Ojek Online Berjam-jam Menunggu BTS Meal di Gerai McD Kedaton Lampung

Kompas.com - 09/06/2021, 16:30 WIB
Ratusan ojek online menumpuk di gerai McDonald's cabang Kedaton untuk mengambil pesanan promo BTS Meal, Rabu (9/6/2021). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYARatusan ojek online menumpuk di gerai McDonald's cabang Kedaton untuk mengambil pesanan promo BTS Meal, Rabu (9/6/2021).

LAMPUNG, KOMPAS.com - Ratusan ojek online menumpuk di gerai McDonald's cabang Kecamatan Kedaton, Lampung, Rabu (9/6/2021).

Mereka menunggu pesanan produk BTS Meal yang baru diluncurkan restoran cepat saji tersebut.

Para pengendara ojek online ini bahkan menunggu lama untuk mengambil pesanan konsumen tersebut.

Baca juga: Satgas Covid-19 Hentikan Pesanan Menu BTS Meal di Gerai McD Kota Serang

Salah satu driver, Fery (37) mengatakan, dia dan para rekannya sudah menunggu hampir 3 jam di gerai yang berada di Jalan ZA Pagar Alam tersebut.

"Saya sudah 3 jam menunggu (pesanan), Bang. Belum jadi juga sampai sekarang," kata Fery.

Ratusan ojek online tersebut menumpuk, lantaran pesanan BTS meal itu belum selesai meski mereka sudah tiba di gerai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tadi saya dari Kemiling, lumayan jauh, Bang. Sampai di sini, pesanan belum jadi. Ternyata yang lain juga menunggu," kata Fery.

Baca juga: BTS Meal Timbulkan Keramaian, Satpol PP Kota Bandung Segel 2 Gerai McD

Pantauan Kompas.com di gerai McDonald's tersebut, ratusan ojek online terlihat berkumpul di area parkir.

Bahkan, mereka juga berdesakan hingga ke meja pelayanan di dalam gedung.

Heri (39) mengatakan, rekannya sesama ojek online yang datang tidak hanya dari lokasi yang berdekatan dengan gerai tersebut.

Mereka datang dari lokasi lain yang jaraknya cukup jauh dari gerai.

"Karena banyak yang pesan akhirnya menumpuk di sini. Mungkin di tempat lain sudah penuh atau bagaimana. Ini ada kawan yang dari Tanjung Karang Pusat ngambil di sini," kata Heri.

Heri mengatakan, promo yang dikeluarkan McDonald's membuat para konsumen serentak memesan melalui aplikasi.

"Saya ini dapat order enam, yang lain ada yang 10 sekali order," kata Heri.

Sementara itu, Ricky (25) mengaku mendapatkan komplain dari konsumen, lantaran pesanan belum diantarkan meski sudah menunggu 2 jam.

"Sudah saya telepon tadi, saya bilang saja, sama saya kirim video bahwa di sini menumpuk," kata Ricky.

Terkait penumpukan pesanan tersebut, hingga berita ini dibuat belum ada tanggapan dari pengelola gerai McDonald's cabang Kedaton tersebut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusnawi Mencari Keadilan, Lulus Seleksi Tapi Tak Diakui BKKBN

Rusnawi Mencari Keadilan, Lulus Seleksi Tapi Tak Diakui BKKBN

Regional
Cerita Penderita Stroke yang Tak Mampu Berobat Didatangi Gubernur

Cerita Penderita Stroke yang Tak Mampu Berobat Didatangi Gubernur

Regional
Sempat Diamputasi, KKB Pecatan TNI Senat Soll Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Sempat Diamputasi, KKB Pecatan TNI Senat Soll Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dokter

Regional
Kronologi Pencurian Truk yang Gagal karena Mogok di Jalan, Pelaku Panik dan Tinggalkan Mobil Sewaan

Kronologi Pencurian Truk yang Gagal karena Mogok di Jalan, Pelaku Panik dan Tinggalkan Mobil Sewaan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Kolonel TNI AU Tertipu Jabatan di BKKBN | Jaguar, Merpati Kolong Harga Miliaran

[POPULER NUSANTARA] Mantan Kolonel TNI AU Tertipu Jabatan di BKKBN | Jaguar, Merpati Kolong Harga Miliaran

Regional
Heboh Dugaan Pelecehan Mahasiswa, Purek 3 Unsri: Kabar Itu Masih Abstrak

Heboh Dugaan Pelecehan Mahasiswa, Purek 3 Unsri: Kabar Itu Masih Abstrak

Regional
Rancang Layanan 'Medical Tourism', Eri Cahyadi Ingin Surabaya Jadi Rujukan Wisata Kesehatan

Rancang Layanan "Medical Tourism", Eri Cahyadi Ingin Surabaya Jadi Rujukan Wisata Kesehatan

Regional
Hasil Pemeriksaan Jiwa Keluar, Penyerang Ustaz di Batam Jadi Tersangka

Hasil Pemeriksaan Jiwa Keluar, Penyerang Ustaz di Batam Jadi Tersangka

Regional
Aksi Keprihatinan, Peternak di Blitar Bagikan 25.000 Butir Telur Gratis Pagi Ini

Aksi Keprihatinan, Peternak di Blitar Bagikan 25.000 Butir Telur Gratis Pagi Ini

Regional
'Nomor Kepegawaian yang Saya Terima Setelah Menjabat Kepala BKKBN Ternyata Bodong'

"Nomor Kepegawaian yang Saya Terima Setelah Menjabat Kepala BKKBN Ternyata Bodong"

Regional
Tradisi Maranggir, Menyucikan Diri di Bah Damanik Simalungun, Konon Tempat Mandi Raja

Tradisi Maranggir, Menyucikan Diri di Bah Damanik Simalungun, Konon Tempat Mandi Raja

Regional
Pencuri di Surabaya Tinggalkan Truk Rampasan di Jalan gara-gara Mogok

Pencuri di Surabaya Tinggalkan Truk Rampasan di Jalan gara-gara Mogok

Regional
Soal Perseteruan Bupati dan Wabup Bojonegoro, Ini Langkah PDI-P Jatim

Soal Perseteruan Bupati dan Wabup Bojonegoro, Ini Langkah PDI-P Jatim

Regional
Kisah Rusnawi, Tanggalkan Pangkat Kolonel TNI demi Jabatan Kepala BKKBN, tapi Kini Malah Jadi Pegawai Kontrak

Kisah Rusnawi, Tanggalkan Pangkat Kolonel TNI demi Jabatan Kepala BKKBN, tapi Kini Malah Jadi Pegawai Kontrak

Regional
Modus Tersangka Kasus Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK, Pecah Paket Pengerjaan Proyek Agar Tak Dilelang

Modus Tersangka Kasus Korupsi Studi Kelayakan Lahan SMA/SMK, Pecah Paket Pengerjaan Proyek Agar Tak Dilelang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.