Kompas.com - 28/05/2021, 14:56 WIB
Personel Polres Cilacap melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruas jalan protokol dan rumah sakit untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 varian india, Jumat (27/5/2021). KOMPAS.COM/Dok Humas Polres CilacapPersonel Polres Cilacap melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruas jalan protokol dan rumah sakit untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 varian india, Jumat (27/5/2021).

KOMPAS.com - Adanya penyebaran varian baru Covid-19 varian India dan lonjakan kasus positif membuat Cilacap, Jawa Tengah, masuk zona merah.

Kondisi itu membuat masyarakat untuk lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Penyebaran wabah Covid-19 di Cilacap masih tinggi, ketambahan di Cilacap terdapat virus Covid-19 varian baru, sehingga harus disiplin dalam penindakan protokol kesehatan,” kata Kapolres Cilacap, AKBP Legaek Mawardi, Kamis (27/5/2021).

Saat ini, dari data gugus tugas, ada 7 klaster aktif di Cilacap, baik dari klaster keluarga, perangkat desa, yasinan hingga klaster tenaga kesehatan RSUD serta ABK kapal asing yang membawa varian India.

Baca juga: Soal Tantangan Perang Pimpinan KKB, Kapolda Papua Ingatkan Hal Ini

Personel Polres Cilacap melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruas jalan protokol dan rumah sakit untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 varian india, Jumat (27/5/2021).KOMPAS.COM/Dok Humas Polres Cilacap Personel Polres Cilacap melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruas jalan protokol dan rumah sakit untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 varian india, Jumat (27/5/2021).
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Legaek menjelaskan, pihaknya sudah menurunkan personel untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah titik menggunakan satu unit mobil water canon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para personel itu berkeliling menyemprot ruas jalan di perkotaan termasuk di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kabupaten Cilacap seperti RSUD Cilacap dan Rumah Sakit Islam Fatimah.

“Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Cilacap khususnya agar jangan menganggap enteng penyebaran virus ini, tetap patuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19 diantaranya memakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan," ujar Kapolres.

Baca juga: Virus Corona Varian India Menyebar, Cilacap Masuk Zona Merah

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini terdata ada 505 kasus positif aktif dan 5 kasus meninggal terbaru.

(Penulis: Kontributor Banyumas, M Iqbal Fahmi | Editor: Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rindu Salatiga Sejuk, Mahasiswa asal Papua Tanam Bibit Pohon

Rindu Salatiga Sejuk, Mahasiswa asal Papua Tanam Bibit Pohon

Regional
Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar oleh Anggota DPRD Blora

Prabowo Subianto Digugat Rp 501 Miliar oleh Anggota DPRD Blora

Regional
Malu Punya Anak Hasil Hubungan Gelap, Perempuan di Sukoharjo Nekat Buang Bayi ke Belakang Rumah

Malu Punya Anak Hasil Hubungan Gelap, Perempuan di Sukoharjo Nekat Buang Bayi ke Belakang Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2021

Regional
KKB Kembali Berulah di Distrik Suru-Suru Yahukimo, 1 Prajurit TNI Gugur, 1 Alami Luka Tembak

KKB Kembali Berulah di Distrik Suru-Suru Yahukimo, 1 Prajurit TNI Gugur, 1 Alami Luka Tembak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 3 Desember 2021

Regional
Penambang Tradisional di Mamasa Kakinya Hancur Tertimpa Bongkahan Batu Galian

Penambang Tradisional di Mamasa Kakinya Hancur Tertimpa Bongkahan Batu Galian

Regional
Kronologi Listiyani Kabur dari Rumah gara-gara Dilarang Keluarga Bisnis Jual Beli Tokek Seharga Rp 1 Triliun

Kronologi Listiyani Kabur dari Rumah gara-gara Dilarang Keluarga Bisnis Jual Beli Tokek Seharga Rp 1 Triliun

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2021

Regional
Penipuan Berlian hingga Video Porno Terjadi di Bandara YIA, Polisi: Perlu Ada Polsek

Penipuan Berlian hingga Video Porno Terjadi di Bandara YIA, Polisi: Perlu Ada Polsek

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Desember 2021

Regional
Hanya karena Berkelahi Saat Pertandingan Sepak Bola Tarkam, 2 Pemuda Harus Ditahan

Hanya karena Berkelahi Saat Pertandingan Sepak Bola Tarkam, 2 Pemuda Harus Ditahan

Regional
Wanita di Polewali Mandar Terekam CCTV Curi Kotak Amal di Toko Kosmetik

Wanita di Polewali Mandar Terekam CCTV Curi Kotak Amal di Toko Kosmetik

Regional
Sekdes di Blitar Bayarkan Tunggakan Dana PBB Warga, Polisi Tetap Proses Hukum

Sekdes di Blitar Bayarkan Tunggakan Dana PBB Warga, Polisi Tetap Proses Hukum

Regional
Kronologi Joko Santoso Tidak Bisa Melihat Sehari Setelah Divaksin Covid-19

Kronologi Joko Santoso Tidak Bisa Melihat Sehari Setelah Divaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.