Kejaksaan Telusuri Aliran Dana Korupsi Pengadaan Masker di Dinkes Banten

Kompas.com - 09/06/2021, 15:07 WIB
Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana KOMPAS.com/RASYID RIDHOKepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana

SERANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Banten sedang mendalami aliran dana kasus dugaan korupsi pengadaan masker medis di Dinas Kesehatan Banten.

Kepala Kejati Banten Asep Nana Mulyana mengatakan, penyidik kini tengah menelusuri ke mana aliran dana dalam kasus tersebut.

"Kita ingin mengetahui secara persis bagaimana aliran dari dana tersebut, pencarian dan kemudian penganggaran juga termasuk," kata Asep kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: PPDB Banten, bagi yang Tak Punya Akses Internet Bisa Datang ke Sekolah

Untuk itu, penyidik terus menggali informasi dan keterangan dengan melakukan pemanggilan kepada saksi-saksi.

Selain itu, penyidik juga sedang menelusuri adanya aset-aset yang bisa diselamatkan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi masker medis itu.

Sebelumnya, Kejati Banten sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp1,6 miliar itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiganya berinisal AS dan WF dari pihak swasta atau penyedia masker PT RAM.

Kemudian tersangka LS yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

"Kami tentu pegangannya alat bukti. Sepanjang alat bukti memenuhi, tentu akan kami proses, kemudian melimpahkan ke pengadilan sesuai degan hukum acara yang berlaku," kata Asep.

Baca juga: Tanggapi Dugaan Korupsi Pengadaan Masker Medis, Menkes Budi: Enggak Takut? Dosanya Gede Banget

Adapun proyek pengadaan masker medis jenis KN95 sebanyak 15 ribu helai dianggarkan oleh Pemprov melalui Dinkes Banten sebesar Rp3,3 miliar.

Masker bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 diduga di-mark up harganya tiga kali lipat dari Rp 70.000 menjadi Rp 220.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Remaja Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan, Ini Kata Polisi

2 Remaja Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan, Ini Kata Polisi

Regional
105 Siswa dan 12 Guru Terpapar Corona, 22 Sekolah di Bandung Ditutup

105 Siswa dan 12 Guru Terpapar Corona, 22 Sekolah di Bandung Ditutup

Regional
Rumah Bandar Narkoba Digerebek, Seorang Oknum Polisi Malah Ikut Diamankan Petugas

Rumah Bandar Narkoba Digerebek, Seorang Oknum Polisi Malah Ikut Diamankan Petugas

Regional
Distrik Kiwirok Diklaim Aman dari KKB, 282 Pengungsi di Oksibil Papua Akan Segera Dipulangkan

Distrik Kiwirok Diklaim Aman dari KKB, 282 Pengungsi di Oksibil Papua Akan Segera Dipulangkan

Regional
Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Muara Sungai, Ditemukan 15 Meter dari TKP Tenggelam

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Muara Sungai, Ditemukan 15 Meter dari TKP Tenggelam

Regional
Kadinkes Kalbar: Mau 1 atau 24 Jam Keluar Hasil PCR, Tarif Harus Rp 300.000

Kadinkes Kalbar: Mau 1 atau 24 Jam Keluar Hasil PCR, Tarif Harus Rp 300.000

Regional
Bonus Atlet Jabar Penyabet Medali Diberikan 2 Tahap, Tahun Ini dan Tahun Depan

Bonus Atlet Jabar Penyabet Medali Diberikan 2 Tahap, Tahun Ini dan Tahun Depan

Regional
Empat Hari Pencarian, 9 ABK KM Liberty I Belum Ditemukan, Basarnas: Peluang Bisa Diselamatkan Sedikit

Empat Hari Pencarian, 9 ABK KM Liberty I Belum Ditemukan, Basarnas: Peluang Bisa Diselamatkan Sedikit

Regional
Aksara Daerah yang Bisa Diakses di Perangkat Digital Bertambah Tahun Depan

Aksara Daerah yang Bisa Diakses di Perangkat Digital Bertambah Tahun Depan

Regional
Apakah Fenomena YouTuber Mengubah Pandangan terhadap Pekerjaan Real?

Apakah Fenomena YouTuber Mengubah Pandangan terhadap Pekerjaan Real?

Regional
Wali Kota Surabaya Optimistis Generasi Muda Mampu Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Wali Kota Surabaya Optimistis Generasi Muda Mampu Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Intan Jaya Papua, Serka Asep Alami Luka Tembak di Bagian Perut

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Intan Jaya Papua, Serka Asep Alami Luka Tembak di Bagian Perut

Regional
Hujan Deras dan Angin di Bondowoso, Pohon Roboh Timpa Rumah hingga 2 Warung

Hujan Deras dan Angin di Bondowoso, Pohon Roboh Timpa Rumah hingga 2 Warung

Regional
Detik-detik Avanza Ditabrak KA Barang hingga Terpental 40 Meter di Grobogan, Korban Tewas 3 Orang

Detik-detik Avanza Ditabrak KA Barang hingga Terpental 40 Meter di Grobogan, Korban Tewas 3 Orang

Regional
Diduga Keracunan Makanan, Penyelenggara Hajatan di Nganjuk Turut Dirawat di RSUD Kertosono

Diduga Keracunan Makanan, Penyelenggara Hajatan di Nganjuk Turut Dirawat di RSUD Kertosono

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.