Pemalsu Surat Keterangan Sakit untuk Pemudik di Merak Ditangkap

Kompas.com - 28/05/2021, 23:12 WIB
Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono saat memaparkan kasus pemalusan dokumen saat pelarangan mudik KOMPAS.COM/RASYID RIDHOKapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono saat memaparkan kasus pemalusan dokumen saat pelarangan mudik

CILEGON, KOMPAS.com - Polres Cilegon menangkap pelaku pemalsuan surat berisi keterangan sakit pada saat pelarangan mudik Lebaran di Merak, Banten.

Surat keterangan sakit itu berupa rekomendasi dari kepala desa agar pemudik dapat melintas.

Pelaku berinsial P (41) menjual sepucuk surat keterangan kepada para pemudik, terutama pemudik roda dua yang diputarbalikkan oleh petugas di pos penyekatan Pelabuhan Merak, Banten.

Baca juga: Profil 5 SMA Terbaik Se-Banten, Ada Peringkat 2 Indonesia

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa ada praktik pemalsuan dokumen yang dilakukan pelaku pada 15 Mei 2021.

Selanjutnya, tim Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon yang dipimpin AKP Arief Nazaruddin langsung melakukan penyelidikan.

Hasilnya, beberapa orang yang dicurigai oleh petugas dibawa ke Mapolres Cilegon untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari beberapa orang yang diamankan, satu yang kita tetapkan sebagai tersangka dengan inisial P," kata Sigit kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Kerumunan di Rumahnya Dibubarkan Aparat, Begini Respons Bupati Meranti

Menurut Sigit, P mendapatkan surat keterangan asli yang dikeluarkan oleh kepala desa di wilayah Lampung dari seorang pemudik.

Surat keterangan asli itu kemudian dilipatgandakan untuk diubah tanggal dan nama sesuai dengan pemesan.

"Awalnya surat resmi, surat itu di fotokopi, kemudian oleh tersangka diubah isinya dengan nama orang-orang yang memesan," ujar Sigit.

Pelaku mematok harga untuk satu lembar surat keterangan palsu sebesar Rp 200.000.

"Kita amankan juga beberapa alat bukti tiga surat keterangan palsu, uang tunai," kata Sigit.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 263 ayat 1 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruangan Kelas dan Lab Komputer SMKN 7 Ende Rusak Diterjang Longsor

Ruangan Kelas dan Lab Komputer SMKN 7 Ende Rusak Diterjang Longsor

Regional
Sepeda Motor Tabrak Mobil dan Pejalan Kaki, Satu Orang Tewas, 2 Lainnya Luka-luka

Sepeda Motor Tabrak Mobil dan Pejalan Kaki, Satu Orang Tewas, 2 Lainnya Luka-luka

Regional
Sisir Gunung Botak, Polisi Musnahkan Puluhan Bak Rendaman dan Tenda Penambang Liar

Sisir Gunung Botak, Polisi Musnahkan Puluhan Bak Rendaman dan Tenda Penambang Liar

Regional
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

Regional
Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Regional
Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Regional
8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

Regional
45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

Regional
Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Regional
Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Regional
Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Regional
Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Regional
Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Regional
Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Regional
Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X