Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, 2 Pimpinan Sekolah SPI Kota Batu Diperiksa Penyidik Polda Jatim

Kompas.com - 07/06/2021, 15:45 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Dua orang pimpinan Sekolah SPI Batu diperiksa oleh penyidik di gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim, Senin (7/6/2021).

Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual di sekolah tersebut.

"Hari ini ada dua dari pihak sekolah yang diperiksa penyidik, sekarang masih berlangsung," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan di Mapolda Jatim, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Selain Dugaan Kekerasan Seksual, SMA di Batu Juga Diduga Lakukan Eksploitasi Ekonomi

Sayangnya, polisi enggan menjelaskan siapa dan apa jabatan dua orang pimpinan sekolah yang diperiksa tersebut.

Informasi yang dihimpun, kedua pimpinan sekolah yang diperiksa adalah Kepala Sekolah SPI dan Pembina Sekolah SPI.

Gator mengatakan, pemeriksaan akan terus dilakukan oleh penyidik untuk mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual yang dilaporkan Komnas Perlindungan Anak Indonesia beberapa waktu lalu.

Selain melakukan pemeriksaan saksi-saksi, Polda Jatim juga melakukan pendampingan psikologis kepada sejumlah korban dugaan aksi kekerasan seksual.

"Ada empat anak yang sedang didampingi oleh tim dari Polda Jatim," ujarnya.

Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Kota Batu, Jumlah Korban yang Melapor Jadi 21 Orang

 

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Akhir Mei lalu, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendampingi sejumlah siswa sebuah sekolah menengah di Batu melapor ke Mapolda Jatim.

Para korban melaporkan JE, pendiri sekaligus pimpinan SPI Kota Batu.

JE diduga melakukan kekerasan seksual, fisik, verbal, dan eksploitasi ekonomi terhadap anak-anak didiknya.

Menurut Arist, Komisi Nasional Perlindungan Anak telah melakukan pemeriksaan awal dalam kasus tersebut. Hasilnya beberapa alumni sekolah ternyata juga pernah mengalami hal serupa seperti yang dialami pelapor.

"Peserta didik ini berasal dari berbagai daerah, dari keluarga-keluarga miskin yang seyogyanya dibantu agar bisa berprestasi dan sebagainya. Tapi ternyata dieksploitasi secara ekonomi, seksual, dan sebagainya. Ada yang dari Palu, Kalimantan Barat, Kudus, Blitar, Kalimantan Timur, dan sebagainya," kata Arist.

Menurut dia, pelaku melanggar tiga pasal berlapis yaitu kekerasan seksual Pasal 82 UU 35 tahun 2014 dan UU 17 tahun 2016 dengan hukuman maksimal seumur hidup.

Bahkan jika terbukti dilakukan berulang-ulang pelaku terancam dikebiri. Kemudian juga ancaman soal eksploitasi ekonomi di Pasal 81, kekerasan fisik di Pasal 80, pada undang-undang yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korsleting Listrik, Rumah dan Gudang Sabut Kelapa di Kebumen Terbakar

Korsleting Listrik, Rumah dan Gudang Sabut Kelapa di Kebumen Terbakar

Regional
Pria di Lombok Timur Curi Uang Kotak Amal Masjid, Aksinya Terekam CCTV

Pria di Lombok Timur Curi Uang Kotak Amal Masjid, Aksinya Terekam CCTV

Regional
Viral Video Ibu di Tapanuli Tengah Melahirkan Depan Puskesmas Tanpa Bantuan Nakes, Ini Klarifikasinya

Viral Video Ibu di Tapanuli Tengah Melahirkan Depan Puskesmas Tanpa Bantuan Nakes, Ini Klarifikasinya

Regional
Perahu Terbalik karena Baling-baling Terjerat Tali Beranjang, Nelayan Rawa Pening Tewas Tenggelam

Perahu Terbalik karena Baling-baling Terjerat Tali Beranjang, Nelayan Rawa Pening Tewas Tenggelam

Regional
Lampion dan Pohon Natal Hiasi Jalan Jenderal Sudirman dan Jembatan Pasar Gede Solo

Lampion dan Pohon Natal Hiasi Jalan Jenderal Sudirman dan Jembatan Pasar Gede Solo

Regional
Tak Miliki Sertifikat Kesehatan Hewan, 26 Ekor Babi Ditolak Masuk ke Balikpapan

Tak Miliki Sertifikat Kesehatan Hewan, 26 Ekor Babi Ditolak Masuk ke Balikpapan

Regional
Bukan Masalah Politik, Izin Tempat Safari Anies Baswedan di Aceh Dicabut karena Ada Renovasi

Bukan Masalah Politik, Izin Tempat Safari Anies Baswedan di Aceh Dicabut karena Ada Renovasi

Regional
Pasien yang Tewas Ditabrak Mobil Boks di RSUD Johannes Kupang Sedang Antre untuk Operasi

Pasien yang Tewas Ditabrak Mobil Boks di RSUD Johannes Kupang Sedang Antre untuk Operasi

Regional
Tabrakan dengan Kapal MV Batanghari Mas, Roro MV Serasi 1 Tenggelam di Selat Bangka, 17 Awak Selamat

Tabrakan dengan Kapal MV Batanghari Mas, Roro MV Serasi 1 Tenggelam di Selat Bangka, 17 Awak Selamat

Regional
Penerimaan Pajak Capai Rp 1.448 Triliun hingga Oktober 2022, Apa Saja yang Bertumbuh?

Penerimaan Pajak Capai Rp 1.448 Triliun hingga Oktober 2022, Apa Saja yang Bertumbuh?

Regional
Kontak Senjata dengan Diduga KKB, 3 Anggota Brimob Polda Lampung Tertembak, 1 Gugur, Ini Kronologinya

Kontak Senjata dengan Diduga KKB, 3 Anggota Brimob Polda Lampung Tertembak, 1 Gugur, Ini Kronologinya

Regional
2 Kelompok Pemuda di Atambua NTT Bentrok, 4 Lapak Pedagang Rusak, 1 Sepeda Motor Hangus Dibakar

2 Kelompok Pemuda di Atambua NTT Bentrok, 4 Lapak Pedagang Rusak, 1 Sepeda Motor Hangus Dibakar

Regional
Uniknya Inspirasi Nama Kereta Api di Indonesia, dari Jaka Tingkir hingga Prameks

Uniknya Inspirasi Nama Kereta Api di Indonesia, dari Jaka Tingkir hingga Prameks

Regional
Hendak Beli Perahu, 1 Warga Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Lembeh Bitung

Hendak Beli Perahu, 1 Warga Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Lembeh Bitung

Regional
5 Kasus Pembunuhan dengan Sianida, Ada yang Dicampur Sate hingga Kopi

5 Kasus Pembunuhan dengan Sianida, Ada yang Dicampur Sate hingga Kopi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.