Galang Donasi Beli Kapal Selam, Masjid Jogokariyan Kumpulkan Rp 1,7 Miliar, Ini Faktanya

Kompas.com - 26/05/2021, 11:10 WIB
Anak-anak jamaah Masjid Jogokariyan saat keliling mencari sumbangan untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402 ISTAnak-anak jamaah Masjid Jogokariyan saat keliling mencari sumbangan untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Tenggelamnya Kapal Perang Indonesia (KRI) Nanggala-402 di Perairan Bali beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan bersama bagi rakyat Indonesia.

Pasalnya, akibat musibah itu sebanyak 53 awak kapal yang merupakan putra-putra terbaik bangsa telah gugur.

Menyikapi hal itu, pengurus Masjid Jogokariyan Yogyakarta membuka rekening donasi untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402.

Selama satu bulan melakukan penggalangan dana itu, dana yang terkumpul tercatat sudah mencapai Rp 1,7 miliar.

Baca juga: Sebulan Buka Rekening Donasi Beli Kapal Selam, Masjid Jogokariyan Kumpulkan Rp 1,7 M

Bertujuan membakitkan cinta Tanah Air

Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir mengatakan, penggalangan donasi sudah dilakukan sejak 26 April 2021 lalu.

Awalnya gerakan itu hanya dilakukan anak-anak pengurus masjid. Tujuannya untuk membangkitkan rasa cinta tanah air. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Benar ini ya. Kemarin sebetulnya kita cuma ingin menyampaikan, anak-anak kita itu menggalang dana untuk membangkitkan rasa cinta tanah air terhadap pertahanan nasional," kata dia saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

 

Dengan upaya yang dilakukan itu juga diharapkan dapat membantu angkatan laut dalam menjaga keutuhan Indonesia.

"Kekayaan Indonesia harus kita jaga, agar nantinya tidak terjadi perampokan oleh orang-orang asing, dan bisa diwariskan untuk anak cucu kita kedepan," ujarnya.

Baca juga: Dalam Sehari, Masjid Jogokariyan Sudah Kumpulkan Rp 300 Juta untuk Beli Pengganti KRI Nanggala-402

Hari pertama tembus Rp 300 juta

Melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi, akhirnya sosialisasi dilakukan secara masif dan membuka nomor rekening untuk disebarkan melalui media sosial.

Pada hari pertama penggalangan dana yang dilakukan, uang yang terkumpul di rekening khusus donasi tersebut diketahui mencapai ratusan juta rupiah.

"Kita buka rekening kemarin langsung kita publish, pagi ini sudah tembus di atas Rp 300 juta Masya Allah, dalam waktu sehari Rp 300 juta," kata dia.

Baca juga: Anak-anak Masjid Jogokariyan Galang Donasi Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala-402


Sebulan tembus Rp 1,7 miliar

Setelah hampir satu bulan membuka rekening donasi, kata Jazir, saat ini sudah terkumpul dana sebanyak Rp 1,7 miliar.

"Sebelum Idul Fitri sekitar Rp 1,7 miliar," kata Jazir saat dihubungi, Selasa (25/5/2021).

Untuk memastikan uang tersebut sesuai peruntukan, Jazir mengaku akan menghubungi pemerintah dalam penyalurannya.

Baca juga: Cerita Galang Dana Masjid Jogokariyan, Dipakai untuk Beli Kapal Selam Baru, Sudah Kumpulkan Rp 1,2 M

Sebelumnya, ia mengaku sudah berkirim surat ke DPR untuk menyerahkan uang itu kepada pemerintah.

Namun demikian, hingga sekarang ternyata surat tersebut belum ada respons dari lembaga tersebut.

"Kami sudah berkirim surat ke DPR RI, tetapi hingga sekarang belum ada respons," kata dia.

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wisang Seto Pangaribowo | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

Regional
Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Regional
Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Regional
Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Regional
Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Regional
199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Regional
Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Regional
Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Regional
Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.