Bupati Bangkalan: Testing Masif Akan Dilakukan di 4 Kecamatan Epicentrum Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 08/06/2021, 21:19 WIB
Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Ganip Warsito, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Surabaya meninjau penyekatan di pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Selasa (8/6/2021). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANBupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Ganip Warsito, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Surabaya meninjau penyekatan di pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Selasa (8/6/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron memastikan akan melakukan testing secara masif di empat kecamatan yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Bangkalan.

Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Kota Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Geger.

Hal itu setelah dirinya mendapat arahan dari Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Bangkalan.

"Jadi, Kepala BNPB, Menteri Kesehatan tadi meninjau langsung ke lokasi rumah sakit dan puskesmas yang ada di 4 kecamatan di Bangkalan. Untuk itu, kami lakukan tracing di empat kecamatan itu, yang menjadi episentrum awal penyebaran Covid-19," kata Ra Latif, kepada wartawan di Suramadu sisi Surabaya, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: 6 Preman Pengeroyok Anggota TNI AL di Terminal Bungurasih Ditangkap

Ra Latif mengingatkan kepada warganya agar tidak takut dan khawatir saat dilakukan tes swab antigen dan swab PCR.

Hal tersebut, kata dia, untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari ancaman virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Harapan kami kepada masyarakat, jangan khawatir untuk diswab antigen atau di-PCR. Karena ini demi keselamatan kita sendiri dan lingkungan keluarga. Hanya dengan cara disiplin dan patuh prokes yang harus kita terapkan. Ini harapan kami untuk masyarakat," ujar Ra Latif.

Ra Latif menyebut pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan para kepala daerah di tiga kabupaten lain di Madura.

Tujuannya, agar warga dari Kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, yang hendak melintas di Surabaya juga membawa surat kesehatan swab antigen.

"Bagi yang melintas ke Surabaya, saya sudah koordinasi dengan (kepala daerah) di tiga Kabupaten Madura yang lainnya. Bupati Sampang, Pamekasan, dan Sumenep agar warga yang akan melintas ke Surabaya agar membawa surat kesehatan minimal rapid antigen, agar tidak terjadi kemacetan yang panjang ini," ucap Ra Latif.

Di samping itu, terkait kapasitas di rumah sakit di Bangkalan yang sempat tersisa 17 bed, Ra Latif memastikan sudah melakukan penambahan kapasitas kamar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Banyak Kapal Asing Bebas Mondar-mandir di Laut Natuna Utara

Ini Alasan Banyak Kapal Asing Bebas Mondar-mandir di Laut Natuna Utara

Regional
Bebas dari Penjara, WN Rusia yang Terlibat Kasus Narkotika di Bali Dideportasi

Bebas dari Penjara, WN Rusia yang Terlibat Kasus Narkotika di Bali Dideportasi

Regional
Tipu Petani soal Penjualan BBM, Briptu JS Diburu Propam Polres Rote Ndao

Tipu Petani soal Penjualan BBM, Briptu JS Diburu Propam Polres Rote Ndao

Regional
Senyum Pedagang Suvenir Menyambut Kedatangan Pengunjung Makam Bung Karno

Senyum Pedagang Suvenir Menyambut Kedatangan Pengunjung Makam Bung Karno

Regional
Cuaca Buruk, Lima Daerah di Polewali Mandar Rawan Banjir dan Longsor, Masyarakat Diminta Waspada

Cuaca Buruk, Lima Daerah di Polewali Mandar Rawan Banjir dan Longsor, Masyarakat Diminta Waspada

Regional
Ini Cerita TNI Gadungan Berani Bentak Anggota Kodim Saat Ditangkap

Ini Cerita TNI Gadungan Berani Bentak Anggota Kodim Saat Ditangkap

Regional
Diterjang Puting Beliung, 36 Rumah di Banyuwangi Rusak

Diterjang Puting Beliung, 36 Rumah di Banyuwangi Rusak

Regional
Mobil Berisi Satu Keluarga yang Hendak Melayat Tenggelam di Sungai, 3 Orang Hilang

Mobil Berisi Satu Keluarga yang Hendak Melayat Tenggelam di Sungai, 3 Orang Hilang

Regional
Pengemudi Tak Konfirmasi Pelanggaran ETLE, Sebanyak 6.925 STNK Terancam Diblokir

Pengemudi Tak Konfirmasi Pelanggaran ETLE, Sebanyak 6.925 STNK Terancam Diblokir

Regional
Oknum Polisi Menghilang Usai Tipu Petani, Begini Penjelasan Polres Rote Ndao

Oknum Polisi Menghilang Usai Tipu Petani, Begini Penjelasan Polres Rote Ndao

Regional
Hari ini Kendaraan yang Naik ke Puncak Bogor Dihentikan Sementara, One Way Berlaku ke Arah Jakarta

Hari ini Kendaraan yang Naik ke Puncak Bogor Dihentikan Sementara, One Way Berlaku ke Arah Jakarta

Regional
Peziarah Banjiri Makam Bung Karno di Hari Pertama Uji Coba Pembukaan

Peziarah Banjiri Makam Bung Karno di Hari Pertama Uji Coba Pembukaan

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun yang Libatkan 9 Kendaraan di Agam, 8 Orang Luka-luka

Kronologi Tabrakan Beruntun yang Libatkan 9 Kendaraan di Agam, 8 Orang Luka-luka

Regional
Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang

Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang

Regional
Truk yang Tabrak 8 Kendaraan di Jalan Raya Padang-Bukittinggi Diduga ODOL

Truk yang Tabrak 8 Kendaraan di Jalan Raya Padang-Bukittinggi Diduga ODOL

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.