Ribuan Warga Adang Polisi dengan Membawa Parang dan Kayu, Meminta 19 Penambang Ilegal Dibebaskan

Kompas.com - 26/05/2021, 12:08 WIB
Aparat Polres Pulau Buru menggelar penertiban di kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (24/5/2021). Dalam kegiatan tersebut, polisi menangkap 19 penambang ilegal HUMAS POLDA MALUKUAparat Polres Pulau Buru menggelar penertiban di kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (24/5/2021). Dalam kegiatan tersebut, polisi menangkap 19 penambang ilegal
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Ribuan warga di Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku, berusaha mengadang aparat kepolisian, Senin (24/5/2021).

Hal itu dilakukan karena mereka tidak terima rekannya yang melakukan penambangan emas secara ilegal di kawasan Gunung Botak ditangkap aparat keamanan.

Dalam aksinya itu, warga mendesak 19 penambang ilegal yang ditangkap tersebut untuk dibebaskan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhanad Roem Ohoirat mengatakan, saat melakukan pengadangan itu warga mengamuk dengan membawa parang dan kayu.

“Ada ribuan penambang ilegal dan warga yang melakukan pengadangan saat itu,” kata Roem, kepada Kompas.com via telepon seluler, Selasa (25/5/2021) malam.

Baca juga: Dihadang Ribuan Warga Saat Tangkap 19 Penambang Emas Ilegal, Polisi Lepaskan Tembakan

Menyikapi hal itu, aparat kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk melakukan pembubaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Akhirnya karena massanya sangat banyak dan mereka terus mengamuk anggota terpaksa mengeluarkan tembakan ke udara,” ujar dia.

Dalam upaya pembubaran warga itu, polisi berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai provokator.

“Dua orang warga ikut ditangkap polisi saat itu karena mereka memprovokasi massa, jadi mereka ini provokator,” kata dia.

Baca juga: Sisir Kawasan Tambang Emas Gunung Botak, Polisi Tangkap 19 Penambang Ilegal

 

Terbukti gunakan bahan kimia berbahaya

Aparat Polres Pulau Buru menggelar penertiban di kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (24/5/2021). Dalam kegiatan tersebut, polisi menangkap 19 penambang ilegalHUMAS POLDA MALUKU Aparat Polres Pulau Buru menggelar penertiban di kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (24/5/2021). Dalam kegiatan tersebut, polisi menangkap 19 penambang ilegal

Roem mengatakan, sebanyak 19 penambang ilegal itu sebelumnya terpaksa diamankan karena terbukti menggunakan bahan kimia berbahaya dalam melakukan aktivitasnya.

Barang berbahaya yang dimaksud yaitu berupa sianida dan merkuri. Jika aktivitas penambangan ilegal itu dibiarkan, lanjut dia, dapat mencemari lingkungan.

“Mereka yang ditangkap ini sedang melakukan aktivitas ilegal dengan menggunakan bahan kimia berbahaya,” ujarnya.

Baca juga: Gelar Pesta Pernikahan Putrinya di Tengah Pandemi, Wagub Kaltim Undang Ribuan Tamu, Paling Banyak dari Luar Kota

Untuk mengatasi persoalan penambangan liar di kawasan Gunung Botak itu, pihaknya meminta pemerintah daerah setempat untuk berperan aktif.

"Karena di situ juga terkait dengan bagaimana pembiayaan aparat yang melakukan pengamanan, kemudian harus ada pembinaan-pembinaan kepada masyarakat yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah, sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk sama-sama melakukan pengelolaan terhadap gunung botak itu sendiri," jelasnya.

"Jika ini tidak segera ditangani dengan baik maka setiap saat dan sampai kapan pun masyarakat akan berusaha masuk secara ilegal di Gunung Botak. Dan jika terjadi permasalahan di sana, maka yang akan disoroti adalah polisi sendiri sebagai pengamanan di daerah tersebut," tambahnya.

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor : Dheri Agriesta, Robertus Belarminus



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kocak, Pencuri Tancap Gas dan Tinggalkan Temannya Saat Mereka Beraksi

Kocak, Pencuri Tancap Gas dan Tinggalkan Temannya Saat Mereka Beraksi

Regional
Padang Panjang Pastikan Tidak Ada Klaster Covid-19 dari PTM di Sekolah

Padang Panjang Pastikan Tidak Ada Klaster Covid-19 dari PTM di Sekolah

Regional
Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Regional
Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Regional
Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Regional
Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Regional
Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Regional
Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Regional
7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

Regional
Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Regional
Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat 'Hauling' Batubara

Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat "Hauling" Batubara

Regional
Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Regional
Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Regional
Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.