Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/05/2021, 09:42 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Remaja 18 tahun berinisial EKB asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, meninggal setelah tertembak senapan angin milik temannya sendiri saat hendak berburu burung.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Rizki Santoso, menjelaskan, kejadian itu bermula saat AHR (15) membawa senapan angin untuk berburu burung bersama EKB pada Kamis (27/5/2021) lalu.

Sekitar jam 16.30 WIB, AHR dan temannya disapa oleh EKB yang sedang duduk.

Saat disapa olehnya, AHR dan temannya turun dari sepeda motor yang dikendarainya untuk mendatangi EKB.

Baca juga: 4 Prajurit TNI yang Tertembak di Pegunungan Bintang Akan Dievakuasi ke Jayapura

Pada waktu itulah, AHR hendak meletakkan senapan yang diselempangkan di punggung.

Namun, dirinya tidak sadar bahwa senapan angin itu masih dalam kondisi terpompa dan berisi peluru.

"Tanpa sengaja senapan angin meletus dan pelurunya mengenai dada bagian sebelah kiri EKB. Seketika itu EKB jatuh terlentang dengan mengeluarkan darah di dada kirinya dan pingsan di tempat," tukas Rizki kepada KOMPAS.com saat dihubungi, Minggu (30/5/2021).

Mengetahui peluru mengenai korban, lanjut Rizki, AHR dan temannya pun langsung bergegas menolong EKB.

Korban dibawa ke Puskesmas Paiton untuk mendapatkan pertolongan.

Sesampainya di puskesmas, ternyata nyawa EKB sudah tidak tertolong lagi.

Baca juga: Pemburu Burung di Gunungkidul Ditemukan Tewas Tertembak di Dada Kanan

Petugas Polsek setempat langsung mendatangi rumah korban dan pelaku yang kebetulan bertetangga untuk mencari kebenaran informasi.

Karena masih di bawah umur, pelaku beserta BB diamankan ke Polres untuk tindaklanjuti perkaranya.

Rizki menambahkan, pelaku disangka dengan Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Warga Tual Tenang, Kapolda Maluku: Jangan Terprovokasi Lagi

Minta Warga Tual Tenang, Kapolda Maluku: Jangan Terprovokasi Lagi

Regional
Diserang Virus KHV, 15 Ton Ikan Mas di Waduk PLTA Koto Panjang Riau Mati Setiap Hari

Diserang Virus KHV, 15 Ton Ikan Mas di Waduk PLTA Koto Panjang Riau Mati Setiap Hari

Regional
Sering Menginap di Bawah JMP Ambon, Gepeng dan Anak Jalanan Ditangkap Petugas Dinsos

Sering Menginap di Bawah JMP Ambon, Gepeng dan Anak Jalanan Ditangkap Petugas Dinsos

Regional
Perkelahian 2 Siswi di Alun-alun Kota Pasangkayu Viral di Media Sosial

Perkelahian 2 Siswi di Alun-alun Kota Pasangkayu Viral di Media Sosial

Regional
Diduga Melakukan Bullying, 8 Siswi di Karanganyar Dilaporkan Polisi oleh Orangtua Murid

Diduga Melakukan Bullying, 8 Siswi di Karanganyar Dilaporkan Polisi oleh Orangtua Murid

Regional
Korupsi Proyek Sentra IKM, Eks Kepala Dinkop UKM Kota Serang Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Korupsi Proyek Sentra IKM, Eks Kepala Dinkop UKM Kota Serang Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Regional
Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Orang di Tol Semarang-Solo, Terungkap Ban yang Pecah Buatan Tahun 2006

Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Orang di Tol Semarang-Solo, Terungkap Ban yang Pecah Buatan Tahun 2006

Regional
Surat Imbauan soal Maraknya Penculikan Anak Menuai Polemik, Kadisdik Kota Kupang Minta Maaf

Surat Imbauan soal Maraknya Penculikan Anak Menuai Polemik, Kadisdik Kota Kupang Minta Maaf

Regional
Heboh Kabar Penculikan Anak di Ruteng, Begini Respons Polres Manggarai

Heboh Kabar Penculikan Anak di Ruteng, Begini Respons Polres Manggarai

Regional
Sampah IKN Diakomodir DLH Penajam Paser Utara Sampai 2024

Sampah IKN Diakomodir DLH Penajam Paser Utara Sampai 2024

Regional
Kuasa Hukum Tersangka Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur Minta Penumpang Audi A6 Diperiksa Ulang

Kuasa Hukum Tersangka Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur Minta Penumpang Audi A6 Diperiksa Ulang

Regional
Kunjungi Habib Novel, Gibran Minta Doa Penyelesaian Masjid Sriwedari

Kunjungi Habib Novel, Gibran Minta Doa Penyelesaian Masjid Sriwedari

Regional
Terbongkarnya Judi Online dengan Omzet Puluhan Juta per Hari di Batam

Terbongkarnya Judi Online dengan Omzet Puluhan Juta per Hari di Batam

Regional
5 Program Bupati Erwin Octavian untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Seluma

5 Program Bupati Erwin Octavian untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Seluma

Regional
Tindak Lanjuti Arahan Ganjar Pranowo, 71 Desa di Purworejo Dipetakan Masuk Kategori Merah Kemiskinan Ekstrem

Tindak Lanjuti Arahan Ganjar Pranowo, 71 Desa di Purworejo Dipetakan Masuk Kategori Merah Kemiskinan Ekstrem

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.