Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sopir Pikap yang Sebabkan 8 Penumpang Tewas Ditetapkan Tersangka

Kompas.com - 02/06/2021, 13:13 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Muhammad Asim (44), sopir pikap yang menyebabkan tewasnya delapan orang penumpang ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun mobil pikap itu mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada Rabu (26/5/2021) siang lalu.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah mengatakan, sopir tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (31/5/2021) setelah dilakukan gelar terhadap perkara tersebut.

"Jadi Hari Minggu siang kita sudah gelar ke Pak Kapolres dan Hari Senin kita sudah menetapkan sopir sebagai tersangka," kata Agung melalui sambungan telepon, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: 8 Orang Rombongan Arisan Tewas dalam Kecelakaan Mobil Pikap, Polisi Ungkap Bukti Sopir Mengantuk

Sopir pikap jenis L300 itu disangkakan dengan Pasal 310 ayat 1 sampai 4 dan Pasal 137 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sopir tersebut dianggap lalai karena tertidur saat mengemudi hingga pikap bernomor polisi N 9610 BD itu menabrak pohon.

"Murni karena kelalaian, jadi memang mengantuk. Itu yang namanya micro sleep, tertidur sesaat pada saat mengemudi," kata Agung.

Akibat tertidur itu, sopir baru baru sadar ketika kendaraan yang dikemudikannya menabrak pohon yang ada di pinggir jalan.

"Sopir mengantuk dan akhirnya microsleep. Jadi memang si sopir juga sadarnya ketika sudah menabrak itu baru tersadar," jelasnya.

Baca juga: Pikap Tabrak Pohon, 7 Penumpang Tewas, 5 Luka Berat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampir Nunukan Sebelum Susul Suami ke Malaysia, Ibu Ini Menangis Hartanya Raib Diambil Maling

Mampir Nunukan Sebelum Susul Suami ke Malaysia, Ibu Ini Menangis Hartanya Raib Diambil Maling

Regional
Pesta Sabu, 4 Orang di Kota Mataram Ditangkap Polisi

Pesta Sabu, 4 Orang di Kota Mataram Ditangkap Polisi

Regional
RSUD Gambiran Kediri Gelar Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua

RSUD Gambiran Kediri Gelar Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua

Regional
Titi Wati Penderita Obesitas Meninggal Dunia, Dokter Sebut Pasien Alami Infeksi Saluran Kemih

Titi Wati Penderita Obesitas Meninggal Dunia, Dokter Sebut Pasien Alami Infeksi Saluran Kemih

Regional
Mengaku Beri 'THR' ke Eks Rektor Unila, Dekan FMIPA Dimarahi Hakim

Mengaku Beri "THR" ke Eks Rektor Unila, Dekan FMIPA Dimarahi Hakim

Regional
Pipa Minyak di Siak Riau Meledak, 1 Pekerja Tewas dan 4 Terluka

Pipa Minyak di Siak Riau Meledak, 1 Pekerja Tewas dan 4 Terluka

Regional
Kondisi Pasca-Pembakaran Pabrik Sawit di Way Kanan, Tokoh Adat Bantu Tenangkan Warga

Kondisi Pasca-Pembakaran Pabrik Sawit di Way Kanan, Tokoh Adat Bantu Tenangkan Warga

Regional
Selain Mengaku Jadi Kepala Sekretariat Kepresidenan, Warga Demak Ini Diketahui Menggunakan Ijazah Palsu

Selain Mengaku Jadi Kepala Sekretariat Kepresidenan, Warga Demak Ini Diketahui Menggunakan Ijazah Palsu

Regional
4 Babi Bantuan Kementan untuk Ende Mati di Nagekeo, Diduga akibat Flu Babi Afrika

4 Babi Bantuan Kementan untuk Ende Mati di Nagekeo, Diduga akibat Flu Babi Afrika

Regional
Evakuasi Titi Wati Penderita Obesitas, Tagana Harus Potong Kasur dan Gunakan Pikap untuk Bawa ke RS

Evakuasi Titi Wati Penderita Obesitas, Tagana Harus Potong Kasur dan Gunakan Pikap untuk Bawa ke RS

Regional
Komplotan Perampok Satroni Rumah Warga di Lampung, Korban Dipukul Senpi Saat Minta Tolong

Komplotan Perampok Satroni Rumah Warga di Lampung, Korban Dipukul Senpi Saat Minta Tolong

Regional
Gibran Enggan Ungkap Pesan yang Diberikan Megawati Untuknya: Rahasia

Gibran Enggan Ungkap Pesan yang Diberikan Megawati Untuknya: Rahasia

Regional
Titi Wati, Penderita Obesitas di Palangkaraya, Meninggal Dunia karena Sakit

Titi Wati, Penderita Obesitas di Palangkaraya, Meninggal Dunia karena Sakit

Regional
Foto Viral Warga Demak Mengaku Jadi Kasetpres hingga Gelar Syukuran di Semarang

Foto Viral Warga Demak Mengaku Jadi Kasetpres hingga Gelar Syukuran di Semarang

Regional
Direktur Bank di Boyolali Ditemukan Meninggal di Kontrakan, Mulutnya Mengeluarkan Darah

Direktur Bank di Boyolali Ditemukan Meninggal di Kontrakan, Mulutnya Mengeluarkan Darah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.