12 Tahun Menabung demi Haji, Pedagang Cabai Pasrah Batal Berangkat

Kompas.com - 08/06/2021, 14:14 WIB
Jumati asal Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa Bantaeng, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/NURWAHIDAHJumati asal Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa Bantaeng, Sulawesi Selatan.

BANTAENG, KOMPAS.com- Jumati asal Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa Bantaeng, Sulawesi Selatan, hanya bisa pasrah setelah mengetahui adanya pembatalan pemberangkatan jemaah haji 1442 Hijriah atau 2021.

Padahal, janda beranak tujuh ini telah bersiap untuk melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima ini.

"Saya sudah melakukan vaksinasi diselenggarakan oleh Dinkes, tapi dapat info dari cucu kalau batal berangkat," kata Jumati, kepada Kompas.com, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Cerita Calon Jemaah Haji Asal Palembang, 2 Kali Batal Berangkat

Jumati mendaftar haji pada awal 2009, dengan biaya hasil jualan cabai, jeruk nipis, dan pisang di pasar.

Dari keuntungan tak seberapa itu ditabung sedikit demi sedikit demi memenuhi harapannya berangkat haji.

"Sudah 12 tahun saya menabung dari keuntungan jualan, kadang untung Rp 15.000,"tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah pemerintah mengumumkan pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji, Jumati terpaksa menerima kenyataan dan mengikuti keputusan pemerintah.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Pemerintah Lobi Ulang Arab Saudi soal Pembatalan Haji

Ia pun tak berencana mengambil kembali biaya perjalanan hajinya yang sudah disetorkan ke pemerintah.

"Saya tetap menunggu semoga tahun depan bisa berangkat,"jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng Muhammad Yunus, mengatakan Kabupaten Bantaeng salah satu daerah di Indonesia yang dengan daftar tunggu haji terlama.

"Bantaeng termasuk Kabupaten yang terlama, jadi kalau daftar tahun ini maka calon jamaah haji harus menunggu 43 tahun baru bisa berangkat," ungkapnya.

Jumlah pendaftar saat ini di Bantaeng 8100 calon jamaah dengan kuota pertahun 182 orang.

Ia menjelaskan, calon jamaah haji yang batal berangkat, dapat menarik uang yang telah disetor.

Baca juga: Mengaku Sudah Manasik hingga Vaksinasi, Ani Kaget Lagi-lagi Batal Naik Haji

Hal tersebut diatur dalam keputusan Menteri Agama nomor 660 tahun 2021 tentang, Pembatalan Pemberangkatan pada Penyelenggara Ibadah Haji tahun 1442 H /2021 M.

Adapun prosedur permohonan pengembalian setoran, maka calon jamaah haji mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kemenag Kota.

Selain itu menyertakan bukti asli setoran lunas dari Bank Penerima Setoran (BPS), fotokopi buku tabungan, fotokopi KTP dan nomor telepon calon jamaah haji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Damkar Lamongan Evakuasi 2 Ekor Ular King Kobra dari Lahan di Samping Rumah Warga

Petugas Damkar Lamongan Evakuasi 2 Ekor Ular King Kobra dari Lahan di Samping Rumah Warga

Regional
Vario Terjun ke Empang Ikan Bandeng, Pasangan Muda Mudi Tewas di TKP

Vario Terjun ke Empang Ikan Bandeng, Pasangan Muda Mudi Tewas di TKP

Regional
Polisi Tunggu Hasil Otopsi Mahasiswa UNS Solo yang Tewas Saat Diklatsar Menwa

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Mahasiswa UNS Solo yang Tewas Saat Diklatsar Menwa

Regional
Bripka IS, Polisi Perampok Mobil Mahasiswa, Dipecat Tidak Hormat

Bripka IS, Polisi Perampok Mobil Mahasiswa, Dipecat Tidak Hormat

Regional
Malu Hamil di Luar Nikah, Sepasang Kekasih Aborsi Bayinya dan Buang Jasadnya di Depan Masjid

Malu Hamil di Luar Nikah, Sepasang Kekasih Aborsi Bayinya dan Buang Jasadnya di Depan Masjid

Regional
Pura-pura Tawarkan Pekerjaan, Pria di Sleman Cabuli ABG Sesama Jenis

Pura-pura Tawarkan Pekerjaan, Pria di Sleman Cabuli ABG Sesama Jenis

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Ungkap Sulitnya Vaksinasi Warga di Pelosok Sumut

Gubernur Edy Rahmayadi Ungkap Sulitnya Vaksinasi Warga di Pelosok Sumut

Regional
Capaian Vaksin Lansia Kurang 1,5 Persen, Pemkab Magetan Kebut Vaksinasi 'Door to Door'

Capaian Vaksin Lansia Kurang 1,5 Persen, Pemkab Magetan Kebut Vaksinasi "Door to Door"

Regional
Pasien Covid-19 di Maluku Tersisa 20 Orang, Satgas Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes

Pasien Covid-19 di Maluku Tersisa 20 Orang, Satgas Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes

Regional
Tren Covid-19 di Jabar Turun, RSHS Relokasi Nakes dan Fasilitas Jadi Non-Covid

Tren Covid-19 di Jabar Turun, RSHS Relokasi Nakes dan Fasilitas Jadi Non-Covid

Regional
LRT yang Rusak akibat Tabrakan di Cibubur Segera Diperbaiki di Madiun

LRT yang Rusak akibat Tabrakan di Cibubur Segera Diperbaiki di Madiun

Regional
Kapolsek Kutalimbaru, Kanit Reskrim, dan Penyidik Dicopot Terkait Pemerkosaan Istri Tahanan

Kapolsek Kutalimbaru, Kanit Reskrim, dan Penyidik Dicopot Terkait Pemerkosaan Istri Tahanan

Regional
Lelang Jabatan 15 Kepala Dinas Pemkab Jember, 3 Formasi Dibatalkan

Lelang Jabatan 15 Kepala Dinas Pemkab Jember, 3 Formasi Dibatalkan

Regional
Pikap Masuk Sungai gara-gara Nekat Lintasi Jembatan Rusak, Ratusan Ekor Ayam Mati

Pikap Masuk Sungai gara-gara Nekat Lintasi Jembatan Rusak, Ratusan Ekor Ayam Mati

Regional
12 Kecamatan di Sintang Terendam Banjir, PTM Terbatas Dihentikan

12 Kecamatan di Sintang Terendam Banjir, PTM Terbatas Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.