Gelar Tatap Muka Akan Dibubarkan dan Diberi Sanksi

Sekolah yang Nekat Gelar Tatap Muka Akan Dibubarkan dan Diberi Sanksi

Regional
Masuk ke Indonesia Melalui 'Jalur Tikus', Warga Timor Leste Diamankan

Masuk ke Indonesia Melalui "Jalur Tikus", Warga Timor Leste Diamankan

Regional
Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Jaya di Olimpiade, Greysia/Apriyani Dapat Hadiah di Kampung Halamannya

Regional
Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pembunuh Plt Kepala BPBD Merangin Terancam Hukuman Seumur Hidup

Regional
Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Sosok Apriyani Rahayu di Mata Teman Sesama Atlet Bulu Tangkis Sultra

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X