Kompas.com - 27/05/2021, 05:05 WIB
Mbah Peno memberi makan puluhan penyu jenis penyu sisik dan penyu hijau di kolam penangkaran penyu di kawasan wisata Pantai Serang, Kabupaten Blitar, Minggu (23/5/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIMbah Peno memberi makan puluhan penyu jenis penyu sisik dan penyu hijau di kolam penangkaran penyu di kawasan wisata Pantai Serang, Kabupaten Blitar, Minggu (23/5/2021)

 

Kegiatan penangkaran untuk konservasi penyu dimulai dari mengumpulkan telur penyu dari pantai.

Nelayan dan warga yang menemukan telor penyu akan diberi imbalan sekitar Rp 1.500 per butir.

Dalam satu musim, telur penyu yang ditetaskan bisa lebih dari 1.000 butir meskipun tidak semuanya berhasil menetas.

Artinya, paling sedikitnya diperlukan dana lebih dari Rp 1,5 juta untuk pengumpulan telur penyu.

Setelah telur-telur menetas, dibutuhkan biaya untuk pakan. Menurut Handoko, dengan 500 ekor tukik yang ditangkar, setiap harinya minimal butuh dana Rp 100.000 untuk pakan.

Jika tukik penyu dilepas antara usia 2 hingga 3 bulan, kebutuhan pakan total sampai masa pelepasan tukik bisa mencapai Rp 6 hingga Rp 9 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cerita Pengelola Kawasan Wisata Pantai Serang Blitar Bertahan di Tengah Pandemi

"Ada lagi biaya rutin seperti gaji Mbah Peno, Rp 400.000 per bulan. Mbah Peno yang setiap hari harus kasih makan dan membersihkan kolam, mengganti air, dua atau tiga hari sekali," ujar Handoko.

Defisit pembiayaan kegiatan nirlaba itu kadang memicu konflik antar individu dalam komunitas masyarakat Pantai Serang di mana kegiatan mulia itu bertumpu.

Pada akhirnya, hal ini juga mempercepat habisnya energi beberapa individu tersebut untuk terus menghidupi kegiatan yang telah berlangsung lebih dari 5 tahun itu.

Maka sebuah rencana baru disusun, yaitu membesarkan sebagian dari penyu-penyu tersebut sebagai obyek wisata edukasi konservasi penyu.

Beruntung pada 2019, Desa Serang mendapatkan dana hibah program PIID-PEL (Program Inkubasi Inovasi Desa-Pemberdayaan Ekonomi Lokal) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sekitar Rp 1 miliar.

Sebagian dananya, sekitar Rp 90 juta, digunakan untuk membangun tempat penangkaran penyu yang sekaligus akan menjadi obyek wisata edukasi konservasi penyu yang terintegrasi dengan kawasan wisata Pantai Serang.

"Harapannya, kelak kegiatan ini tidak lagi defisit seperti selama ini, sementara kegiatan pelepasan tukik bisa semakin ditingkatkan," ujar Handoko.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Regional
'Chat' Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Regional
Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Regional
Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Regional
Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Regional
Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Regional
Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Regional
Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Regional
Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Regional
Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.