Saat Kapolresta Banyumas Ikut Turun Tangan Bubarkan Outbound di Baturraden, Ini Alasannya

Kompas.com - 29/05/2021, 21:19 WIB
Tim Dokkes Polresta Banyumas melakukan tes cepat antigen terhadap peserta outbond di Baturraden Adventure Forest (BAF), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (29/5/2021). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINTim Dokkes Polresta Banyumas melakukan tes cepat antigen terhadap peserta outbond di Baturraden Adventure Forest (BAF), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (29/5/2021).

KOMPAS.com - Demi mencegah penyebaran varian baru Covid-19 di Kabupaten Banyumas, kegiatan outbound pegawai Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dibubarkan oleh polisi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Baturraden Adventure Forest (BAF), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/5/2021), ini diikuti oleh 75 orang.

Peserta outbound datang ke lokasi menggunakan dua bus.

Dalam pembubaran kegiatan outbound ini, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyumas ikut turun tangan.

Pasalnya, kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baturraden Iptu Karseno, rombongan tersebut sempat tidak menggubris Satgas Covid-19 Kecamatan Baturraden yang mengimbau agar acara dihentikan.

"Mereka tidak mau mengindahkan, sehingga Pak Kapolresta Kombes M Firman Lukmanul Hakim turun langsung untuk membubarkan acara," ucapnya.

Baca juga: Polisi Bubarkan Outbound Pegawai Pelabuhan Perikanan Cilacap di Baturraden

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Alasan pembubaran

Polisi beralasan, kegiatan outbound dibubarkan karena dianggap melanggar protokol kesehatan.

Tak hanya itu, pembubaran outbound ini untuk mengantisipasi beredarnya varian baru Covid-19 yang terdeteksi pada anak buah kapal (ABK) asal Filipina di Cilacap.

"Kami membubarkan kegiatan karena tidak ada izin maupun rekomendasi dari Satgas Covid-19," ujar Karseno, ditemui di lokasi.

Usai acara dibubarkan, seluruh peserta outbound menjalani tes cepat antigen yang dilakukan tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polresta Banyumas.

Baca juga: Jual Surat Hasil Tes Antigen Palsu, Pegawai Klinik Ditangkap, Ini Kronologinya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi di Kediri Borong Dagangan Pedagang Saat Patroli PPKM Level 4

Polisi di Kediri Borong Dagangan Pedagang Saat Patroli PPKM Level 4

Regional
Menjaga Tradisi Seni Lukis Khombow Khas Asei Sentani Papua

Menjaga Tradisi Seni Lukis Khombow Khas Asei Sentani Papua

Regional
Hajatan di Gunungkidul Dibubarkan Petugas, Kursi Pelaminan Diangkut

Hajatan di Gunungkidul Dibubarkan Petugas, Kursi Pelaminan Diangkut

Regional
Ini Alasan Siti Sumirah Minta Dibawa Ambulans ke Kantor Gubernur Kaltim Setelah Kakaknya Ditolak 5 RS

Ini Alasan Siti Sumirah Minta Dibawa Ambulans ke Kantor Gubernur Kaltim Setelah Kakaknya Ditolak 5 RS

Regional
Kota Banjarmasin Masuk PPKM Level 4, Dinkes Bantah dan Menolak

Kota Banjarmasin Masuk PPKM Level 4, Dinkes Bantah dan Menolak

Regional
PKL yang Langgar Jam Malam di Purwokerto Diminta Tutup, Sisa Makanan Diborong Polisi

PKL yang Langgar Jam Malam di Purwokerto Diminta Tutup, Sisa Makanan Diborong Polisi

Regional
Tiga Orang Rimba Lolos Seleksi Polisi, Singkirkan Ribuan Peserta Lain

Tiga Orang Rimba Lolos Seleksi Polisi, Singkirkan Ribuan Peserta Lain

Regional
'Pasien Lain Dilayani, Kenapa Kakak Saya Tidak?'

"Pasien Lain Dilayani, Kenapa Kakak Saya Tidak?"

Regional
Kedatangan Jenazah Anggota DPR Tertunda, Keluarga Mengamuk dan Rusak Fasilitas Bandara Sorong

Kedatangan Jenazah Anggota DPR Tertunda, Keluarga Mengamuk dan Rusak Fasilitas Bandara Sorong

Regional
Beredar Pesan Berantai Ajakan Demo Tolak PPKM di Semarang, Polisi Pastikan Hoaks

Beredar Pesan Berantai Ajakan Demo Tolak PPKM di Semarang, Polisi Pastikan Hoaks

Regional
Rampas Motor Warga, Oknum Polisi Dihajar Massa hingga Tak Sadarkan Diri, Begini Ceritanya

Rampas Motor Warga, Oknum Polisi Dihajar Massa hingga Tak Sadarkan Diri, Begini Ceritanya

Regional
ITS Luncurkan PlasmaHub, Platform Digital Pertemukan Donor Plasma Konvalesen dan Pasien Covid-19

ITS Luncurkan PlasmaHub, Platform Digital Pertemukan Donor Plasma Konvalesen dan Pasien Covid-19

Regional
Anak Perempuannya Hilang di Bukit Jin Dumai, Ayah: Ayo Sayang Mamak Sudah Nunggu, Pulang...

Anak Perempuannya Hilang di Bukit Jin Dumai, Ayah: Ayo Sayang Mamak Sudah Nunggu, Pulang...

Regional
Jual Kerak Telor Baru Laku 2 Porsi, Yanti Kaget Sisa Dagangannya Diborong Kapolda Rp 1,3 Juta

Jual Kerak Telor Baru Laku 2 Porsi, Yanti Kaget Sisa Dagangannya Diborong Kapolda Rp 1,3 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Pilu Shiri Berjuang Mencari Oksigen untuk Ibunya | Penemuan Jenazah Ibu dan Anak

[POPULER NUSANTARA] Kisah Pilu Shiri Berjuang Mencari Oksigen untuk Ibunya | Penemuan Jenazah Ibu dan Anak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X