Tanpa Segan, Polisi dan TNI Bubarkan Kerumunan di Rumah Dinas Bupati di Riau

Kompas.com - 28/05/2021, 16:24 WIB
Beginilah suasana kerumunan massa di rumah dinas Bupati Kepulauan Meranti yang dibubarkan oleh aparat kepolisian dan TNI di Jalan Pelajar, Desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (27/5/2021). Dok. Polres Kepulauan MerantiBeginilah suasana kerumunan massa di rumah dinas Bupati Kepulauan Meranti yang dibubarkan oleh aparat kepolisian dan TNI di Jalan Pelajar, Desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (27/5/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kerumunan orang masih saja terjadi di tengah tingginya kasus Covid-19 di Provinsi Riau.

Tak cuma di lingkungan masyarakat umum, kerumunan bahkan terjadi di lingkungan pejabat tinggi pemerintahan.

Kali ini, kerumunan malah terjadi di rumah dinas Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil di Jalan Pelajar, Desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (27/5/2021), sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Update Covid-19 di Riau Bertambah 811 Kasus, Tertinggi Pekanbaru

Namun, tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Meranti tanpa segan dan pandang bulu.

Petugas langsung mengambil tindakan tegas dengan membubarkan kerumunan tersebut.

Kerumunan itu dinilai melanggar protokol kesehatan dan berpotensi menjadi media penularan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito membenarkan hal itu.

Dia mengatakan, pembubaran massa di kediaman Bupati Kepulauan Meranti dilakukan bersama TNI.

"Kerumunan di kediaman Bupati (Meranti) karena ada kegiatan yang dilakukan tim Adil Orang Kita (AOK) kabupaten. Mereka sedang melakukan rapat koordinasi dengan tim AOK 9 kecamatan dan tim AOK desa atau kelurahan se-Kabupaten Kepulauan Meranti," kata Eko saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Penyebab Kasus Covid-19 di Riau Meningkat Tinggi

Ia menegaskan bahwa pembubaran kerumunan ini sebagai upaya pengendalian lajunya penularan virus mematikan itu.

Apalagi, pada hari tersebut, ada 2 warga yang meninggal akibat Covid-19.

"Kegiatan ini diduga melanggar protokol kesehatan dan berpotensi penularan Covid-19, makanya kita bubarkan," ujar Eko.

Menurut Eko, pihaknya sudah berkali-kali melakukan upaya sosialisasi kepada berbagai pihak untuk tidak membuat kerumunan.

Berbagai masukan dan pemahaman juga sudah sering disampaikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Regional
Pendiri Sekolah SPI di Batu Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Terancam 15 Tahun Penjara

Pendiri Sekolah SPI di Batu Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual, Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Asal-usul Sumbangan Rp 2 Triliun hingga Permintaan Maaf Kapolda Sumsel

Asal-usul Sumbangan Rp 2 Triliun hingga Permintaan Maaf Kapolda Sumsel

Regional
Segera Beroperasi, KA Bandara YIA Akan Layani 56 Perjalanan Setiap Hari

Segera Beroperasi, KA Bandara YIA Akan Layani 56 Perjalanan Setiap Hari

Regional
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, 7 Daerah di Sulut Jadi Zona Merah

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, 7 Daerah di Sulut Jadi Zona Merah

Regional
Disebut BST-nya Dipotong Rp 100.000, Penerima Kaget, Padahal Ikhlas Beri ke Warga Tak Mampu Lainnya

Disebut BST-nya Dipotong Rp 100.000, Penerima Kaget, Padahal Ikhlas Beri ke Warga Tak Mampu Lainnya

Regional
Prihatin 2 Anak Penghuni Panti Asuhan Jadi Korban Penganiayaan, Anggota DPRD Gresik Datangi Kantor Dinas KBPPPA

Prihatin 2 Anak Penghuni Panti Asuhan Jadi Korban Penganiayaan, Anggota DPRD Gresik Datangi Kantor Dinas KBPPPA

Regional
Warga di Pekanbaru Bisa Pinjam dan Gunakan Tabung Oksigen Gratis

Warga di Pekanbaru Bisa Pinjam dan Gunakan Tabung Oksigen Gratis

Regional
Demi Hidupi Anak dan Istri, Pria yang Awalnya Tak Percaya Covid-19 Ini Akhirnya Mau Divaksin

Demi Hidupi Anak dan Istri, Pria yang Awalnya Tak Percaya Covid-19 Ini Akhirnya Mau Divaksin

Regional
Musnahkan 10 Bak Rendaman Material Emas Saat Sisiri Gunung Botak, Polisi: Jangan Ada Aktivitas Ilegal

Musnahkan 10 Bak Rendaman Material Emas Saat Sisiri Gunung Botak, Polisi: Jangan Ada Aktivitas Ilegal

Regional
Kronologi Pasien Demam Meninggal di Mobil, Ditolak 3 RS karena Penuh, Saturasi Oksigen 78 Persen

Kronologi Pasien Demam Meninggal di Mobil, Ditolak 3 RS karena Penuh, Saturasi Oksigen 78 Persen

Regional
Pantau Isolasi Lingkungan, Bobby Nasution: Saya Lihat Warga Senang

Pantau Isolasi Lingkungan, Bobby Nasution: Saya Lihat Warga Senang

Regional
Mantan Anggota DPRD Kota Magelang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Senilai Rp 11,6 Miliar

Mantan Anggota DPRD Kota Magelang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Senilai Rp 11,6 Miliar

Regional
Dandim Sumba Timur Temukan Warga Pakai Kartu Vaksin Orang Lain Saat Sidak di Pos Penyekatan

Dandim Sumba Timur Temukan Warga Pakai Kartu Vaksin Orang Lain Saat Sidak di Pos Penyekatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Relawan Swab Meninggal Terpapar Covid-19 | Kisah Haru Penjual Ayam Penyet di Medan

[POPULER NUSANTARA] Relawan Swab Meninggal Terpapar Covid-19 | Kisah Haru Penjual Ayam Penyet di Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X