[POPULER NUSANTARA] Gejolak Internal PDI-P | Uang Arisan Rp 1 M Dibawa Kabur

Kompas.com - 25/05/2021, 06:45 WIB
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto saat acara di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (22/5/2021). KOMPAS.com/pdipKetua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto saat acara di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (22/5/2021).

KOMPAS.com - Meski dirinya adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), tetapi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak diundang di acara yang dihadiri Ketua DPP PDI-P Puan Maharani.

Acara tersebut berlangsung di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Panti Marhen, Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah Bambang Wuryanto bahkan terang-terangan mengatakan bahwa tak diundangnya Ganjar di acara tersebut disebabkan oleh sang gubernur yang terlalu berambisi menjadi calon presiden pada 2024.

Berita populer lainnya adalah seputar pengakuan T alias Mia (42), seorang bandar arisan yang diduga membawa kabur duit Rp 1 miliar.

Menurut pengakuan Mia, uang arisan itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, seperti membangun rumah, membeli mobil, dan membayar utang.

Akibat perbuatannya itu, Mia ditangkap oleh polisi dan telah ditetapkan menjadi tersangka.

Berikut adalah berita-berita populer yang menjadi sorotan pembaca Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Ganjar tak diundang di acara PDI-P

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat proses perekaman video singkat untuk kanal Youtube pribadinya yaitu Ruang Ganjar. Video singkat tersebut diunggah pada Rabu (19/5/2021).Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat proses perekaman video singkat untuk kanal Youtube pribadinya yaitu Ruang Ganjar. Video singkat tersebut diunggah pada Rabu (19/5/2021).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membenarkan bahwa dirinya tidak diundang di acara PDI-P yang dihadiri Puan Maharani pada Sabtu (22/5/2021) di Semarang.

"Saya tidak diundang (acara PDI-P)," ujar Ganjar lewat pesan singkat, Minggu (23/5/2021).

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah Bambang Wuryanto.

Dia bahkan melontarkan kata-kata keras soal Ganjar.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan sok merasa pintar)," ucap pria yang kerap disapa Bambang Pacul itu.

Kalimat tersebut terlontar lantaran Ganjar dinilai terlalu ambisius untuk melaju sebagai calon presiden pada 2024.

Baca juga: Heboh Ganjar Tak Diundang Acara PDI-P hingga Puan Singgung Sosok Pemimpin Cuma di Medsos

 

2. Pengakuan bandar arisan yang bawa kabur uang Rp 1 miliar

Bandar arisan lebaran terduga kasus penipuan dan penggelapan dihadirkan dalam konferensi pers, di Mapolres Mojokerto, Senin (24/5/2021).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Bandar arisan lebaran terduga kasus penipuan dan penggelapan dihadirkan dalam konferensi pers, di Mapolres Mojokerto, Senin (24/5/2021).

Usai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, T alias Mia (42), seorang bandar arisan yang diduga membawa kabur uang Rp 1 miliar, mengakui perbuatannya.

Mia juga memohon maaf karena dia tidak bisa mengembalikan uang arisan Lebaran kepada lebih dari 400 peserta.

"Kepada semua yang menjadi korban, saya minta maaf sebesar-besarnya karena tidak mampu mengembalikan (uang arisan)," tuturnya di Markas Kepolisian Resor Mojokerto, Senin (24/5/2021).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan, alasan Mia tak bisa mengembalikan uang arisan karena dia punya tumpukan utang.

"Tersangka ini hidupnya gali lubang tutup lubang. Di masa pandemi ini, dia tidak bisa mendapatkan pinjaman, sehingga tidak bisa mengembalikan uang kepada anggota kelompok arisan," bebernya.

Tak cuma dipakai untuk membayar utang, uang arisan Lebaran yang dikelola Mia juga digunakan untuk membeli dua mobil secara kredit, plus membayar angsurannya setiap bulan; serta untuk membangun rumah.

Baca juga: Sambil Terisak, Bandar Arisan yang Tipu Ratusan Peserta: Maaf, Saya Tak Mampu Kembalikan Uang Arisan

3. Anggota TNI AL dikeroyok 10 preman

Pengeroyokan.Tribunnews.com Pengeroyokan.

Kejadian nahas dialami Pratu Marinir JYS (28). Anggota TNI Angkatan Laut (AL) ini dikeroyok oleh sepuluh orang yang diduga preman.

Saat itu, sewaktu sedang melintas di dekat pintu keluar Terminal Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, ia diteriaki sebagai maling.

“Tiba-tiba ada yang meneriaki maling, sehingga beberapa orang langsung menarik korban dan melakukan pengeroyokan. Padahal, korban hanya melintas, tidak melakukan apa-apa," jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Minggu (23/5/2021).

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala, pelipis, pipi, dan sejumlah bagian tubuh lainnya.

Polisi menyebut, pihaknya telah menangkap empat dari sepuluh orang yang diduga menganiaya Pratu Marinis JYS.

Baca juga: Detik-detik Anggota TNI AL Dikeroyok 10 Preman di Terminal, Korban Diteriaki Maling Saat Bawa Motor

 

4. Saat Ganjar bertemu dengan Megawati di Jakarta

Vudeo vlog Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bertemu MegawatiKOMPAS.com/tangkapan layar Vudeo vlog Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bertemu Megawati

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi rumah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar menyerahkan lukisan yang dibuat oleh seniman Djoko Susilo.

"Pak Joko, lukisan sudah diterima ibu. Ibu seneng banget gambar anaknya ceria-ceria. Monggo bu ke Pak Joko, pesannya apa Bu," kata Ganjar dalam video yang diunggah ke internet.

Menurut keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Ganjar berangkat ke Jakarta untuk menemui Megawati pada Jumat (21/5/2021).

Pertemuan Ganjar dengan Megawati itu berlangsung sehari sebelum serangkaian acara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Tengah di Kota Semarang.

Acara itu bikin heboh lantaran Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI-P sekaligus gubernur, tidak diundang.

Baca juga: Ganjar Bertemu dengan Megawati di Jakarta Saat Tak Diundang ke Acara PDI-P Jateng

5. Anggota ormas keroyok polisi

Ilustrasi penganiayaanKompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan

Sebanyak sembilan anggota organisasi masyarakat (ormas) melakukan pengeroyokan terhadap Bripka Yuyus Subhan.

Personel Polres Sumedang ini awalnya ingin melerai keributan yang dilakukan oleh para anggota ormas ini.

"Saat anggota kami mencoba melerai dan meminta mereka semua pulang, mereka malah berbalik menyerang anggota kami," sebut Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Minggu (23/5/2021).

Saat mengetahui pria yang mereka aniaya adalah anggota polisi, para pengeroyok langsung kabur.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Sindangjaya, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jabar, Rabu (19/5/2021), pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Penganiayaan Berhenti Setelah 9 Anggota Ormas Tahu Yuyus Polisi, Para Pelaku Langsung Kabur

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Jombang, Moh. Syafii; Kontributor Semarang, Riska Farasonalia | Editor: Pythag Kurniati, Robertus Belarminus, Teuku Muhammad Valdy Arief, David Oliver Purba)

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang World Superbike, NTB Butuh Tambahan 1,3 Juta Vaksin Covid-19

Jelang World Superbike, NTB Butuh Tambahan 1,3 Juta Vaksin Covid-19

Regional
4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

Regional
Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Regional
Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

Regional
Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Regional
Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Regional
Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Regional
Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Regional
Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Regional
Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Regional
Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Regional
Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Regional
Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.