56 Terduga Teroris Ditahan di Polda Sulsel, Mayoritas Remaja, 7 Wanita

Kompas.com - 02/06/2021, 17:48 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi E Zulpan. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOKabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi E Zulpan.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dibantu Polda Sulsel terus menangkap jaringan teroris terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar

Hingga kini 56 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sementara menjalani penahanan di markas Polda Sulsel.

“56 orang yang sudah ditangkap, termasuk tiga eks petinggi FPI itu juga jadi tersangka. Sudah tersangka semua dan sudah ditahan. Surat perintah penahanan untuk 56 itu sudah ada semua dan sementara masih di markas Polda Sulsel,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi E Zulpan yang dikonfirmasi, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: 11 Terduga Teroris yang Ditangkap di Merauke Jaringan JAD dan Terlibat Bom Makassar

Zulpan mengungkapkan, dari 56 orang terduga teroris yang telah ditangkap tersebut, 7 orang di antaranya merupakan wanita.

Bahkan, 56 orang terduga teroris yang ditangkap tersebut mayoritas masih berusia remaja atau lebih dikenal kalangan milenial.

“Dari 56 ini, tujuh orang wanita dan sisanya laki-laki. 56 orang terduga teroris ini mayoritas kalangan remaja atau kalangan milenial. Lebih setengahnya kayaknya,” jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait ancaman gugatan praperadilan yang akan dilayangkan LBH Muslim Makassar, Zulpan mengatakan jangan terlalu gegabah dan buru-buru dalam melakukan praperadilan.

Sebab, penyidik Densus 88 AT sudah bekerja sesuai prosedur dan mindik administrator penyidikan.

“Yang dipersoalkan LBH Muslim Makassar adalah ada dua kliennya yang ditahan yakni M dan W itu, katanya tidak ada surat penahanannya. Saya sudah cek bahwa mereka ini ada surat perintah penahanannya dan sudah dikirimkan penyidik Densus 88 AT ke rumah mereka sesuai dengan KTP M dan W. Nah ini apakah keluarga tidak tinggal di rumah M dan W, kita tidak tahu. Ini sudah dikirimkan, kalau yang dipertanyakan adalah surat penahanannya. Saat ini dari segi fisik mereka ada di tahanan dan administrasi juga sudah ada,” tegasnya.

Sebelumnya, tim pengacara yang tergabung di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim Makassar mengancam melakukan gugatan praperadilan terhadap kepolisian terkait penangkapan terduga teroris.

Baca juga: Ini Alasan Terduga Teroris JAD Pilih Merauke untuk Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri

Menurut Direktur LBH Muslim Makassar, Abdullah Mahir yang dikonfirmasi, Senin (31/5/2021) mengatakan, pihaknya saat ini tengah mendampingi keluarga terduga teroris yang anggota keluarganya ditangkap Densus 88 AT Mabes Polri di Kota Makassar.

Ancaman gugatan praperadilan yang akan ditempuh LBH Muslim Makassar, lanjut Abdullah Mahir, karena tidak adanya kejelasan terhadap penanganan kasus yang dialami kliennya. 

“Dalam KUHAP disebutkan, apabila selama 20 hari tidak ditemukan dua alat bukti yang cukup. Maka terduga wajib dibebaskan. Sedangkan klien kami sudah lebih dari itu ditahan dan sampai sekarang tidak ada kejelasan status, apakah sudah tersangka apa belum,” katanya.

Abdullah Mahir menegaskan, dari 53 orang yang ditangkap polisi, dirinya mendampingi keluarga dua terduga teroris masing-masing berinisial W dan M.

W ditangkap Densus 88 di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tallo sedangkan M ditangkap di wilayah Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

“Kedua klien kami ditangkap karena diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah terduga teroris yang sebelumnya ditangkap di Villa Mutiara Makassar. Kalau menurut penyampaian keluarganya, memang mereka berteman dengan beberapa orang di Villa Mutiara. Tetapi hanya sekadar berteman, dan lama sudah tidak komunikasi,” jelasnya.

Abdullah Mahir menambahkan, dirinya pun telah menemui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan terkait masalah hukum yang dialami kliennya.

"Kami sudah temui Kabid Humas Polda Sulsel dan mempertanyakan klien kami. Bahkan, kami ingin berkomunikasi, tapi tidak diperbolehkan. Jadi kami tidak memperoleh informasi yang memuaskan. Kami berharap, polisi segera membebaskan kedua klien kami jika tidak bersalah,” harapnya.

 

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Regional
Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Regional
21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

Regional
Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Regional
Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Regional
Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

Regional
Jelang Musim Hujan, Begini Upaya Wali Kota Eri Cahyadi Hadapi Ancaman Banjir di Surabaya

Jelang Musim Hujan, Begini Upaya Wali Kota Eri Cahyadi Hadapi Ancaman Banjir di Surabaya

Regional
Tak Terima Ditegur, Remaja Putus Sekolah di Jepara Tusuk Ibu Kandung hingga Tewas

Tak Terima Ditegur, Remaja Putus Sekolah di Jepara Tusuk Ibu Kandung hingga Tewas

Regional
Perampokan dan Pembunuhan Pemilik Toko Emas di Bandung Diduga Tanpa Rencana

Perampokan dan Pembunuhan Pemilik Toko Emas di Bandung Diduga Tanpa Rencana

Regional
Anak di Bawah 12 Tahun di Surabaya Boleh Masuk Mal, Pedagang Bisa Jualan sampai Jam 24.00 WIB

Anak di Bawah 12 Tahun di Surabaya Boleh Masuk Mal, Pedagang Bisa Jualan sampai Jam 24.00 WIB

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang Positif Covid-19 Diisolasi Terpusat, Ini Alasan Dinkes

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang Positif Covid-19 Diisolasi Terpusat, Ini Alasan Dinkes

Regional
Cabor Eksebisi PON XX Papua Dimulai, Panggung Pertandingan E-Sport Tuai Pujian

Cabor Eksebisi PON XX Papua Dimulai, Panggung Pertandingan E-Sport Tuai Pujian

Regional
PPKM Riau Turun ke Level 2

PPKM Riau Turun ke Level 2

Regional
Rp 66 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas dan Pengadaan Baju ASN Madiun Dialihkan untuk Tangani Covid-19

Rp 66 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas dan Pengadaan Baju ASN Madiun Dialihkan untuk Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.