Begal Sadis di Lampu Merah Medan Terungkap, 7 Orang Jadi Tersangka, Ini Kronologinya

Kompas.com - 02/06/2021, 20:51 WIB
Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atamaja dan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko pada Rabu (2/6/2021) sore menunjukkan barang bukti yang digunakan dan disita dari kasus begal sadis di lampu merah di Jalan Kapten Sumarsono - Jalan Gaperta Medan. KOMPAS.COM/DEWANTORODirektur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atamaja dan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko pada Rabu (2/6/2021) sore menunjukkan barang bukti yang digunakan dan disita dari kasus begal sadis di lampu merah di Jalan Kapten Sumarsono - Jalan Gaperta Medan.

MEDAN, KOMPAS.com - Tim Gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek Helvetia berhasil mengungkap kasus begal sadis di simpang Jalan Kapten Sumarsono/Asrama dan Jalan Gaperta pada Rabu (26/5/2021) pagi.

Sebanyak tujuh orang tersangka berhasil diringkus di Medan, Langkat hingga Aceh.

Baca juga: Sempat Viral Korban Hanya Jadi Tontonan Warga, Pelaku Begal Sadis di Medan Ditangkap 

Dalam konferensi pers yang dilakukan di Mapolrestabes Medan pada Rabu (2/6/2021) sore, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Direskrimum Polda Sumut), Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, video kasus pencurian dengan kekerasan itu sempat viral di media sosial. 

Baca juga: Pengendara Dibegal di Siang Hari, Motor Dibawa Kabur, Hanya Jadi Tontonan Warga

Dijelaskannya, Polsek Helvetia, Polrestabes Medan dibantu Polda Sumut dalam mengungkap kasus tersebut mendapati ada tujuh orang tersangka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satu orang berinisial ALT (40) merupakan tersangka utama dan enam orang lainnya merupakan penadah kendaraan milik korban yang merupakan jaringan Medan, Binjai dan Aceh. 

"Tersangka ALT merupakan residivis kasus 365 kemudian enam orang adalah kasus 480 jaringan Medan, Binjai dan Aceh. Seluruhnya sudah diamankan. Begitu juga dengan barang bukti di TKP dan Aceh, sudah disita," ungkapnya. 

Dikatakannya, tersangka ALT, selaku pelaku utama diberikan tindakan tegas terukur di kedua kakinya karena melakukan perlawanan dan membahayakan anggota di lapangan yang akan menangkapnya. 

Kemudian, dilakukan pengembangan terhadap pelaku tindak pidana penadahanan berinisial NS (Helvetia), RBC, MN, MF (Langkat), MS (Binjai), PM (Aceh). 

"Kenapa bisa banyak penadahnya, ini berantai. Pada saat pelaku melakukan pencurian dengan kekerasan, kemudian dijual ke penadah pertama, berlanjut sampai ke Aceh. Seluruh pelaku kasus 480 terima fee dari hasil kejahatan tersebut. Barang buktinya ada pisau, sandal dan termasuk sepeda motor yang disita dari Aceh," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Konflik karena Tambang di Bolaang Mongondow, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Regional
Peringati 3 Tahun Tsunami Palu, Ratusan Warga Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga

Peringati 3 Tahun Tsunami Palu, Ratusan Warga Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga

Regional
Seorang Petani Temukan Mayat di Parit, Awalnya Dikira Pakaian yang Dibuang

Seorang Petani Temukan Mayat di Parit, Awalnya Dikira Pakaian yang Dibuang

Regional
Viral Video Bocah SD Seberangi Sungai Naik 'Styrofoam', Gubernur Sumsel Geram ke Perekam: Bukannya Diimbau Naik Sampan...

Viral Video Bocah SD Seberangi Sungai Naik "Styrofoam", Gubernur Sumsel Geram ke Perekam: Bukannya Diimbau Naik Sampan...

Regional
Datangi Gedung DPRD, Nelayan Brebes Protes PNBP Naik 4 Kali Lipat

Datangi Gedung DPRD, Nelayan Brebes Protes PNBP Naik 4 Kali Lipat

Regional
Pria Asal Jakarta Dibunuh Anak Sendiri di Lampung, Jasadnya Direkayasa agar Dikira Bunuh Diri

Pria Asal Jakarta Dibunuh Anak Sendiri di Lampung, Jasadnya Direkayasa agar Dikira Bunuh Diri

Regional
Tergiur Upah Rp 10 Juta, 2 Pemuda Asal Sampang Nekat Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

Tergiur Upah Rp 10 Juta, 2 Pemuda Asal Sampang Nekat Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

Regional
Hutan Banyak Ditanami Porang, Kota Madiun Terancam Bencana Banjir Kiriman

Hutan Banyak Ditanami Porang, Kota Madiun Terancam Bencana Banjir Kiriman

Regional
Karena Masalah Arisan Online Fiktif, Pria di Wonogiri Jadi Korban Penikaman

Karena Masalah Arisan Online Fiktif, Pria di Wonogiri Jadi Korban Penikaman

Regional
Kakak Beradik Pukuli Polisi gara-gara Saling Tatap di Jalan, Bilang ke Korban: Apa Mata Kau

Kakak Beradik Pukuli Polisi gara-gara Saling Tatap di Jalan, Bilang ke Korban: Apa Mata Kau

Regional
Diduga Depresi, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Diduga Depresi, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Regional
Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Polda: Mereka Merasa Gerai Vaksin Membuat Pengunjung Sepi

Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Polda: Mereka Merasa Gerai Vaksin Membuat Pengunjung Sepi

Regional
Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Ricuh, Diduga Berawal dari Razia Handphone

Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Ricuh, Diduga Berawal dari Razia Handphone

Regional
Harga Cabai di Jatim Mulai Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

Harga Cabai di Jatim Mulai Merangkak Naik, Ini Penyebabnya

Regional
Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Kota Magelang Bakal Dapat Bantuan Tunai dan Beasiswa

Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 di Kota Magelang Bakal Dapat Bantuan Tunai dan Beasiswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.