Kalap Anak Diusir Sekolah, Orangtua Tikam Kepsek hingga Tewas, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 10/06/2021, 12:34 WIB
Ilustrasi garis polisi. THINKSTOCKIlustrasi garis polisi.

KOMPAS.com - Tak terima anaknya diusir saat hendak mengikuti ujian kenaikan kelas, seorang orangtua murid nekat menikam Kepala Sekolah SDI Ndora Deliana Azi dengan sangkur hingga tewas, Selasa (8/6/2021).

Setelah itu, orangtua murid berinisial DD itu menyerahkan sangkur itu ke petugas keamanan sekolah dan menyerahkan diri ke polisi bersama kepala desa setempat. 

Menurut Kapolsek Nangaroro Iptu Sudarmin Syafrudin, DD emosi lantaran anaknya diusir karena belum membayar uang sumbangan komite sekolah sebesar Rp 1.743.000.

Baca juga: Kisah di Balik Secarik Surat Bocah SD Minta Jambu Mawar ke Tetangga

Lalu, saat meminta penjelasan Deliana, emosi pria asal Desa Ulupulu, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu terpancing saat mendengar ancaman korban yang hendak melapor ke polisi.

"Setelah mendengar ancaman kepala sekolah, pelaku bangun dan langsung mencabut pisau sangkur serta langsung menikam korban mengenai bagian perut sebelah kanan," kata Sudarmin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kami Antre Tiga jam, Itu Bisa Dapat Lima Orderan, Sekarang Hanya Satu

Sangkur milik kadus

Sudarmin menjelaskan, sangkur yang digunakan DD adalah milik kepala desa.

Pisau sangkur itu diambil saat DD datang ke rumah kades untuk mengadi perihal kondisi anaknya yang diusir sekolah.

Baca juga: Orangtua Siswa yang Tikam Kepala Sekolah Jadi Tersangka, Begini Kronologi Kasusnya...

"Pada saat itu juga, pelaku melihat sangkur milik Kepala Desa yg digantung di dinding ruangan tamu dan langsung mengambil tanpa pemberitahuan. Saat itu juga pelaku menuju ke sekolah," kata Sudarmin.

Atas perbuatan itu, DD dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan terancam 2,8 tahun penjara.

(Penulis: Kontributor Maumere, Nansianus Taris | Editor: Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Regional
Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Regional
Sumba Timur Terapkan PPKM Level 4, Ini Kata Bupati

Sumba Timur Terapkan PPKM Level 4, Ini Kata Bupati

Regional
Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Waspadai Longsor

Gempa M 6,5 di Tojo Una-una, BMKG Minta Warga Waspadai Longsor

Regional
139,7 Ton Beras Bantuan PPKM dari Kemensos untuk 15.477 Keluarga Tiba di Blitar

139,7 Ton Beras Bantuan PPKM dari Kemensos untuk 15.477 Keluarga Tiba di Blitar

Regional
PPKM Level 4, Keluar dan Masuk Kota Pekanbaru Wajib Diperiksa

PPKM Level 4, Keluar dan Masuk Kota Pekanbaru Wajib Diperiksa

Regional
PPKM Level 4, Polres Sumedang Berlakukan Ganjil Genap

PPKM Level 4, Polres Sumedang Berlakukan Ganjil Genap

Regional
Angka Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Wonogiri Berlakukan PPKM Level 4

Angka Kematian Pasien Covid-19 Tinggi, Wonogiri Berlakukan PPKM Level 4

Regional
Baliho Puan Maharani di 8 Lokasi di Surabaya Juga Dicoreti, Ini yang Dilakukan PDI-P

Baliho Puan Maharani di 8 Lokasi di Surabaya Juga Dicoreti, Ini yang Dilakukan PDI-P

Regional
Ada Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Camat Jebres Solo Tutup 5 Hari

Ada Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Camat Jebres Solo Tutup 5 Hari

Regional
Kasus Harian Covid-19 di Riau di Atas 1.000, Ternyata karena Warga Bandel Tak Mau Nurut

Kasus Harian Covid-19 di Riau di Atas 1.000, Ternyata karena Warga Bandel Tak Mau Nurut

Regional
Gempa M 6,3 di Tojo Una-una, Warga Diungsikan ke Kantor Bupati

Gempa M 6,3 di Tojo Una-una, Warga Diungsikan ke Kantor Bupati

Regional
Aturan Baru PPKM Level 4 di Kota Serang

Aturan Baru PPKM Level 4 di Kota Serang

Regional
DPC PDI-P Blitar Yakin Vandalisme Baliho Puan Maharani Bermuatan Politis

DPC PDI-P Blitar Yakin Vandalisme Baliho Puan Maharani Bermuatan Politis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X