10 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Diduga Akan Menyerang Tempat Ibadah

Kompas.com - 29/05/2021, 17:35 WIB
Ilustrasi Densus 88 PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA Ilustrasi Densus 88
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji angkat bicara terkait penangkapan terduga teroris di Kabupaten Merauke, Papua, pada Jumat (18/5/2021).

Menurutnya, jumlah terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri saat kejadian itu sebanyak 10 orang.

Mereka ditangkap di tempat berbeda, antara lain di Jagebob, Kurik, dan Tanah Miring.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris di Merauke, Papua

Dari penyelidikan sementara yang dilakukan, para terduga teroris itu akan melakukan penyerangan di sejumlah tempat ibadah.

Namun demikian, aksi mereka belum berhasil terlaksana karena penjagaan keamanan di tempat ibadah sudah dilakukan aparat cukup ketat.

"Mereka mau tembak-tembak atau taruh bom di gereja tapi kita (aparat keamanan) sudah penuh (berjaga) di gereja," kata Untung, Sabtu (29/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Fakta Baru Gerakan KKB di Papua, Pimpinan Lekagak Telenggen Siapkan Lokasi Perang Terbuka dan TNI-Polri Ubah Strategi

Dalam penangkapan yang dilakukan tim Densus tersebut, lanjut dia, juga turut diamankan sejumlah barang bukti.

Meski demikian, pihaknya tidak menjelaskan secara rinci barang bukti yang dimaksud.

"Kita tangkap dengan barang bukti semua yang berbahaya untuk masyarakat," tandasnya.

Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor : Dheri Agriesta



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X