Upaya Tenaga Medis di Bangkalan Hadapi Masyarakat yang Menolak Disuntik Vaksin Covid-19

Kompas.com - 10/06/2021, 18:49 WIB
sejumlah Atlet, Pelatih, offcial yang tergabung dalam pelaku olahraga dilakukan vaksin, di ruang rapat pendopo dinas Bupati Bangkalan, Selasa, (2021/6/8). KOMPAS.COM/MUCHLISsejumlah Atlet, Pelatih, offcial yang tergabung dalam pelaku olahraga dilakukan vaksin, di ruang rapat pendopo dinas Bupati Bangkalan, Selasa, (2021/6/8).

SURABAYA, KOMPAS.com - Program vaksinasi di Bangkalan menemukan hambatan. Sejumlah masyarakat masih takut menerima vaksin Covid-19.

Kepala Puskesmas Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, Jawa Timur, dr Purwati mengatakan, ia menggandeng seluruh lapisan masyarakat untuk melancarkan program vaksinasi.

Ia mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan tokoh agama. Kader kesehatan di tingkat desa juga dilibatkan.

"Selama ini ada kader kesehatan yang kita vaksin pertama, tokoh masyarakat, tokoh adat. Di tahap dua ini (pelayanan) kami selalu melibatkan semua elemen dalam memberikan pemahaman terkait vaksin ini, dan pendekatan yang lainnya kita lewat ibu-ibu bidan desa, kita harus memberikan pencerahan dan edukasi bahwa vaksin ini perlu," kata Purwati saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis (10/9/2021).

Purwati masih menerima penolakan dari masyarakat. Meski tahu vaksin bisa menstimulasi kekebalan tubuh melawan Covid-19, masyarakat selalu punya alasan agar tak divaksin.

“Ada yang bilang, tidak bu, saya sehat tidak mau divaksin,” tutur Purwanti menirukan jawaban salah satu warga.

Baca juga: Pegawai Pemkot Surabaya yang Berdomisili di Bangkalan Diminta Bekerja dari Rumah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di wilayah Jaddih, para tenaga medis di bawah puskesmas memiliki tanggung jawab menuntaskan program vaksin Covid-19 dengan sasaran 1.000 orang.

Namun, Pur dan anak buahnya harus bekerja ekstra untuk mencapai target setelah adanya lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

"Hari ini hari pertama kita melakukan vaksin pada tahap dua (sasaran sektor pelayanan). Kebetulan di Puskemas Jaddih ini karena tempatnya di perdesaan sasarannya banyak. Dan capaiannya masih sedikit. Terutama di pelayan pasar, pelayanan toko, pedagang pasar masih sedikit," kata dia.

Dari target 1.000 orang, Pur harus menyuntikkan vaksin minimal kepada 100 orang dalam seminggu. Jadwal pelayanan vaksin di puskesmas pun hanya berlangsung pada Selasa dan Rabu.

Untuk memaksimalkan vaksinasi di jadwal yang terbatas itu, Pur memanfaatkan media sosial sebagai pusat informasi vaksin.

Ia juga menyebar informasi melalui pesan WhatsApp dan memasang banner untuk setiap kegiatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Serukan Copot Jokowi, Aktivis HMI Jadi Tersangka | Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Terdampak Pandemi

[POPULER NUSANTARA] Serukan Copot Jokowi, Aktivis HMI Jadi Tersangka | Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Terdampak Pandemi

Regional
Sedang Butuh Tabung Oksigen, Pasien Covid-19 Ini Malah Ditipu

Sedang Butuh Tabung Oksigen, Pasien Covid-19 Ini Malah Ditipu

Regional
Viral, Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Viral, Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Rajin Sumbang Bubur untuk Pasien Isoman, Warung di Semarang Diborong Ganjar

Rajin Sumbang Bubur untuk Pasien Isoman, Warung di Semarang Diborong Ganjar

Regional
Rentetan Gempa di Tojo Una-una, Siang Diguncang M 5,9, Malam M 6,3

Rentetan Gempa di Tojo Una-una, Siang Diguncang M 5,9, Malam M 6,3

Regional
Gempa M 6,3 Guncang Tojo Una-una, Warga Pesisir Mengungsi

Gempa M 6,3 Guncang Tojo Una-una, Warga Pesisir Mengungsi

Regional
Ini Usaha Akidi Tio, Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Ini Usaha Akidi Tio, Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Regional
Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Regional
Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Regional
Sumba Timur Terapkan PPKM Level 4, Ini Kata Bupati

Sumba Timur Terapkan PPKM Level 4, Ini Kata Bupati

Regional
Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Waspadai Longsor

Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Waspadai Longsor

Regional
139,7 Ton Beras Bantuan PPKM dari Kemensos untuk 15.477 Keluarga Tiba di Blitar

139,7 Ton Beras Bantuan PPKM dari Kemensos untuk 15.477 Keluarga Tiba di Blitar

Regional
PPKM Level 4, Keluar dan Masuk Kota Pekanbaru Wajib Diperiksa

PPKM Level 4, Keluar dan Masuk Kota Pekanbaru Wajib Diperiksa

Regional
PPKM Level 4, Polres Sumedang Berlakukan Ganjil Genap

PPKM Level 4, Polres Sumedang Berlakukan Ganjil Genap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X