Kompas.com - 27/05/2021, 15:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Terdakwa dalam perkara pengadangan truk galian C menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kamis (27/5/2021).

Ketiganya yakni Ahmad Busiin, H. Sugianto, dan Abdullah divonis tiga bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai Agus Pancara.

"Mengadili, satu menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPK yang telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana dalam dakwaan tunggal," kata Agus Pancara.

Baca juga: Sidang 3 Warga Penolak Tambang Galian C di PN Banyuwangi Diwarnai Unjuk Rasa Ratusan Warga

Divonis tiga bulan penjara, lebih rendah dari tuntutan jaksa

Ilustrasi penjaraKompas.com Ilustrasi penjara

Ketiganya dijatuhi pidana masing-masing tiga bulan dari tuntutan jaksa enam bulan penjara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan pidana penjara masing-masing selama tiga bulan," kata dia.

Dalam putusannya, hakim juga menyebutkan, barang bukti dalam perkara ini yakni banner bertuliskan 'Kami warga Sidomulyo menolak dengan keras dan tegas jalan ini dilalui oleh truk dan truk pengangukut hasil tambang galian C ini jalan desa bukan jalan proyek tambang, silakan cari jalan lain'.

"Kemudian truk dalam keadaan gembos dikembalikan ke saksi," kata dia.

Baca juga: Khofifah Dilaporkan ke Polisi Soal Pesta Ulang Tahunnya, Pelapor Bandingkan dengan Kasus Rizieq Shihab

 

Kuasa hukum terdakwa dari LPBH PCNU Banyuwangi Tedjo Rifa'i mengatakan pihaknya masih pikir-pikir terkait putusan tersebut.

Meski demikian, kemungkinan besar mereka akan melakukan banding terkait putusan tersebut.

"Kami menghormati putusan hakim, meskipun kami kecewa dalam pertimbangannya sama sekali tak memeprtimbangkan aspek hukum lingkungannya. Itu yang kami sesalkan," katanya di PN Banyuwangi.

Kasus yang menimpa ketiganya bermula dari pelaporan atas aksi yang mereka lakukan bersama sejumlah warga pada 2018 silam.

Baca juga: Sopir Pikap Diduga Sempat Terlelap hingga Tabrak Pohon, 8 Penumpang Tewas

Aksi pengadangan truk pengangkut material galian C dilakukan warga dengan alasan menyelamatkan lingkungan hidup serta tempat tinggal mereka dari dampak negatif yang dimunculkan tambang galian C.

Ketiganya lalu ditetapkan tersangka pada awal 2020.

Kemudian sidang perdana berjalan pada Senin, 4 Januari 2021.

Ketiganya dianggap melanggar Pasal 162 UU RI Nomer 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batu bara.

Untuk diketahui, kepada ketiga terdakwa tidak dilakukan penahanan karena Pasal ancamannya di bawah 1 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, Pengurus Cabor Minta Kejari Usut Aliran Dana

Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, Pengurus Cabor Minta Kejari Usut Aliran Dana

Regional
Gunung Merapi Keluarkan 2 Awan Panas Guguran Malam Ini

Gunung Merapi Keluarkan 2 Awan Panas Guguran Malam Ini

Regional
Cilegon Berpotensi Tsunami 8 Meter, Wali Kota Minta Alarm Tanda Bahaya Dicek

Cilegon Berpotensi Tsunami 8 Meter, Wali Kota Minta Alarm Tanda Bahaya Dicek

Regional
Disenggol Mobil di Flyover Pekanbaru, Pemotor Tewas Terjatuh dari Ketinggian 5 Meter

Disenggol Mobil di Flyover Pekanbaru, Pemotor Tewas Terjatuh dari Ketinggian 5 Meter

Regional
Hasil Olah TKP Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri, Dosen Paksa Korban Pegang Kemaluannya

Hasil Olah TKP Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri, Dosen Paksa Korban Pegang Kemaluannya

Regional
Kecewa dengan Putusan Ganjar soal UMK, Buruh di Jateng Berencana Menggugat

Kecewa dengan Putusan Ganjar soal UMK, Buruh di Jateng Berencana Menggugat

Regional
22 Korban Penipuan Marinir Gadungan Berpangkat Mayjen Lapor ke Polisi, Kerugian Capai Rp 500 Juta

22 Korban Penipuan Marinir Gadungan Berpangkat Mayjen Lapor ke Polisi, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Regional
Ayah di Ponorogo Cabuli 2 Anak Kandung Selama 8 Tahun, Pelaku Dilaporkan Istri ke Polisi

Ayah di Ponorogo Cabuli 2 Anak Kandung Selama 8 Tahun, Pelaku Dilaporkan Istri ke Polisi

Regional
Terungkap, Sopir Angkutan Barang di Medan Dibunuh Sahabatnya karena Dendam

Terungkap, Sopir Angkutan Barang di Medan Dibunuh Sahabatnya karena Dendam

Regional
Empat Hari HST Kalsel Terendam Banjir, Pengungsi Mulai Keluhkan Gatal-gatal

Empat Hari HST Kalsel Terendam Banjir, Pengungsi Mulai Keluhkan Gatal-gatal

Regional
Tabrak Truk Fuso yang Sedang Berhenti di Bypass Bandara Lombok, Seorang Pengendara Motor Tewas

Tabrak Truk Fuso yang Sedang Berhenti di Bypass Bandara Lombok, Seorang Pengendara Motor Tewas

Regional
Cerita Warga Gunungkidul Relakan Tanahnya Ditempati SD Selama Puluhan Tahun

Cerita Warga Gunungkidul Relakan Tanahnya Ditempati SD Selama Puluhan Tahun

Regional
Dua Mahasiswi Unsri Kembali Jadi Korban Pelecehan Seksual, Kali Ini Dilakukan Oknum Staf Kampus

Dua Mahasiswi Unsri Kembali Jadi Korban Pelecehan Seksual, Kali Ini Dilakukan Oknum Staf Kampus

Regional
ODGJ yang Bakar Rumah Warga di Blitar Pernah Bunuh Orang, Camat: Sampai Ditolak Panti Rehabilitasi

ODGJ yang Bakar Rumah Warga di Blitar Pernah Bunuh Orang, Camat: Sampai Ditolak Panti Rehabilitasi

Regional
Apindo Karawang: UMK 2022 hanya Berlaku untuk Karyawan yang Belum Setahun Kerja

Apindo Karawang: UMK 2022 hanya Berlaku untuk Karyawan yang Belum Setahun Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.