Uang Rp 6 Miliar dan Jam Rolex Hilang Saat Perusakan Rumah Wagub Papua

Kompas.com - 31/05/2021, 14:38 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIKapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Aksi perusakan rumah dinas Wakil Gubernur Papua pada 21-22 Mei 2021 lalu ternyata diwarnai insiden hilangnya uang tunai Rp 6 miliar dan sebuah jam merek Rolex.

Kejadian perusakan tersebut dilakukan sebagai bagian tradisi duka atas meninggalnya Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, di Jakarta pada 21 Mei 2021.

Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menyebut, uang, jam Rolex serta beberapa perhiasan yang sempat hilang dari rumah duka saat ini sudah diamankan Dansat Brimob Kotaraja.

"Barang-barang yang hilang, sejumlah uang Rp 6 miliar, jam Rolex dan perhiasan milik Ibu (Wagub) sudah dikembalikan dalam keadaan utuh dan lengkap kepada Polri," ujarnya di Jayapura, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Wagub Klemen Tinal Meninggal Dunia, Kantor Gubernur Papua Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Fakhiri belum menyebut nama atau inisial orang yang mengembalikan uang, jam Rolex dan perhiasan tersebut.

Namun ia memastikan, Direskrimum Polda Papua akan terus mengembangkan kasus tersebut karena saat ini sudah ada rekaman CCTV yang diamankan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang mengembalikan akan kita interogasi dan keterangannya akan kita konfrontir dengan rekaman CCTV," kata dia.

Baca juga: Keributan di Rumah Duka Wagub Papua, Kapolda: Biar Pemda yang Selesaikan

 

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi
Mengenai perusakan rumah Dinas Wakil Gubernur Papua, Fakhiri meralat pernyataan sebelumnya bahwa tindakan tersebut tidak akan berujung pada kasus pidana.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan massa saat itu sudah melenceng dari nilai budaya yang ada.

"Tentu perusakan akan diperbaiki oleh pemerintah daerah, tapi saya pikir kita harus memberikan pembelajaran, budaya boleh jalan tetapi tidak boleh melanggar rambu-rambu hukum," kata Fakhiri.

Proses hukum tersebut masih menunggu tanggapan dari istri Almarhum Klemen Tinal, Yolanda Tinal.

"Apa lagi ini dalam duka, jadi kita harus paksa masyarakat untuk berperilaku yang baik. Tapi ini tergantung pada Ibu, kalau dia keberatan maka akan kita proses," kata Fakhiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Murid SD di Nias Laporkan Guru ke Polisi karena Pelecehan Seksual

7 Murid SD di Nias Laporkan Guru ke Polisi karena Pelecehan Seksual

Regional
Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Regional
Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Regional
Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Regional
Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Regional
Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Regional
Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Regional
Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Regional
Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

Regional
Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Regional
Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Regional
Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Regional
Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Regional
Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.