3 dari 5 Pemeran Video Mesum WNA yang Viral Masih Misterius, Ini Kata Kanwil Kemenkumham Bali

Kompas.com - 07/06/2021, 14:29 WIB
Ilustrasi video asusila. KOMPAS.com/M WISMABRATAIlustrasi video asusila.

BALI, KOMPAS.com - Pihak imigrasi dan kepolisian masih berupaya memburu tiga dari lima orang pemeran video mesum berdurasi pendek di Bali yang viral di media sosial.

Tiga orang itu terdiri dari dua Warga Negara Asing (WNA) dan satu orang Warga Negara Indonesia (WNI).

Sementara dua WNA lain diketahui sudah meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta pada 8 Mei 2021 lalu.

Baca juga: Wagub soal Video Mesum yang Viral di Bali: Tangkap untuk Memberikan Efek Jera

Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, dua WNA yang saat ini sedang diburu itu diyakini masih berada di Bali.

Namun, pihaknya masih kesulitan melacak keberadaan sang WNA lantaran dia diduga memakai nama samaran.

"Nama mereka masuk ke Indonesia atas nama siapa, itu yang belum kita dapat, masih nama samaran, kalau samaran kan susah. Tapi kemungkinan besar (mereka) masih disini (Bali)," kata Jamaruli saat ditemui di Kanwil Kemenkumham Bali, Senin (7/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Viral, Video Pengendara Roda Dua Bobol Pagar Pembatas Jembatan Suramadu untuk Hindari Tes Swab

Ilustrasi borgol.SHUTTERSTOCK Ilustrasi borgol.
Menurut Jamaruli, pihaknya saat ini terus melakukan penelusuran dan mencari tahu data dua WNA itu.

Jika data atau nama yang sebenarnya sudah diketahui, pihak Imigrasi, lanjut dia, tak akan kesulitan untuk melakukan penangkapan.

"Jadi selama data yang benar itu tidak ketemu, ya kami susah," kata dia.

Baca juga: Kisah Pilu Tukang Bangunan yang Tewas Ditembak KKB, Orangtua Sudah Tiada Sejak Korban Kecil

Sejumlah skenario telah dipersiapkan oleh pihak Kemenkumham Bali jika dua WNA itu berhasil ditangkap.

Apabila terbukti bersalah dan polisi menjatuhkan hukuman karena masuk katagori tindak pidana umum, Imigrasi akan mengikuti proses kepolisian sebelum melakukan deportasi.

"Tapi kalau sampai polisi tidak menghukum, dikatakan tidak cukup bukti atau apa, yaudah kita pulangkan saja, kita blacklist saja dan dilarang ke Indonesia," jelasnya.

Selain dua WNA dalam video itu, Imigrasi dan polisi juga kesulitan menemukan satu orang WNI yang juga merupakan pemeran dalam video itu.

Baca juga: 2 WNA Pemeran Video Mesum yang Viral di Bali Telah Tinggalkan Indonesia, Sisanya Masih Dicari

 

Ilustrasi tanda tanyaThinkstock Ilustrasi tanda tanya
Keberadaan pemilik vila masih misterius

Kini, Imigrasi, kata Jamaruli, sedang berusaha memanggil pemilik vila tempat video mesum itu diproduksi.

Pemilik vila yang diduga merupakan warga negara Perancis itu diburu guna mengetahui sistem transaksi antara dirinya dengan para pelaku pesta seks.

Jika ditemukan terdapat penghilang atau tak ada pembayaran pajak akibat transaksi penyewaan villa tersebut, maka nantinya akan dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak.

"Kalau dia berbadan usaha, seharusnya dia punya rekening dong badan usahanya. Dugaannya (orang Perancis), informasi dari yang menjaga. Tapi kan ini harus kita pastikan juga, belum pasti, itu baru keterangan dari yang sehari-hari bertugas di vila itu," tuturnya.

Baca juga: Pemeran Video Mesum di Bali Pakai Nama Samaran, Aparat Kesulitan Cari

Meski begitu, keberadaan pemilik vila itu juga masih menyisakan teka-teki. Pasalnya informasi yang didapatkan nama pemilik vila itu baru sebatas nama Philips.

"Kalau kita cari Philips sebanyak apa itu yang keluar (di data). Informasi dari dia (penjaga), pemiliknya bernama Philips orang Perancis. Phillips orang Perancis banyak banget," kata dia.

Oleh karena itu, sebelum melakukan pemanggilan terhadap pemilik, mereka terlebih dahulu akan memanggil penjaga villa tersebut. Hal itu dilakukan guna mencari informasi yang lengkap tentang WNA pemilik villa.

Baca juga: Viral, Video Mesum Sejumlah WNA, Direkam di Salah Satu Vila di Bali

"Kalau lengkap informasinya baru kita kirimkan surat panggilannya. Tapi kalau datanya sendiri belum lengkap mau kita kirim ke mana," jelas Jamaruli.

Jamaruli juga mengimbau kepada masyarakat pemilik hotel atau penginapan di Bali untuk senantiasa mematuhi perundang-undangan yang ada dengan melaporkan WNA yang tinggal.

Laporan itu sangat diperlukan ketika ditemukan persoalan seperti yang ditanganinya saat ini pada masa mendatang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Antar Makanan ke Kebun Sawit, Seorang Istri Temukan Jasad Suaminya dalam Keadaan Hangus

Hendak Antar Makanan ke Kebun Sawit, Seorang Istri Temukan Jasad Suaminya dalam Keadaan Hangus

Regional
Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dimakamkan, Keluarga: Mohon Transparan Apa yang Terjadi

Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dimakamkan, Keluarga: Mohon Transparan Apa yang Terjadi

Regional
Puluhan Ibu Sosialita di Makassar Tertipu Investasi Bodong Bermodus Arisan Online, Kerugian Ratusan Juta

Puluhan Ibu Sosialita di Makassar Tertipu Investasi Bodong Bermodus Arisan Online, Kerugian Ratusan Juta

Regional
Tim SAR Perpanjang Pencarian 25 ABK KM Hentri yang Hilang di Laut Maluku

Tim SAR Perpanjang Pencarian 25 ABK KM Hentri yang Hilang di Laut Maluku

Regional
KTNA Klaten Minta Pemerintah Awasi Harga Jagung di Pasaran Agar Tak Dipermainkan Kartel

KTNA Klaten Minta Pemerintah Awasi Harga Jagung di Pasaran Agar Tak Dipermainkan Kartel

Regional
Pecah Ban, Terios Berpenumpang 9 Orang Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Tewas, Begini Kronologinya

Pecah Ban, Terios Berpenumpang 9 Orang Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Tewas, Begini Kronologinya

Regional
Seorang Guru Positif Covid-19, PTM di SDN Sananwetan 3 Kota Blitar Dihentikan Sementara

Seorang Guru Positif Covid-19, PTM di SDN Sananwetan 3 Kota Blitar Dihentikan Sementara

Regional
Motif Pembobol Balai Kota Makassar karena Terdesak Biaya Nikah

Motif Pembobol Balai Kota Makassar karena Terdesak Biaya Nikah

Regional
Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan Disebut Dikenai Tarif Rp 56.000, Ini Penjelasan Apindo

Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan Disebut Dikenai Tarif Rp 56.000, Ini Penjelasan Apindo

Regional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Harta Kekayaan Alex Noerdin Mencapai Rp 28 M

Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Harta Kekayaan Alex Noerdin Mencapai Rp 28 M

Regional
Rugikan Negara Rp 170 Miliar, Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Dijebloskan ke Penjara

Rugikan Negara Rp 170 Miliar, Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Dijebloskan ke Penjara

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 September 2021

Regional
Hendak Check In di Bandara YIA, Budi Bertemu Komplotan yang Menipunya dan Melapor ke Polisi

Hendak Check In di Bandara YIA, Budi Bertemu Komplotan yang Menipunya dan Melapor ke Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 September 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.