Aplikasi PPDB Online 2021 Kacau, Disdik Sumut Belum Akan Perpanjang Masa Pendaftaran

Kompas.com - 09/06/2021, 12:52 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Sumut) belum mengambil keputusan untuk memperpanjang masa pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 untuk SMA dan SMK, menyusul banyak keluhan dari orangtua siswa terkait masalah dan kekacauan pada aplikasi PPDB online.

Desakan untuk memperpanjang masa pendaftaran juga datang dari Ombudsman perwakilan Sumut setelah menemukan bahwa aplikasi PPDB tersebut tidak dipersiapkan secara matang.

Baca juga: PPDB Sumut 2021, Pilih SMA di Medan, Malah Hasilnya SMA Deli Serdang, Ini Penjelasannya

Akibatnya, banyak orangtua murid yang gagal mendaftarkan anak mereka.

Hanya saja, sampai hari terakhir pendaftaran dan seleksi untuk jalur afirmasi, perpindahan orangtua/wali dan prestasi pada 9 Juni, pihak dinas belum memperpanjang masa pendaftaran tersebut.

"Belum ada. Proses pendaftaran masih berjalan sesuai jadwal yan ditetapkan sebelumnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Syaifuddin saat dihubungi, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: PPDB 2021 Online di Sumatera Utara Kacau, Ini Temuan Ombudsman

Dia bahkan membantah adanya masalah pada aplikasi PPDB online yang siapkan dinas pendidikan.

Padahal, sejak hari pertama pendaftaran untuk tiga jalur tersebut dibuka, pada 7 Juni kemarin, sudah banyak orangtua siswa yang komplain.

Bahkan, pada 8 Juni, seratusan orangtua siswa dari berbagai daerah, mulai dari Medan, Deliserdang dan Serdangbedagai memadati Kantor Dinas Pendidikan Sumut di Jalan Cik Ditiro karena menemui kendala pada aplikasi.

"Tidak ada masalah," kata Syaifuddin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persiapan Nataru, 2 Warga Nunukan Datangkan Ratusan Miras Ilegal dari Malaysia

Persiapan Nataru, 2 Warga Nunukan Datangkan Ratusan Miras Ilegal dari Malaysia

Regional
Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel

Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel

Regional
Jadi Muncikari Prostitusi Online di Kebumen, Pemuda Ini Dapat Bayaran Rp 100 Ribu Per Transaksi

Jadi Muncikari Prostitusi Online di Kebumen, Pemuda Ini Dapat Bayaran Rp 100 Ribu Per Transaksi

Regional
Naik 7,45 Persen, Ini Besaran UMK di Perbatasan RI-Malaysia Tahun 2023

Naik 7,45 Persen, Ini Besaran UMK di Perbatasan RI-Malaysia Tahun 2023

Regional
Dispangtan Salatiga Sebut Masyarakat Mulai Kurangi Konsumsi Nasi

Dispangtan Salatiga Sebut Masyarakat Mulai Kurangi Konsumsi Nasi

Regional
2 Wartawan Gadungan Peras SPBU di Pati Belasan Juta Rupiah

2 Wartawan Gadungan Peras SPBU di Pati Belasan Juta Rupiah

Regional
4 Pelajar SMKN 10 Semarang Dibekuk Polisi, Ikut Serang SMKN 3 dan Bawa Sajam

4 Pelajar SMKN 10 Semarang Dibekuk Polisi, Ikut Serang SMKN 3 dan Bawa Sajam

Regional
Ruminah Bersimpuh di Hadapan Plh Bupati Brebes Minta Anaknya yang Dipenjara Bebas

Ruminah Bersimpuh di Hadapan Plh Bupati Brebes Minta Anaknya yang Dipenjara Bebas

Regional
Buang Bayinya dari Hasil Hubungan Gelap, Ibu Muda di Kalsel Syok dan Menyesal

Buang Bayinya dari Hasil Hubungan Gelap, Ibu Muda di Kalsel Syok dan Menyesal

Regional
Ada 11 Napi Teroris di Banten, 3 Sudah Ikrar Setia ke NKRI

Ada 11 Napi Teroris di Banten, 3 Sudah Ikrar Setia ke NKRI

Regional
Terkatung-katung di Laut Jawa, 3 WNA Dievakuasi ke Jakarta

Terkatung-katung di Laut Jawa, 3 WNA Dievakuasi ke Jakarta

Regional
500 Polisi dan TNI di Ambon Dikerahkan Jelang Laga Belanda Vs Argentina, 17 Titik Jalan Disekat

500 Polisi dan TNI di Ambon Dikerahkan Jelang Laga Belanda Vs Argentina, 17 Titik Jalan Disekat

Regional
Percikan Api di Lubang Penuh Metana Diduga sebab Tambang di Sawahlunto Meledak

Percikan Api di Lubang Penuh Metana Diduga sebab Tambang di Sawahlunto Meledak

Regional
Korban Terakhir Ledakan Tambang di Sawahlunto Ditemukan, Total 10 Orang Tewas

Korban Terakhir Ledakan Tambang di Sawahlunto Ditemukan, Total 10 Orang Tewas

Regional
Indeks Pencegahan Korupsi Raih Skor Tertinggi, Semarang Jadi Kota Terbaik Pencegahan Korupsi

Indeks Pencegahan Korupsi Raih Skor Tertinggi, Semarang Jadi Kota Terbaik Pencegahan Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.