Kuasa Hukum Terdakwa Pencemaran Nama Baik Dandim Tegal Walkout Saat Sidang Virtual

Kompas.com - 03/06/2021, 13:51 WIB
Sejumlah penasihat hukum Ketum GNPK RI Basri Utomo terdakwa kasus pencemaran nama baik Dandim 0712 Tegal, WO dari ruang sidang karena protes sidang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Tegal, Kamis (3/6/2021) Tresno Setiadi/kompas.comSejumlah penasihat hukum Ketum GNPK RI Basri Utomo terdakwa kasus pencemaran nama baik Dandim 0712 Tegal, WO dari ruang sidang karena protes sidang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Tegal, Kamis (3/6/2021)

TEGAL, KOMPAS.com - Kuasa hukum Ketua Ormas GNPK RI Basri Budi Utomo yakni Hono Sejati memilih walkout atau pergi meninggalkan persidangan virtual perkara dugaan pencemaran nama baik yang digelar Pengadilan Negeri Kota Tegal, Kamis (3/6/2021).

Alasannya, permohonan sidang offline belum dikabulkan hingga sidang kedua dengan agenda pembacaan eksepsi.

Basri yang awalnya hadir secara virtual dari Lapas Kelas IIB Tegal juga akhirnya WO setelah tak didampingi kuasa hukumnya.

Baca juga: Ketum GNPK RI Ditahan Kejari Tegal Terkait Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Hono Sejati menyatakan keberatan dengan sidang online karena belajar dari sidang perdana pembacaan dakwaan, kliennya di lapas tak bisa mendengar suara secara jelas.

"Yang kita cari adalah kebenaran materiil, maka kalau sidang online tidak akan terjadi. Bahkan ini tadi di LP (Lapas) saja tidak terdengar jelas suaranya," kata Hono kepada wartawan, Kamis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada majelis hakim, pihaknya mengaku sudah mengajukan permohonan tertulis sidang secara offline sejak sidang perdana pekan kemarin.

"Namun alasan majelis hakim belum membaca, belum mempertimbangkan, harusnya sudah dipertimbangkan satu minggu ini, ternyata belum dipertimbangkan," kata Hono.

Baca juga: Sidang Pencemaran Nama Dandim Tegal, Ketua Ormas Didakwa Langgar UU ITE

Ketua Majelis Hakim Toetik Ernawati, mengatakan, aksi WO terdakwa dan kuasa hukumnya tidak akan memengaruhi jalannya sidang.

"Itu kewenangan mereka, maka mereka merugikan diri sendiri," katanya.

Toetik mengatakan, pihaknya sebenarnya masih mempertimbangkan permohonan kuasa hukum terdakwa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dengar Suara Jeritan, Pria Ini Terkejut yang Ditembaknya Ternyata Bukan Babi, Begini Kronologinya

Dengar Suara Jeritan, Pria Ini Terkejut yang Ditembaknya Ternyata Bukan Babi, Begini Kronologinya

Regional
Perkosa Tetangga yang Masih SMA, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Perkosa Tetangga yang Masih SMA, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Hiu Paus Mati Terdampar di Cianjur, Akhirnya Dikonsumsi Warga

Hiu Paus Mati Terdampar di Cianjur, Akhirnya Dikonsumsi Warga

Regional
Kronologi Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Kargo, 1 Selamat, 2 Hilang

Kronologi Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Kargo, 1 Selamat, 2 Hilang

Regional
Temuan Struktur Bata Kuno di Belakang RS Kota Blitar Diduga Bekas Hunian Bangsawan Era Majapahit

Temuan Struktur Bata Kuno di Belakang RS Kota Blitar Diduga Bekas Hunian Bangsawan Era Majapahit

Regional
Tak Kunjung Pulang Usai Mengecek Air, Pria di Sigi Ditemukan Tewas Mengenaskan

Tak Kunjung Pulang Usai Mengecek Air, Pria di Sigi Ditemukan Tewas Mengenaskan

Regional
Cerita Sarjana Fisika Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Per Bulan dari Konfeksi Tas

Cerita Sarjana Fisika Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Per Bulan dari Konfeksi Tas

Regional
Rangkaian Teror KKB di Kiwirok Papua, Nakes hingga Anggota Brimob Jadi Korban

Rangkaian Teror KKB di Kiwirok Papua, Nakes hingga Anggota Brimob Jadi Korban

Regional
Jatuh Bangun Perajin Manisan Legendaris Cianjur di Tengah Pandemi

Jatuh Bangun Perajin Manisan Legendaris Cianjur di Tengah Pandemi

Regional
Bentrokan 2 Ormas di Cianjur, Satu Orang Tewas

Bentrokan 2 Ormas di Cianjur, Satu Orang Tewas

Regional
Sosok Agus, Pensiunan Polisi yang Mengemis Jadi Manusia Silver, Dulu Dinas di Poslantas dan Berpangkat Aipda

Sosok Agus, Pensiunan Polisi yang Mengemis Jadi Manusia Silver, Dulu Dinas di Poslantas dan Berpangkat Aipda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Motor yang Hilang Tiba-tiba Muncul di Rumah Tetangga | Pensiunan Polisi Jadi Manusia Silver

[POPULER NUSANTARA] Motor yang Hilang Tiba-tiba Muncul di Rumah Tetangga | Pensiunan Polisi Jadi Manusia Silver

Regional
Remaja Berikan Jamu Beracun kepada Pacarnya hingga Tewas, Pelaku Bingung Saat Korban Mengaku Hamil

Remaja Berikan Jamu Beracun kepada Pacarnya hingga Tewas, Pelaku Bingung Saat Korban Mengaku Hamil

Regional
'Mau Buat Tembok Pagar sampai ke Langit Silakan, tapi Jangan di Atas Jalan Masyarakat'

"Mau Buat Tembok Pagar sampai ke Langit Silakan, tapi Jangan di Atas Jalan Masyarakat"

Regional
2 Hari Sebelum Gugur di Papua, Bharada Muhammad Kurniadi Telepon Ayah Minta Doa

2 Hari Sebelum Gugur di Papua, Bharada Muhammad Kurniadi Telepon Ayah Minta Doa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.