Sopir Pembunuh dan Pemerkosa 2 Gadis Ternyata Juga Perkosa 3 Wanita Lain Kurun Waktu 5 Bulan

Kompas.com - 26/05/2021, 13:28 WIB
Sopir truk pembunuh dan pemerkosa siswi SMA saat rekonstruksi. KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERESopir truk pembunuh dan pemerkosa siswi SMA saat rekonstruksi.

KUPANG, KOMPAS.com - Yustinus Tanaem alias Tinus (42), sopir truk asal Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap karena membunuh dan memerkosa dua gadis asal Kupang.

Dua korban berinisial MB (18) siswi kelas II SMA dan YAW (19).

Baca juga: Kronologi Lengkap Sopir Truk Bunuh dan Perkosa Siswi SMA di Kupang

Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ternyata dalam kurun waktu lima bulan di tahun 2021 ini, Tinus juga mengaku memerkosa tiga gadis lainnya.

Baca juga: Viral, Video Sopir Truk Bunuh Atasannya karena Tak Terima Dimarahi, Ini Penjelasan Polisi

"Sesuai pengakuan tersangka (Tinus), ia juga pernah memerkosa tiga gadis lainnya. Namun, tidak dibunuh karena tidak melawan. Hanya dua korban yang dibunuh karena melawan saat Tinus memerkosa mereka," ungkap Aldinan kepada sejumlah wartawan, Rabu (26/5/2021).

Tinus juga pernah masuk Lapas Kupang dan menjalani hukuman empat tahun penjara karena kasus pemerkosaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, berkas kasus itu masih diperiksa oleh polisi, untuk mengetahui korban, tempat dan waktu kejadian yang berujung vonis empat tahun penjara.

Berkenalan

Aldinan mengatakan, pelaku berkenalan dengan MB dan YAW lewat media sosial Facebook.

Tinus juga membunuh dan memerkosa dua perempuan itu dengan modus yang sama.

Modus yang digunakan pelaku yakni berkenalan dengan para korban lewat Facebook, kemudian merayu dan mengajak bertemu.

Saat bertemu itulah, pelaku langsung memaksa korban untuk berhubungan badan.

Karena korban menolak, pelaku kemudian mengambil pisau dan membunuh korban. Setelah itu pelaku lalu menyetubuhi korban.

Penangkapan

Yustinus ditangkap setelah ketahuan membunuh YAW di hutan wilayah Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Jumat (14/5/2021).

Setelah melakukan pemeriksaan, Yustinus juga mengaku membunuh remaja putri berinisial MB yang jenazahnya ditemukan di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kamis (25/2/2021).

Pelaku menggunakan pisau yang sama untuk membunuh kedua korban.

Terkait kejadian itu, Aldinan berpesan kepada kaum muda terutama remaja putri, agar selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Boleh bermedia sosial, tapi harus dengan pemahaman yang utuh. Jangan tergiur dengan iming-iming. gunakan media sosial dengan baik dan benar," kata dia.

Pelaku dijerat Pasal 340, Pasal 338 KUHP, dan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.

"Perlindungan anak hukumannya maksimal, ini kan korbannya anak di bawah umur. Kita akan berikan hukuman setimpal. Harapan kita hukuman mati sehingga menjadi pelajaran bagi yang lain. Kasus begini harus tegas, tidak boleh ada ampun," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Blega Bangkalan Macet Total gara-gara Truk Patah As, Pengendara Diimbau Lewat Jalur Alternatif

Jalan Blega Bangkalan Macet Total gara-gara Truk Patah As, Pengendara Diimbau Lewat Jalur Alternatif

Regional
Kesaksian Warga Lihat Siswi SMA Diterkam Buaya Saat Keluar dari Pintu Jamban

Kesaksian Warga Lihat Siswi SMA Diterkam Buaya Saat Keluar dari Pintu Jamban

Regional
Jalan ke Sukoharjo Tak Disekat Selama Libur Nataru, Kendaraan dari Luar Bakal Diperiksa

Jalan ke Sukoharjo Tak Disekat Selama Libur Nataru, Kendaraan dari Luar Bakal Diperiksa

Regional
Dosen Unsri Bantah Chat WA Lecehkan 3 Mahasiswinya, Pengacara: Ini Politisasi, Ada yang Giring Mereka Lapor

Dosen Unsri Bantah Chat WA Lecehkan 3 Mahasiswinya, Pengacara: Ini Politisasi, Ada yang Giring Mereka Lapor

Regional
Warga Blora Dilarang Rayakan Pergantian Tahun di Area Publik dan Hotel

Warga Blora Dilarang Rayakan Pergantian Tahun di Area Publik dan Hotel

Regional
Pria yang Video TikTok-nya Viral Bersama Teman Perempuannya Berseragam Bhayangkari Ternyata Seorang Satpam

Pria yang Video TikTok-nya Viral Bersama Teman Perempuannya Berseragam Bhayangkari Ternyata Seorang Satpam

Regional
Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Ini Alasan Jaksa Tuntut Eks Karo Kesra Sumsel 15 Tahun Bui, Lebih Berat Dibanding Sekda

Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Ini Alasan Jaksa Tuntut Eks Karo Kesra Sumsel 15 Tahun Bui, Lebih Berat Dibanding Sekda

Regional
Muncul Relawan Airpres di Semarang, Dukung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Muncul Relawan Airpres di Semarang, Dukung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Regional
'Jangan Dekati Zona Merah Semeru, apalagi Sekadar Selfie, Ini Lokasi Bencana, Bukan Wisata'

"Jangan Dekati Zona Merah Semeru, apalagi Sekadar Selfie, Ini Lokasi Bencana, Bukan Wisata"

Regional
Antisipasi Terjangan Banjir Lahar Gunung Merapi, Sumber Mata Air di Sleman Diamankan

Antisipasi Terjangan Banjir Lahar Gunung Merapi, Sumber Mata Air di Sleman Diamankan

Regional
Gempa M 5,1 Guncang Lembata NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Lembata NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Momen Polisi Sambangi Buruh Tani yang Sedang Tanam Padi, Diajak Vaksinasi

Momen Polisi Sambangi Buruh Tani yang Sedang Tanam Padi, Diajak Vaksinasi

Regional
Guru Pesantren di Bandung Perkosa Belasan Santriwati, Dihukum Kebiri?

Guru Pesantren di Bandung Perkosa Belasan Santriwati, Dihukum Kebiri?

Regional
Bukan karena Vaksin, Kebutaan Joko Santoso Disebut akibat Peradangan Saraf Mata

Bukan karena Vaksin, Kebutaan Joko Santoso Disebut akibat Peradangan Saraf Mata

Regional
Cerita Nakes di Luwu Dijerat UU ITE, Dipicu Surat Hasil Temuan Makanan Berformalin yang Tersebar di Medsos

Cerita Nakes di Luwu Dijerat UU ITE, Dipicu Surat Hasil Temuan Makanan Berformalin yang Tersebar di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.