Hunian Goa dan Tulang Manusia Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Wilayah Ibu Kota Baru

Kompas.com - 31/05/2021, 10:53 WIB
Tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melakukan ekskavasi untuk melihat barang yang diduga benda cagar budaya di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (27/5/2021). KOMPAS/SUCIPTOTim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melakukan ekskavasi untuk melihat barang yang diduga benda cagar budaya di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (27/5/2021).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) menemukan situs hunian goa serta tulang belulang menyerupai manusia berusia ribuan tahun di wilayah ibu kota negara.

Letak goa berada di pegunungan karst, berjarak sekitar lima kilometer dari titik nol ibu kota negara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Kawasan ini masuk zona inti (ibu kota negara). Goa ini berada di pegunungan karst, hutannya primer,” ungkap Ketua Tim Peneliti Arkeologi Harry Truman Simanjuntak kepada awak media di Balikpapan, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Suplai Pangan di Ibu Kota Baru, Pemprov Kaltim Siapkan 2.654 Hektar Lahan Food Estate

Karena lokasi berdekatan, situs ini dikhawatirkan terdampak pembangunan ibu kota negara.

Harry menambahkan, temuan lain di dalam goa sisa peralatan manusia atau artefak seperti batu, tulang, juga cangkak kerang sebagai alat meramu ataupun berburuh.

Ada juga bebatuan yang digali dari sungai dibawa ke dalam goa kemudian dikerjakan menjadi alat karena ada sisa pembakaran, bekas olahan, dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Temuan lain berupa sisa manusia, seperti tulang belulang, walaupun masih fragmen tulang lengan, gigi, belum tubuh lengkap. Tapi dianalisis bagian dari manusia. Itu baru satu goa bukti sebagai tonggak awal hunian di wilayah itu," terang dia.

Harry belum memastikan usia peradaban manusia goa itu karena masih dalam penelitian, tetapi diperkirakan terjadi ribuan tahun silam.

Baca juga: Serap Aspirasi Masyarakat Sekitar Ibu Kota Baru, Gubernur Kaltim: Mereka Kecewa kalau Tidak Jadi

Perkiraan didasarkan pada data pendukung regional yang telah telah diteliti.

“Hunian (goa) seperti itu ada juga di wilayah lain di Kalimantan seperti Lereng Barat Pegunungan Meratus, Kalsel. Bagian utara ke arah Sangkulirang, Kaltim, dan lainnya,” kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Bawah Umur di Nganjuk Diduga Hendak Dijajakan ke Pria Hidung Belang, Digerebek Saat Konsumsi Sabu-sabu

Gadis di Bawah Umur di Nganjuk Diduga Hendak Dijajakan ke Pria Hidung Belang, Digerebek Saat Konsumsi Sabu-sabu

Regional
Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB, Tahun Lalu Sempat Bantu Tangani Covid-19 di DIY

Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB, Tahun Lalu Sempat Bantu Tangani Covid-19 di DIY

Regional
162 Anak di Tasikmalaya Kehilangan Orangtua akibat Pandemi Covid-19

162 Anak di Tasikmalaya Kehilangan Orangtua akibat Pandemi Covid-19

Regional
Bayi Laki-laki dari Pasien Covid-19 di RS Lapangan Dinyatakan Sehat dan Stabil

Bayi Laki-laki dari Pasien Covid-19 di RS Lapangan Dinyatakan Sehat dan Stabil

Regional
Mobil Ekspedisi di NTB Tabrak Warga yang Sedang Duduk di Pinggir Jalan hingga Terpental 6 Meter

Mobil Ekspedisi di NTB Tabrak Warga yang Sedang Duduk di Pinggir Jalan hingga Terpental 6 Meter

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, SD di Gunungkidul Hentikan PTM Terbatas

Ada Siswa Positif Covid-19, SD di Gunungkidul Hentikan PTM Terbatas

Regional
Kisah Tragis Seorang Istri Tewas Dianiaya Suami Usai Mengaku Jalan dengan Pria Lain

Kisah Tragis Seorang Istri Tewas Dianiaya Suami Usai Mengaku Jalan dengan Pria Lain

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Akhirnya Minta Maaf karena Gowes ke Pantai Kondang Merak

Wali Kota Malang Sutiaji Akhirnya Minta Maaf karena Gowes ke Pantai Kondang Merak

Regional
Siswa SMK Meninggal Usai Divaksin, Sempat Beri Tahu Petugas Riwayat Penyakit, tapi Kenapa Tetap Disuntik?

Siswa SMK Meninggal Usai Divaksin, Sempat Beri Tahu Petugas Riwayat Penyakit, tapi Kenapa Tetap Disuntik?

Regional
Terdampak Covid-19, Seniman di Purworejo Terima Bantuan dari Pembaca Kompas

Terdampak Covid-19, Seniman di Purworejo Terima Bantuan dari Pembaca Kompas

Regional
Agar Tak Muncul Klaster PTM, Pemkot Yogyakarta Larang Siswa Ngobrol di Luar Kelas

Agar Tak Muncul Klaster PTM, Pemkot Yogyakarta Larang Siswa Ngobrol di Luar Kelas

Regional
RSUP Sanglah Denpasar Kremasi 25 Jenazah Telantar

RSUP Sanglah Denpasar Kremasi 25 Jenazah Telantar

Regional
Unggahan di Medsos Berujung Tawuran, Sejumlah Remaja Putri Diamankan Polisi

Unggahan di Medsos Berujung Tawuran, Sejumlah Remaja Putri Diamankan Polisi

Regional
Masih Ada Guru Honorer Terima Rp 200.000 Sebulan, DPRD Magetan Siapkan Raperda Perlindungan Guru

Masih Ada Guru Honorer Terima Rp 200.000 Sebulan, DPRD Magetan Siapkan Raperda Perlindungan Guru

Regional
Gelagat Aneh Suami di Kota Malang Setelah Istrinya Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Serahkan Jaket ke ODGJ

Gelagat Aneh Suami di Kota Malang Setelah Istrinya Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Serahkan Jaket ke ODGJ

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.