Kompas.com - 08/06/2021, 17:07 WIB
Para orang tua siswa mengeluh karena sistem pada aplikasi PPDB online untuk pendaftaran siswa SMA sederajat kacau dan banyak kendala. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIPara orang tua siswa mengeluh karena sistem pada aplikasi PPDB online untuk pendaftaran siswa SMA sederajat kacau dan banyak kendala.

MEDAN, KOMPAS.com - Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sumut di Jalan Cik Ditiro, Medan, Selasa (8/6/2021).

Kedatangan Ombudsman kesana untuk mencari tahu penyebab kacaunya sistem pada aplikasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online yang disiapkan pihak dinas pendidikan.

Baca juga: PPDB Sumut 2021, Pilih SMA di Medan, Malah Hasilnya SMA Deli Serdang, Ini Penjelasannya

"Banyak keluhan yang masuk kepada kami. Rata-rata karena sistemnya error," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar di lokasi.

Berdasarkan penulusuran dan interaksi dengan sejumlah orangtua siswa di sana, pihaknya menemukan sejumlah masalah dalam aplikasi PPDB online yang disiapkan panitia.

Baca juga: Kisah Tragis Seorang Santri di Sumut, Tewas Diduga Dipukul Kakak Kelasnya Hanya karena Saling Sindir

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menyebut, pihak penyelenggara tidak mempersiapkan aplikasi tersebut secara matang sehingga terjadi kekacauan.

"Pertama saya lihat aplikasi kacau ya. Kayaknya, tidak dipersiapkan dengan matang," ungkapnya.

Pihaknya mencatat ada beberapa kekacauan yang ditemukan dalam aplikasi tersebut, antara lain, masalah ini telah terjadi sejak hari pertama pendaftaran jalur afirmasi, perpindahan orangtua atau wali dan jalur prestasi pada 7 Juni kemarin.

Ini artinya ada satu hari kosong di mana orangtua gagal mendaftarkan anak mereka ke sekolah.

 

Masalah berikutnya adalah hasil registrasi yang keluar justru berbeda dari pilihan para orangtua.

Misalnya, pada saat memasukkan data pada aplikasi orang tua memilih sekolah A, namun saat proses pengisian data rampung, hasil registrasi keluar justru sekolah B.

Ketiga, Abyadi menjelaskan di dalam aplikasi itu tidak terlihat jalur pendaftaran yang hendak dipilih. Ini tentu semakin bikin repot bahkan para orantua siswa jadi kebingunan.

Masalah ini kian diperparah dengan ketidaksiapan panitia di lapangan.

Berdasarkan pantauan pihaknya di tempat masyarakat mengeluh di dinas pendidikan, hanya ada dua petugas yang melayani para orangtua terkait masalah teknis seperti itu.

Untuk itu, pihaknya meminta Dinas Pendidikan Sumut untuk memperpanjang masa pendaftaran calon siswa baru tersebut.

"Saya kira ini sangat penting, ini jadi catatan kami tadi. Ini sudah menyebabkan kerugian, jadi saya harap diperpanjang pendaftaranya," sebut Abyadi.

Meski banyak calon peserta didik yang gagal mendaftar, batas waktu pendaftaran jalur prestasi dan afirmasi hanya berlangsung dari tanggal 7 sampai 9 Juni 2021.

Dinas Pendidikan Sumut juga belum mengumumkan perpanjangan waktu pendaftaran.

Tahun ini target penerimaan siswa SMA dan SMK di Sumut sebanyak 154.057 siswa, dengan rincian 92.377 siswa SMA dan 61.680 siswa SMK.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

403 Bidang Tanah di Boyolali Terdampak Tol Solo-Yogya, 157 Sudah Dibebaskan

403 Bidang Tanah di Boyolali Terdampak Tol Solo-Yogya, 157 Sudah Dibebaskan

Regional
Wali Kota Ambon: kalau Ada yang 80 Persen Siswanya Belum Divaksin, Saya Tak Izinkan Sekolah Itu Tatap Muka

Wali Kota Ambon: kalau Ada yang 80 Persen Siswanya Belum Divaksin, Saya Tak Izinkan Sekolah Itu Tatap Muka

Regional
Bermula Temukan Kejanggalan, Polisi Bongkar Makam DS, Kakak Korban Ritual Ilmu Hitam di Gowa

Bermula Temukan Kejanggalan, Polisi Bongkar Makam DS, Kakak Korban Ritual Ilmu Hitam di Gowa

Regional
Gubernur Khofifah: Tidak Ada Lagi Daerah PPKM Level 3 dan 4 di Jatim

Gubernur Khofifah: Tidak Ada Lagi Daerah PPKM Level 3 dan 4 di Jatim

Regional
Capaian Vaksinasi Lansia di Jombang Masih Rendah

Capaian Vaksinasi Lansia di Jombang Masih Rendah

Regional
Beberapa Hari Ekskavasi, BPCB Jatim Temukan Struktur Bata Candi di Demangan, Madiun

Beberapa Hari Ekskavasi, BPCB Jatim Temukan Struktur Bata Candi di Demangan, Madiun

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2021

Regional
2 Kadis Tak Hadir Saat Acara, Edy Rahmayadi: Jangan Coba-coba, Capek Nanti Kau Saya Buat

2 Kadis Tak Hadir Saat Acara, Edy Rahmayadi: Jangan Coba-coba, Capek Nanti Kau Saya Buat

Regional
Gugatannya Ditolak, PT Pranaindah Gemilang Harus Bayar Ganti Rugi Karhutla Rp 238,6 M

Gugatannya Ditolak, PT Pranaindah Gemilang Harus Bayar Ganti Rugi Karhutla Rp 238,6 M

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 September 2021

Regional
Rugi Rp 1 Milar Gara-gara 80 Ular Piton Mati Terbakar, Satria Masih Semangat Mengoleksi

Rugi Rp 1 Milar Gara-gara 80 Ular Piton Mati Terbakar, Satria Masih Semangat Mengoleksi

Regional
BOR 34 Persen, RS di Yogyakarta Mulai Alihkan Tempat Tidur Covid-19

BOR 34 Persen, RS di Yogyakarta Mulai Alihkan Tempat Tidur Covid-19

Regional
Pekerja Migran dari Malaysia Positif Covid-19 Melahirkan di RS Saat Isolasi, Baru 8 Hari Tiba di Indonesia

Pekerja Migran dari Malaysia Positif Covid-19 Melahirkan di RS Saat Isolasi, Baru 8 Hari Tiba di Indonesia

Regional
Total 130 Ton Jagung dari Kementan Tiba di Blitar, Peternak Ayam: Bukan Bagian yang Dijanjikan Pak Jokowi...

Total 130 Ton Jagung dari Kementan Tiba di Blitar, Peternak Ayam: Bukan Bagian yang Dijanjikan Pak Jokowi...

Regional
Rumah Kolektor Reptil di Sidoarjo Terbakar, 80 Ular Piton Mati Terpanggang

Rumah Kolektor Reptil di Sidoarjo Terbakar, 80 Ular Piton Mati Terpanggang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.