Pegawai Salah Hitung gara-gara Mabuk, 2 Porsi Mi Rebus di Puncak Harganya Rp 54.000

Kompas.com - 04/06/2021, 06:23 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Gara-gara pegawai dalam kondisi mabuk saat menghitung harga, pengunjung sebuah kedai di Puncak, Bogor, Jawa Barat, membayar dua porsi mi rebus sebesar Rp 54.000.

Foto bon pembayaran di kedai itu lantas viral di media sosial.

Usai kejadian, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak melakukan pemantauan ke kedai itu.

Hasil pemantauan didapati harga satu mi rebus telur sebenarnya sudah sesuai, yaitu Rp 18.000.

Namun, oleh si pegawai kedai, pesanan pengunjung ditulis seharga Rp 54.000 untuk dua porsi. Seharusnya pengunjung membayar Rp 36.000.

Karena itulah, pengunjung merasa dirugikan karena harganya terlampau mahal.

Baca juga: Penyebab Mi Rebus Mahal di Puncak Terungkap, Pegawai Mabuk Saat Hitung Harga

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanyakan kasus ke pengelola kedai

Selain melakukan pemantauan, Pokdarwis Puncak juga melakukan klarifikasi terhadap Kedai Rizqi Maulana.

Dari hasil pemantauan, penyebab harga tak wajar itu gara-gara faktor sumber daya manusia (SDM) di kedai tersebut diduga tak kompeten.

"Sudah diklarifikasi sama kita dan dibenarkan pihak pengelola bahwa pegawainya dalam keadaan mabuk malam itu," tutur Teguh, Kamis (3/6/2021).

Kondisi mabuk membuat si pegawai tak sadar saat menghitung total harga pesanan pengunjung di malam itu.

Dari peristiwa ini, Teguh mengatakan bahwa tidak ada niatan dari pengelola untuk memperoleh keuntungan besar atau menipu pengunjung.

“Ini SDM-nya enggak bagus. Ini harus orang jeli dan matematikanya jangan amburadul kayak begini," ujar pria yang juga menaungi paguyuban pedagang di Puncak Bogor ini.

Baca juga: Heboh Harga Mi Rebus di Puncak Mahal, Pengelola Warung Beri Klarifikasi

 

Belum tahu ada sanksi atau tidak

Ilustrasi hukumShutterstock Ilustrasi hukum

Soal kemungkinan sanksi yang diberikan, Teguh mengatakan belum mengetahui apakah pengelola kedai bakal disanksi atau tidak.

"Kata polisi belum mendapat laporan, kalau ada itu masuknya pemerasan. Kalau sanksi nanti saya yang ngurus dan akan membuat standarisasi harga makanan di Puncak," ucapnya.

Baca juga: Pedagang Pecel Lele Mahal Ditemukan, Disanksi Tutup 6 Hari dan Diminta Lakukan Ini

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, pihaknya bakal bekerja sama dengan camat, desa, polisi, TNI untuk membina pedagang yang ada di jalur Puncak.

"Makanya nanti pedagang kita buat pelatihan, penataan tempat juga. Supaya termanage dengan baik. Harapannya ke wisatawan ya sesuai kan saja kalau ke puncak, ikuti aturan juga," paparnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan | Editor: David Oliver Purba)

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peziarah Banjiri Makam Bung Karno di Hari Pertama Uji Coba Pembukaan

Peziarah Banjiri Makam Bung Karno di Hari Pertama Uji Coba Pembukaan

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun yang Libatkan 9 Kendaraan di Agam, 8 Orang Luka-luka

Kronologi Tabrakan Beruntun yang Libatkan 9 Kendaraan di Agam, 8 Orang Luka-luka

Regional
Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang

Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang

Regional
Truk yang Tabrak 8 Kendaraan di Jalan Raya Padang-Bukittinggi Diduga ODOL

Truk yang Tabrak 8 Kendaraan di Jalan Raya Padang-Bukittinggi Diduga ODOL

Regional
Bus Rombongan Pegawai RSUD Semarang Terguling, Dinas Sesalkan Aktivitas Wisata di Masa PPKM

Bus Rombongan Pegawai RSUD Semarang Terguling, Dinas Sesalkan Aktivitas Wisata di Masa PPKM

Regional
Ali Kalora dan Pengawalnya Tewas, DPO Teroris Poso Tersisa 4 Orang, Diduga Sembunyi di Hutan

Ali Kalora dan Pengawalnya Tewas, DPO Teroris Poso Tersisa 4 Orang, Diduga Sembunyi di Hutan

Regional
Pak Polisi, Warga Medan Jengah dengan Premanisme, bahkan Renovasi Rumah Sendiri Diperas

Pak Polisi, Warga Medan Jengah dengan Premanisme, bahkan Renovasi Rumah Sendiri Diperas

Regional
Jenazah Ali Kalora Dimakamkan di TPU Paboya, Pemakaman Masih Menunggu Kedatangan Keluarga

Jenazah Ali Kalora Dimakamkan di TPU Paboya, Pemakaman Masih Menunggu Kedatangan Keluarga

Regional
Bali Akan Berlakukan Kebijakan Ganjil Genap dI Kawasan Sanur dan Kuta

Bali Akan Berlakukan Kebijakan Ganjil Genap dI Kawasan Sanur dan Kuta

Regional
Penjual Lontong Sayur Nyambi Jual Formulir Vaksinasi Ditangkap lalu Dilepaskan

Penjual Lontong Sayur Nyambi Jual Formulir Vaksinasi Ditangkap lalu Dilepaskan

Regional
Longsor di Pesisir Selatan, 3 Rumah Hancur, 31 Jiwa Mengungsi

Longsor di Pesisir Selatan, 3 Rumah Hancur, 31 Jiwa Mengungsi

Regional
Culik Anak Kandungnya Sendiri, Ayah di Jember Terancam 15 Tahun Penjara

Culik Anak Kandungnya Sendiri, Ayah di Jember Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Nekat Berwisata, Bus Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling, 4 Orang Patah Tulang

Nekat Berwisata, Bus Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling, 4 Orang Patah Tulang

Regional
Ali Kalora Tewas, Kapolda Minta 4 DPO yang Tersisa Menyerahkan Diri

Ali Kalora Tewas, Kapolda Minta 4 DPO yang Tersisa Menyerahkan Diri

Regional
Ali Kalora dan Pengawalnya Sempat Terpisah dari Kelompok Saat Kontak Senjata, Kini Dipastikan Tewas

Ali Kalora dan Pengawalnya Sempat Terpisah dari Kelompok Saat Kontak Senjata, Kini Dipastikan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.