Gubernur Edy dan Walkot Bobby Beda Pandangan soal Sekolah Tatap Muka

Kompas.com - 03/06/2021, 15:54 WIB
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memuji kebijakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang mengisolasi dua lingkungan di Medan karena warganya terpapar Covid-19. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIGubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memuji kebijakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang mengisolasi dua lingkungan di Medan karena warganya terpapar Covid-19.

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution berbeda pandangan soal rencana sekolah tatap muka mulai tahun ajaran baru.

Gubernur Edy masih ngotot belum mengizinkan, sementara Walkot Bobby optimistis sekolah tatap muka bisa dilakukan.

Gubernur Edy menyebut, dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 di daerah ini, dia tak mau mengorbankan anak-anak hanya karena sekolah tatap muka harus disegerakan.

"Tatap muka belum saya izinkan. Tak mungkin anak-anak kita korbankan hanya gara-gara kita menuntut pendidikan tatap muka," kata Edy di rumah dinasnya di Medan, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Puji Bobby Nasution soal Penanganan Covid-19, Edy Rahmayadi: Sangat Bagus...

Jangan buru-buru dibuka. agar tak terjadi klaster sekolah

Dia menegaskan, izin untuk sekolah tatap muka tetap ditahannya karena menghindari terjadinya klaster sekolah dan menjaga anak didik dari penularan Covid-19.

Dia pun tak bisa memastikan kapan sekolah tatap muka akan dimulai di Sumut. Apalagi tahun ajaran baru sekolah sudah dekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tanya sama Tuhan, turun tidak (kasus) Covid-19. Kalau turun, besok langsung kita buka itu," tegasnya.

Baca juga: Kerumunan di Kesawan City Walk Bikin Gubernur Sumut Berencana Panggil Wali Kota Bobby, Ini Penjelasan Pemkot Medan

Edy menambahkan, dia tak ingin terburu-buru memberi izin sekolah tatap muka, tanpa pembahasan yang matang dengan para ahli.

Dia akan mengumpulkan ahli psikologi anak, dokter anak, tokoh masyarakat, termasuk guru untuk membahas rencana itu.

"Berkali-kali saya beri tahu, yang menentukan itu nanti, setelah kita kumpulkan tokoh, ahli yang berkompeten. Pertama ahli psikologi anak, dokter anak, ketiga guru, keempat tokoh masyarakat. Nanti kita tanya," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Edy dan Bobby Ganti Kadis Kesehatan di Instansi Masing-masing, Apa Sebabnya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unggahan di Medsos Berujung Tawuran, Sejumlah Remaja Putri Diamankan Polisi

Unggahan di Medsos Berujung Tawuran, Sejumlah Remaja Putri Diamankan Polisi

Regional
Masih Ada Guru Honorer Terima Rp 200.000 Sebulan, DPRD Magetan Siapkan Raperda Perlindungan Guru

Masih Ada Guru Honorer Terima Rp 200.000 Sebulan, DPRD Magetan Siapkan Raperda Perlindungan Guru

Regional
Gelagat Aneh Suami di Kota Malang Setelah Istrinya Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Serahkan Jaket ke ODGJ

Gelagat Aneh Suami di Kota Malang Setelah Istrinya Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Serahkan Jaket ke ODGJ

Regional
Karawang Jadi Primadona Investasi, Diklaim Punya Paket Komplit yang Menarik Minat Investor

Karawang Jadi Primadona Investasi, Diklaim Punya Paket Komplit yang Menarik Minat Investor

Regional
Lambatnya Koneksi Internet Ganggu Vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta

Lambatnya Koneksi Internet Ganggu Vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta

Regional
Jual Ribuan Kosmetik Ilegal, Pasangan Suami Istri Ditangkap Polisi

Jual Ribuan Kosmetik Ilegal, Pasangan Suami Istri Ditangkap Polisi

Regional
Heboh Video Preman Tantang Polisi Saat Pungli di Pasar Sambu Medan, Kapolsek: Terlalu Arogan

Heboh Video Preman Tantang Polisi Saat Pungli di Pasar Sambu Medan, Kapolsek: Terlalu Arogan

Regional
Polisi Ini Rela Sisihkan Gaji untuk Bantu Pengobatan Anak Penderita Tukak Lambung

Polisi Ini Rela Sisihkan Gaji untuk Bantu Pengobatan Anak Penderita Tukak Lambung

Regional
Cerita Juru Parkir di Magetan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Sekarang Jadi Percaya Diri...

Cerita Juru Parkir di Magetan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Sekarang Jadi Percaya Diri...

Regional
Ahli Waris Bongkar 15 Makam Covid-19 di Padang, gara-garab Hasil Swab Jenazah Ternyata Negatif

Ahli Waris Bongkar 15 Makam Covid-19 di Padang, gara-garab Hasil Swab Jenazah Ternyata Negatif

Regional
Gelaran Liga 2 2021 di Stadion Manahan Solo Berlangsung Tanpa Penonton

Gelaran Liga 2 2021 di Stadion Manahan Solo Berlangsung Tanpa Penonton

Regional
Bupati Blora Lantik 5 Pejabat Eselon II di Sekitar Gunungan Sampah

Bupati Blora Lantik 5 Pejabat Eselon II di Sekitar Gunungan Sampah

Regional
Patung Bung Karno Setinggi 8 Meter Dibangun di Buleleng Bali, Bakal Jadi Destinasi Wisata Nasional

Patung Bung Karno Setinggi 8 Meter Dibangun di Buleleng Bali, Bakal Jadi Destinasi Wisata Nasional

Regional
Cerita Pencari Suaka Asal Afghanistan, Stres 8 Tahun hanya Makan Tidur, Sampai Coba Bunuh Diri

Cerita Pencari Suaka Asal Afghanistan, Stres 8 Tahun hanya Makan Tidur, Sampai Coba Bunuh Diri

Regional
Dua Guru Positif Covid-19, PTM 2 SD di Tasikmalaya Dihentikan Sementara

Dua Guru Positif Covid-19, PTM 2 SD di Tasikmalaya Dihentikan Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.