Video Siswi SMP di Tasikmalaya yang Sempat Viral, Polisi: Disebarkan Kekasihnya, Mereka Masih di Bawah Umur

Kompas.com - 02/06/2021, 15:33 WIB
Kasat Reskrim Pokreskab Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKasat Reskrim Pokreskab Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno.

 

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polreskab Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno mengatakan hasil pemeriksaan sementara kedua pemeran video viral setengah bugil siswi SMP di Tasikmalaya adalah pasangan kekasih.

Mereka mengaku sekadar iseng dengan pemeran perempuan menawarkan diri bertarif Rp 200.000 sesuai dengan video berdurasi 6 detik yang disebarkan oleh pemeran pria dalam rekaman tersebut.

Baca juga: Siswi SMP di Tasikmalaya Menyesal Video Setengah Bugilnya Viral di Medsos, Kini Ia Diamankan di Rumah Perlindungan

"Sesuai hasil pemeriksaan sementara yang pertama kali menyebarkan video asusila itu adalah pemeran prianya. Tapi, atas persetujuan pemeran perempuannya sebelumnya. Mereka pun mengaku hanya iseng membuat video tersebut dengan perkataan seperti itu (Open BO 200)," jelas Hario kepada wartawan di tempat kerjanya, Rabu (2/6/2021).

Hario menambahkan, kasus ini terus masih dalam proses penyelidikan intensif dan telah memeriksa kedua pemeran video serta beberapa orang saksi-saksi.

Baca juga: Fakta Kasus Video Asusila Siswi SMP Tasikmalaya, Ketagihan Video Porno hingga Mengaku Suka Sama Suka

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua pelaku masih berstatus saksi dan belum ada peningkatan status karena masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti serta kedua pemeran usianya di bawah umur.

"Kalau mengarah ke prostitusi, kami belum temukan indikasi ke arah sana. Soalnya, mereka mengaku video itu hanya iseng saja dan hanya candaan saja," tambah Hario.

Hario pun mengimbau dengan kejadian ini semua pihak terutama orangtua harus lebih waspada terhadap pola pergaulan anak-anaknya.

Semua elemen masyarakat pun supaya lebih peka mengawasi jika di lingkungannya ada sekelompok muda-mudi yang berada di sebuah rumah atau tempat tanpa pengawasan orangtua.

"Kami harap dengan kejadian ini semua elemen masyarakat lebih peka dalam mengawasi pergaluan anak-anak muda di lingkungan sekitarnya," tambahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatuh di Bukit, Pesawat Rimbun Air PK-OTW Hancur, Tidak Ada yang Selamat

Jatuh di Bukit, Pesawat Rimbun Air PK-OTW Hancur, Tidak Ada yang Selamat

Regional
Dokter yang Campurkan Sperma ke Makanan Alami Kelainan Jiwa karena Trauma Psikologis Saat Kecil

Dokter yang Campurkan Sperma ke Makanan Alami Kelainan Jiwa karena Trauma Psikologis Saat Kecil

Regional
Mengungkap Fenomena Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Bali, Bukan karena Penyakit Infeksius

Mengungkap Fenomena Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Bali, Bukan karena Penyakit Infeksius

Regional
Memprihatinkan, Kondisi Puluhan Anjing yang Diselundupkan untuk Dikonsumsi, Ada yang Hamil dan Tumor

Memprihatinkan, Kondisi Puluhan Anjing yang Diselundupkan untuk Dikonsumsi, Ada yang Hamil dan Tumor

Regional
KKB Tembaki TNI-Polri dari Seberang Jurang Saat Mengevakuasi Jasad Suster Gabriela

KKB Tembaki TNI-Polri dari Seberang Jurang Saat Mengevakuasi Jasad Suster Gabriela

Regional
Perjuangan Atlet Disabilitas, Hidupi Keluarga sebagai Sopir Bus, Kini Dirawat Setelah Jadi Korban Penganiayaan

Perjuangan Atlet Disabilitas, Hidupi Keluarga sebagai Sopir Bus, Kini Dirawat Setelah Jadi Korban Penganiayaan

Regional
APBD Banyak Mengendap di Bank, Ini Respons Bupati Nias

APBD Banyak Mengendap di Bank, Ini Respons Bupati Nias

Regional
Soal Kasus Video Vaksinasi Tanpa Tekan Alat Suntik, 3 Orang Tak Mau Divaksin Dosis Kedua Jadi Kendala Penyelidikan

Soal Kasus Video Vaksinasi Tanpa Tekan Alat Suntik, 3 Orang Tak Mau Divaksin Dosis Kedua Jadi Kendala Penyelidikan

Regional
Pekerja Migran yang Pulang ke Indonesia Tak Lagi Mendarat di Bandara Juanda, Hanya Bisa Lewat 2 Bandara Ini

Pekerja Migran yang Pulang ke Indonesia Tak Lagi Mendarat di Bandara Juanda, Hanya Bisa Lewat 2 Bandara Ini

Regional
Berhasil Dievakuasi dari Jurang, Jenazah Suster Gabriela Akan Dibawa ke Jayapura Besok

Berhasil Dievakuasi dari Jurang, Jenazah Suster Gabriela Akan Dibawa ke Jayapura Besok

Regional
Pemkot Yogyakarta Gencarkan Skrining Ketat Saat Akhir Pekan, Kesulitan Terapkan Ganjil Genap

Pemkot Yogyakarta Gencarkan Skrining Ketat Saat Akhir Pekan, Kesulitan Terapkan Ganjil Genap

Regional
Pulang Usai Shalat Subuh, Seorang Warga Temukan Mayat di Sawah, Diduga Korban Pembunuhan

Pulang Usai Shalat Subuh, Seorang Warga Temukan Mayat di Sawah, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Kasus Covid-19 Diklaim Melandai, BOR RS di Surabaya Mayoritas Diisi Warga Luar Daerah

Kasus Covid-19 Diklaim Melandai, BOR RS di Surabaya Mayoritas Diisi Warga Luar Daerah

Regional
Tak Lagi Gratis, Tarif Naik KA Bandara YIA Mulai Rp 10.000

Tak Lagi Gratis, Tarif Naik KA Bandara YIA Mulai Rp 10.000

Regional
Candi Borobudur Mulai Buka untuk Wisatawan, Ini Syaratnya

Candi Borobudur Mulai Buka untuk Wisatawan, Ini Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.