Pemilik Rumah Makan dan Pengunjung Pemesan Sate yang Berkelahi di Telaga Sarangan Saling Lapor Polisi

Kompas.com - 03/06/2021, 05:44 WIB
Video pengunjung dan pemilik rumah makan di Telaga Sarangan berkelahi beredar di media social. Keduanya berkelahi karena pengunjung yang memesan sate kepada pedagang keliling dan dibawa masuk ke rumah makan. KOMPAS.COM/Video pengunjung dan pemilik rumah makan di Telaga Sarangan berkelahi beredar di media social. Keduanya berkelahi karena pengunjung yang memesan sate kepada pedagang keliling dan dibawa masuk ke rumah makan.

MAGETAN, KOMPAS.com –  Kepolisian Sektor Plaosan Kabupaten Magetan, Jawa Timur menerima laporan dari kedua belah pihak yang melakuan perkelahian di Telaga Sarangan karena persoalan sate.

Perkelahian itu tejadi karena pengunjung rumah makan memesan sate untuk anaknya.

Pengunjung memesan dari penjual sate keliling ketika menunggu menu makanan tiba di sebuah rumah makan.

Kapolsek Plaosan, AKP Munir mengatakan, para pihak yang terlibat perkelahian sama-sama melapor ke polisi.

“Mereka sama-sama laporan. Saling lapor, semua merasa dirugikan. Kami masih proses,” ujarnya melalui pesan singkat Rabu (02/06/2021).

Baca juga: Pengunjung dan Pemilik Rumah Makan di Telaga Sarangan Berkelahi, Gegara Sate yang Dipesan dari Luar


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Munir menambahkan, saat ini pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Perkelahian antara pengunjung dan pemilik rumah makan itu sebelumnya telah berupaya didamaikan di Pos Polisi Telaga Sarangan.

“Siapa yang terlibat, siapa yang memulai terus akan kami dalami sambil mencari fakta, " imbuhnya

Polsek Plaosan belum bisa memastikan siapa yang menjadi korban dalam peristiwa perkelahian tersebut.

Akibat perkelahian tersebut, ada 4 orang yang terluka. Satu di antaranya mengalami luka yang cukup parah hingga menjalani visum.

"Yang jelas memang ada yang parah, " pungkasnya.

Baca juga: Pesan Sate Keliling untuk Anak, Pengunjung Telaga Sarangan Berkelahi dengan Pemilik Restoran

 

Ilustrasi viralShutterstock Ilustrasi viral
Sebelumnya, sebuah video pengunjung Telaga Sarangan dan pemilik rumah makan di pinggir Telaga Sarangan berkelahi, beredar di media sosial dan Whatsapp.

Video berdurasi 20 detik tersebut memperlihatkan kerumunan orang berusaha melerai pemilik rumah makan dan pengunjung Telaga Sarangan yang terlihat berkelahi, diduga karena salah paham.

Perkelahian dipicu pengunjung telaga yang memesan sate keliling untuk anaknya sambil menunggu pesanan makanan di sebuah rumah makan.

Melihat pengunjung membawa sate ke dalam rumah makan, pemilik rumah makan kemudian menegur penjual sate.

Karena merasa pedagang sate tidak salah, pengunjung itu kemudian membela pedagang sate hingga terjadi kesalahpahaman yang berujung perkelahian.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkaca Kasus Agus 'Si Manusia Silver', Pengamat: Gaya Hidup Anggota Polri Harus Berubah

Berkaca Kasus Agus "Si Manusia Silver", Pengamat: Gaya Hidup Anggota Polri Harus Berubah

Regional
Polisi Tegaskan Kasus Nenek Jukir Mengaku Dikeroyok di Makassar Tak Terbukti

Polisi Tegaskan Kasus Nenek Jukir Mengaku Dikeroyok di Makassar Tak Terbukti

Regional
Kocak, Pencuri Tancap Gas dan Tinggalkan Temannya Saat Mereka Beraksi

Kocak, Pencuri Tancap Gas dan Tinggalkan Temannya Saat Mereka Beraksi

Regional
Padang Panjang Pastikan Tidak Ada Klaster Covid-19 dari PTM di Sekolah

Padang Panjang Pastikan Tidak Ada Klaster Covid-19 dari PTM di Sekolah

Regional
Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Regional
Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Regional
Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Regional
Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Regional
Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Regional
Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Regional
7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

Regional
Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Regional
Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat 'Hauling' Batubara

Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat "Hauling" Batubara

Regional
Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Regional
Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.